Sabtu, 13 Desember 2008

Mari belajar Alquran

Alquan adalah kitab suci firman Allah SWT yg di turunkan pada hambanya yg suci, seorang Nabi yg bernama Muhammad SAAW yg di maksudkan utk memperbaiki pri hidup manusia baik yg berhubungan dg kehidupan individual maupun tata pergaulan antar manusia, di dalamnya berisi tentang kisah-kisah umat manusia terdahulu sebagai i'tibar bagi ummat Muhammad akibat apa yg akan menimpa ummat ini jika berlaku seperti ummat-ummat terdahulu, Alquran menyuruh ummat ini untuk belajar dari kejatuhan ummat masa lalu, kemudian Alquran juga memaparkan tentang hukum-hukum kemanusiaan dr mulai zaman nabi sampi ahir zaman serta perma'luman kepada seluruh manusia bahwa Tuhan adalah esa.

Membaca Alquran walaupun tidak mengerti maksudnya akan mendatangkan pahala bagi yg membacanya, itulah yg di sepakati oleh para ulama walaupun tentu akan lebih baik lg jika setelah di baca Alquran di pahami, di tadabburi dan di tafakkuri kemudian di ejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nabi Muhammad SAAW bersabda, khoirukum man ta'allamal-qur-aana wa'allamahu.
Sebaik-baik kamu adalah orang yg belajar Alquran dan kemudian mengajarkannya pada orang lain ( HR Bukhari, Ibnu majah, Abu dawud dan Tirmidzi).

Dalam beberapa kitab hadits, hadits ini di nyatakan dengan huruf "laa" (yg artinya dan) ya'ni belajar dan mengajar sebagaimana tersebut di atas. Dengan demikian maka pahala terbesar adalah bagi siapa yg belajar Alquran lalu mengajarkannya pada yg lain, tetapi pada beberapa kitab yg lainnya hadits ini di riwayatkan dengan huruf "au" (yg artinya adalah atau") ma'na yg demikian adalah yg terbaik diantara kamu ialah yg belajar Alquran atau mengajarkannya, dg penjelasan hadits ini maka pahala yg di peroleh keduanya sama saja, baik ia belajar untuk diri sendiri atau mengajarkannya pada yg lain.

Alquran adalah pondasi utama agama islam, maka menjaganya serta menyebarkannya bergantung pada keyakinan ini. Dengan demikian keutamaan belajar dan mengajarkannya telah di ketahui dg sangat jelas.

Walau bagaimanapun terdapat tingkatan kebaikan yg berlainan, yg terbaik adalah mempelajari Alquran berikut ma'nanya dan maksudnya, sedangkan sekurang-kurangnya adalah belajar mengenai lafadzhnya dulu.

Pada beberapa waktu yg terahir kehidupan keagamaan ummat islam sungguh sangat menyedihkan, para pemuda yg menjadi harapan bagi masa depan agama ini tampak tidak akrab lagi dengan yg namanya Alquran, mereka lebih gemar terhadap hal-hal yg sebetulnya tidak berguna, daripada duduk-duduk di masjid utk mempelajari Alquran mereka lebih suka nongkrong di mall atau di kafe-kafe menghabiskan waktu yg tiada guna.

Di kampung-kampung juga semarak suara Alquran setelah sholat maghrib di setiap rumah seperti di era 80an sampai 90an kini tidak terdengar lagi, mereka lebih suka nongkrong di depan tv melihat tayangan-tayangan yg kadang kurang mendidik nurani manusia, tidak orang tua tidak anak-anak semua sama saja lebih suka pada hal-hal yg tidak berguna, nampaknya era globalisasi di segala bidang telah mengakibatkan manusia tidak lagi rindu akan perbaikan diri teristimewa perbaikan yg berhubungan dengan kehidupan beragama.

Jika demikian siapa yg mesti bertanggung jawab terhadap segala kemunduran ini, bagaimana mungkin agama ini akan kembali mencapai puncak kejayaan jika ummat tidak lagi menaruh perhatian terhadap kitab sucinya? lihatlah betapa banyak dari ummat ini yg sama sekali buta akan Alquran, membacanyapun mereka tidak bisa apalagi mengetahui maksudnya!

Nampaknya benarlah sabda Nabi yg menyatakan bahwa di besok hari ummat ini akan berkembang menjadi ummat yg besar tapi tidak mempunyai wibawa di mata ummat-ummat lainnya, seolah-olah ibarat buih di tengah lautan terombang ambing kesana kemari. Inilah ummat islam, ummat yg tidak peduli lagi akan panduan hidup bagi mereka, ummat islam adalah kapal besar yg sebentar lagi akan karam sementara tidak ada satupun nahkoda yg sanggup membawanya menuju dermaga yg ada di ujung sana.

Wahai ummat islam kembalilah pada Alquran, cintai, pelajari, tadabburi, tafakkuri dan amalkan lah isinya.