Kamis, 25 Desember 2008

Kasta-nisasi dalam masyarakat Islam

Apabila orang sudra mendengarkan kitab weda di baca, maka raja berkewajiban untuk memasukkan cor-coran timah & malam dalam telinganya, apabila seorang sudra membaca mantra-mantra weda maka raja harus memotong lidahnya, dan apabila ia berusaha untuk membaca weda maka raja harus memotong badannya (Gotama smarti: 12)

Teori adanya kasta di dalam sebuah agama dan kemudian di praktikkan dalam kehidupan sehari-hari adalah ada dalam agama Hindu. Jumlah kasta dalam agama hindu di taksir sekitar 2000 atau 3000. Semua kasta sebetulnya hanya berpangkal pada 4 golongan kuno dari suku-suku aria yg masuk dan menetap di India sejak 1500 thn sebelum masehi yaitu golongan brahmana atau padri, golongan kesatria atau bangsawan, golongan weisya yg terdiri dari para petani dan golongan sudra yg di isi oleh para budak/buruh. Di bawah golongan yg 4 sebetulnya masih ada 1 kategori lagi yaitu golongan paria atau apa yg di sebut "out cast", golongan paria adalah golongan yg tidak boleh di dekati atau mendekati golongan yg 4, tidak boleh berhubungan dalam bentuk apapun dengan kasta yg lebih tinggi.

Begitu pula dengan ke 4 kasta yg di atasnya, masing-masing tidak boleh berhubungan begitu saja antara yg 1 dgn yg lainnya, misalnya di dalam perkawinan, seorang sudra tidak boleh mengawini seseorang dari kasta di atasnya. Tidak hanya dalam perkawinan, dalam praktek kehidupan sosial lainnya juga terjadi sekat-sekat yg demikian kuat antara 1 dan lainnya sehingga yg 1 tidak bisa menembus batas untuk berhubungan dgn yg lainnya, walaupun dalam perkembangannya, dgn pemahaman demokrasi yg makin lama makin membaik di india sana banyak yg tidak menerima lagi adanya pembatasan yg demikian.

Yg menjadi permasalahan adalah seorang Hindu secara individu maupun kelompok tidak bisa merubah sesuatu yg telah menjadi kerangka dasar dari agamanya jika memang agama Hindu sendiri melegalkan adanya praktek kastanisasi. Biasanya hukum "murtad" akan di sematkan pada orang yg berani mencoba merubah kerangka dasar dari agamanya. Menjadi seorang Hindu berarti harus menyadari dan menghormati tempatnya dalam masyarakat yg terbagi dalam kasta-kasta.

Sekarang kita beralih melihat agama Islam, Islam adalah agama yg mempunyai kerangka dasar kesederajatan seluruh manusia, dari mulai bangsawan tingkat tinggi sampai gembel yg paling rendah di pandang sama, yg membedakan hanya sejauh mana seseorang melakukan pengabdian yg maksimal terhadap Tuhan (taqwa), dan yg mengetahui siapa diantara manusia yg pengabdiannya lebih baik adalah Tuhan semata, hal demikian tidak bisa di katakan Tuhan melakukan kastanisasi terhadap manusia, Itu hanya merupakan konsekuensi dari perbuatan manusia. Kerangka dasar Islam seperti itu.

Mari kita lihat kehidupan sosial masyarakat Islam, pada kenyataannya banyak terjadi dalam masyarakat Islam praktek kastanisasi, seperti dalam Hindu, di dalam Islam juga contoh yg mudahnya adalah masalah perkawinan, karena memang perkawinan merupakan langkah awal bagi terjadinya segala teori hubungan sosial antar manusia. Kita ambil contoh di kalangan para habib atau syarif, jika perempuan di sebut habibah atau syarifah. Habib atau syarif adalah anak keturunan Nabi Muhammad saaw.
Pernah terjadi di mekkah sana, seorang pria berdarah arab biasa mengawini seorang wanita syarifah, mereka saling mencintai. Ketika berita perkawinan di dengar oleh para pembesar habib, mereka menentang keras perkawinan tersebut sampai para ulamapun turut menyelesaikan perkaranya, kemudian perkawinan di bubarkan setelah sebelumnya pengantin pria hampir di hakimi massa, ahirnya dia memilih untuk menceraikan istrinya.

Peristiwa seperti itu juga kerap terjadi di Indonesia, seorang syarifah yg ingin menikah dgn laki-laki jawa di tentang keras oleh keluarganya, tidak sampai di situ saja jika syarifah tetap melanjutkan hubungan dgn lelaki yg bukan dari kastanya itu ia akan di kucilkan, di usir atau bahkan tidak di akui lagi sebagai bagian dr keluarga, apapun alasannya tetap saja hal seperti ini di pandang sebagai kastanisasi nyata ras habib atas ras jawa. Yg cukup mengherankan ada diantara ahli agama yg memandang bahwa perkawinan yg melibatkan seorang syarifah dan laki-laki biasa akan berakibat pada putusnya jalur nasab, jadi perkawinan seperti itu tidak di perbolehkan malahan ada ulama yg "vulgar" mengatakan bahwa perkawinan seperti itu adalah haram walaupun di pandang dari segi hukum fikih perkawinan tetap sah.

Contoh di atas hanyalah salah 1 kasus, jika persoalan kasta ini di bawa ke area yg lebih luas, di kalangan islam yg bukan habib juga banyak terjadi praktek kastanisasi. Ada orang islam dari kasta kiyai yg seolah-olah berada di atas menara gading, tak tersentuh, ada yg dari kasta para muslim bangsawan yg seolah-olah berada dalam ruangan kaca, hanya bisa di lihat dari luar itupun jika gordennya tidak di tutup, ada kasta orang-orang muslim kaya yg seolah-olah dunia ada dalam kantong mereka saja dan adapula kasta orang-orang muslim miskin gembel yg tidak tahu nasibnya ketika bangun di pagi hari akan dapat hidup sampai sore atau tidak.

Belum pernah saya dengar ada muslim gembel kawin dgn anak muslim bangsawan atau kiyai tanpa ada penentangan yg keras dari pihak bangsawan atau kiyai itu, belum pernah saya lihat ada gubernur muslim bersalaman mesra sambil cium pipi kiri pipi kanan terhadap para muslim asongan seperti yg di lakukan pada sesama pejabat atau pada selebritis lainnya, belum pernah saya lihat ada orang muslim kaya yg menunduk hormat pada fakir miskin atas dasar kesadaran kemanusiaan kecuali jika ada pamrih-pamrih tertentu.

Ngudarasa itu akan terlalu panjang jika semua persoalan yg menyangkut kehidupan sosial masyarakat muslim di ketengahkan, fakta nyata memang banyak menegaskaskan adanya ketidak adilan sosial terhadap kasta kelas bawah yg di lakukan oleh kasta kelas atas.

Walhasil, masyarakat hindu sangat di mungkinkan dan bisa di pandang wajar dalam melakukan praktek kastanisasi karena memang aturan main agamanya seperti itu tapi jika masyarakat islam yg melakukan hal semacam itu, sungguh adalah merupakan pencideraan yg fatal terhadap islam yg memiliki konsep kesederajatan seluruh manusia apapun bentuknya. Islam memang agama yg menyamaratakan mahluk Tuhan tapi bohong besar jika ada yg mengatakan tidak ada kastanisasi dan pembedaan strata sosial dalam masyarakat islam.

Alhabib 'Abdullah bin alwi alhaddad dalam bukunya yg berjudul nashoih diniyyah menulis saran yg baik : inna tazkiyatan-nafsi wats-tsanaa-a 'alaiha wal-fakhro bil-aabaa-i min ahlid-diin, walfadhla wat-tabajjuha bin-nasabi, kullu dzaalika madzmuumum muqtabahun jiddan.
Menyanjung dan memuji diri, membanggakan nenek moyang yg termasuk ahli agama dan orang-orang utama serta menyombongkan darah keturunan, semua itu adalah tercela dan buruk sekali.

Imam 'Ali berkata tentang kejadian dan ahir dari manusia: awwaluhu nuthfah wa-akhiruhu jiifah.
Manusia awal jadinya dari setetes air mani dan pada ahirnya akan menjadi bangkai yg busuk.

Jika begitu kejadiannya apanya yg mesti manusia banggakan?

Selasa, 23 Desember 2008

Lia aminudin, dukun atau nabi?

Beberapa hari yang lalu Indonesia di hebohkan dengan kembali munculnya ulah tak populer Lia aminudin yg mengirimkan beberapa selebaran ke beberapa orang termasuk kepada presiden Indonesia yg isinya tentang keinginan Lia agar menghapuskan seluruh Agama yg ada di Indonesia, sebuah hal yg sangat mustahil di lakukan. Agama akan tetap eksis sampai kapanpun kecuali jika memang Tuhan berkehendak untuk menghapusnya.

Lia aminudin memang kerap kali mengeluarkan ulah-ulah yg bikin heboh masyarakat, tak terkecuali MUI-pun ikut kebakaran jenggot dan akibatnya muncul fatwa sesat atas ajaran Lia aminudin, tak kalah sigap pihak kepolisianpun segera bertindak menangkap Lia dan para pengikutnya lalu perkaranya di limpahkan ke pengadilan, pengadilan memutuskan Lia bersalah dg tuduhan penodaan atas agama, Lia di penjara beberapa tahun namun setelah keluar dari penjara Lia kembali bikin heboh dan polisipun kembali menangkapnya. nampaknya akan seperti itu selanjutnya, di tangkap di penjara keluar dari penjara bikin heboh lagi dan di tangkap lagi. Sebetulnya dalam hal ini perlu ada ketegasan dari yg berwenang agar membuat Lia aminudin jera dan menghentikan segala aktivitasnya yg menyimpang itu serta agar kejadian seperti ini tidak terus menerus berulang, entah bagaimanapun caranya.

Kita tinggalkan Lia dg penjaranya. Di dalam Alquran surah al-jin ayat 6 Tuhan berfirman, wa annahü kana rijaalun minal-insi ya'uudzuuna bi-rijaalin minal-jinni fazaaduuhum rahaqon, dan bahwasanya ada sekelompok manusia meminta perlindungan kepada beberapa jin, maka jin-jin itu menambah sesat mereka. Q al-jin: 6.

Apa hubungan antara Lia dan jin? Izinkan saya bercerita dulu, di kampung saya ada seorang wanita yg terkenal sebagai dukun, dalam hal ini saya menyebutnya sebagai peramal. Wanita tersebut sebetulnya tidak mengerti apa-apa tentang agama, baca Quran saja mungkin tidak bisa, wanita tersebut mempunyai jamaah yg aktif mengikuti kegiatannya dan jika malam jumat tiba biasanya ada ritual khusus sang dukun wanita dg para jamaahnya, sang dukun duduk di tengah para jamaah kemudian membaca sesuatu yg membuat dirinya tidak sadar, sesaat kemudian seolah-olah ada arwah yg masuk-menurut pengakuan jamaahnya kadang yg masuk adalah arwah wali songo, syeh abdul qadir jilani, Nabi Muhammad dan bahkan malaikat jibril- dia lalu menggeram dan mulai bicara sambil meminta hadirin untuk bertanya apa saja yg menjadi keinginan mereka satu persatu, aneh bin ajaib sang dukun bisa menjawab apapun yg di tanya hadirin berikut solusinya, kadang keluar kata-kata hikmah dari mulutnya, kadang tafsir Alquran dan lain-lain. Hal ini berlangsung beberapa lama sampai kemudian sang dukun sadar lagi dan ritualpun selesai, setelah ritual selesai keringat bercucuran terlihat di wajah sang dukun, dia juga terlihat begitu letih. Aneh bin ajaib lagi sang dukun kemudian bertanya pada para hadirin apa yg telah terjadi tadi dan siapa yg telah merasuki dirinya, di antara hadirin ada yg menjawab yg masuk adalah arwah si anu dan si anu dan menjawab berbagai pertanyaan dari si anu dan si anu.

Demikianlah, apa yg saya ceritakan adalah persis sama dg cerita salah seorang mantan pengikut Lia aminudin, dia mengatakan sebetulnya Lia tidak mengerti apa-apa tapi jika ada yg merasukinya seolah-olah Lia jadi serba tahu segala sesuatu. Fenomena apa itu? Dalam dunia perdukunan memang ada semacam perjanjian tak tertulis antara sang dukun dg para jin yg menjadi bekingnya, para jin akan memberitakan apa saja yg menjadi kebutuhan sang dukun terhadap persoalan yg di hadapi pasien bahkan bisa juga bercerita tentang masa depan sang pasien dengan jelas dan gamblang. Kok bisa? di beritakan bahwa di antara jin ada yg suka mencuri kabar dari langit tentang takdir manusia, jin menyadap pembicaraan yg di lakukan oleh malaikat tentang takdir manusia kemudian setelah di rasa mendapat info yg lengkap, jin turun ke bumi mengabarkan pada sang dukun bahwa si anu akan datang kepadamu akan bertanya tentang masalah anu maka jawablah begini, terkadang pasien baru sampai di depan pintu sang dukun sudah membeberkan masalah si pasien sebelum di tanyakan, dari sebab itu pasien makin percaya bahwa dukun berkata benar, pasien tersebut selalu akan datang lagi pada sang dukun jika ada problem yg menimpanya. Awalnya seperti itu tahap demi tahap, setelah nyata kepercayaan sang dukun begitu mantapnya, maka tingkah jin jadi sedemikian rupa sampai pada tahap jin bisa bersatu dg sang dukun dg cara memasukinya, dan mengaku siapa saja yg di kehendakinya, kadang juga sampai mengaku Jibril maka sukseslah misi dari jin itu untuk menjadikan manusia sebagai budaknya dan jin semakin jauh membawanya pada jalan yg sesat.
Demi melihat akibat buruk yg di timbulkan oleh jin melalui para pengikutnya, Rosulullah SAW pernah bersabda, man ataa 'arroofan au kaahinan fasa-alahu fashoddaqohu bi-maa yaquulu lam tuqbal lahu sholaatuhu arba'iina yauman, barang siapa mendatangi seorang tukang ramal/dukun/tukang tenung dan membenarkan apa yg di ucapkan olehnya maka shalatnya selama 40 hari tidak akan di terima Allah SWT.

Pada awal kemunculannya Lia aminudin mengaku di datangi oleh seorang jin bernama Alhuda, tidak bisa di sangsikan barangkali Alhuda inilah yg telah membawa Lia begitu jauh tersesat sampai mengaku sebagai nabi, bunda maria, yesus, roh kudus, jibril dan sebagainya padahal sebelumnya Lia hanyalah terkenal sebagai perangkai bunga lalu beralih profesi sebagai dukun biasa saja. Saya ingin katakan, adalah terlalu jauh dan bodoh jika ada yg menganggap Lia aminudin sebagai nabi yg menerima wahyu Tuhan, apa yg di lakukan Lia tidaklah membawa kepada perubahan peradaban manusia ke arah yg lebih baik seperti yg di lakukan oleh Yesus almasih maupun Muhammad SAW, apa yg di lakukan Lia hanya menambah daftar problem yg sudah ada di masyarakat Indonesia, sungguh nyata kebenaran Alquran dan sabda nabinya ketika berbicara tentang fenomena jin yg sesat yg akan mencari manusia-manusia sesat sebagai budaknya.

Jadi menurut saya sesungguhnya Lia aminudin hanyalah seorang dukun yg tarafnya hanya setingkat dengan dukun di kampung saya, bedanya Lia bisa sukses menghebohkan Indonesia dg tingkah polahnya yg lucu dan menggelikan itu.

Wahai Lia aminudin sadarlah bahwa sebetulnya apa yg kau anggap sebagai wahyu Tuhan hanyalah senda gurau para jin yg sesat itu agar dirimu semakin jauh tersesat, tersesat dan tersesat.

Sabtu, 20 Desember 2008

Penyesalan

Raut kemilauan
sergah angan hilang kesunyian
diantara decak gemerincing nyanyian kepapaan
yang memilukan setiap jiwa yang hidup..

Di ujung serambi penyesalan
menuai ma'na sanggah perasaan
menuangkan butir embun kasih sayang
dalam padasan hati yang beku

Diantara hati dan jiwa
menyusur senyum tak menentu
melambungkan angan jiwa
ke sudut maya fatamorgana
menyiratkan ada dalam tiada

Nurani terkulai dalam hamparan pengharapan
menyuarakan derita dan kikisan asa
menuntut wujud hakikat
dari segumpal taqdir nyata
enyah di telan bisu
dalam tabir tak terungkap..

Geugeur sunten-desember 08

Jumat, 19 Desember 2008

Lahir, letih, kemudian mati.

Manusia satu persatu di lapukkan oleh zaman, begitulah keniscayaan yg terjadi. Dulu kita tiada, di sebabkan adanya percampuran benih kedua orang tua kita, kita menjadi ada. Di awali dari sebuah lorong yg gelap kita lahir kedunia dalam keadaan kecil dan telanjang tidak mengerti apapun, yg bisa di lakukan hanyalah menangis dan menangis. Kata orang tangisan bayi merupakan sebuah pertanda bahwa memang perjalanan hidup nantinya akan lebih banyak di hiasi oleh kesedihan dan kepedihan daripada kebahagiaan dan kesenangan.

Lambat laun dg di bawah asuhan kedua orang tua, sang bayi beranjak menjadi semakin besar, kemudian tanpa terasa tumbuh menjadi remaja, selang beberapa tahun menjadi dewasa, tua dan pada ahirnya mati. Realita demikian adalah niscaya pada semua manusia tanpa terkecuali, walaupun manusia melangkah dalam rangkaian takdir yg berbeda.

Pada zaman dulu ada seorang raja persia yg bernama zemire, tertarik dengan sejarah anak manusia dari zaman adam sampai masa dirinya hidup, maka di panggillah olehnya para pujangga yg ahli dalam menuliskan sejarah anak manusia. Beberapa waktu lamanya (20 tahun) para pujangga baru bisa menyelesaikan tugas yg di berikan sang raja, suatu hari tibalah waktunya mereka menghadap sang raja untuk menyerahkan hasil karya mereka, mereka datang dg satu iringan yg membawa 12 ekor unta, masing-masing unta datang dg membawa beban sejumlah 500 jilid buku sejarah anak manusia. Sungguh sebuah hal yg sulit dan mustahil bagi sang raja untuk dapat menyelesaikan bacaan yg demikian banyak itu sehingga muncul kembali titahnya agar menjadikan buku sejarah tersebut lebih ringkas, beberapa tahun kemudian selesailah proyek penulisan sejarah manusia yg ke 2 yg hanya di bawa oleh 3 ekor unta, namun sang raja kembali meminta buku-buku tersebut untuk lebih di ringkas lagi, begitulah seterusnya sampai suatu hari sang raja dalam keadaan terbaring sakit, raja menyesal karena dia belum sempat membaca keseluruhan buku tentang sejarah anak manusia sementara kematian sebentar lagi menjelang. Pada ketika itu menghadaplah salah seorang pujangga yg masih hidup diantara para pujangga yg menulis sejarah itu dengan membawa 1 buku tebal, sang raja tetap merasa tidak mampu untuk membaca seluruh isinya. Pada ahirnya sang pujangga berkata pada raja, yg mulia aku telah meringkaskan keseluruhan sejarah anak manusia untukmu hanya dg tiga kalimat..manusia lahir, menderita, kemudian mati.

Ya, manusia di lahirkan, letih dalam penderitaan dan kemudian mati. Itulah ringkasan sederhana dari seluruh kehidupan anak manusia, dari adam sampai cucunya yg terahir hidup di dunia ini. Tampaknya tidak ada yg bisa menyederhanakan kehidupan manusia seperti apa yg di sederhanakan oleh Tuhan dalam firmannya "Laqod kholaqnal-insaana fii kabadin, sesungguhnya manusia di ciptakan dalam keadaan susah payah. Q surah albalad: 4. Susah payah adalah kata lain dari letih.

Lihatlah, rasakan dan renungkan kehidupan manusia hari demi hari, tiada yg berbeda, berangkat di pagi hari untuk menjalani aktivitasnya, dan jika hari telah senja mereka pulang ke rumah kembali sambil membawa rasa letih, istirah sebentar di malam hari dan besok kembali akan bertemu dg keletihan yg baru, begitulah selanjutnya sampai tiba di suatu hari ketika ajal benar-benar telah menghentikan langkahnya. Ketika ada langkah yg terhenti berarti satu layar sejarah anak manusia telah di tutup dan akan berganti dg sejarah baru anak manusia lainnya yg persis sama, sama dalam keletihan.

Di suatu sudut tembok sejarah terpampang sebuah tulisan "kita ada di sini karena ada yg telah pergi", yg telah pergi itu adalah para orang tua, para nenek moyang yg telah lebih dahulu menjalani hari-hari yg meletihkan pada masa hidupnya dan keletihan akan terus di wariskan pada sejarah hidup anak-anak cucunya sampai usia dunia berahir, ternyata duniapun ikut merasa letih.

Seorang agnostis (atheis) berkata, untuk apa kita menjalani segala ritual ibadah yg meletihkan jika pada ahirnya tidak ada balasan apapun untuk kita karena jika kita mati kita hanya akan menjadi tanah. Saya berkata, ya tidak apa-apa kalau memang demikian adanya tapi kalau ternyata hari pembalasan itu benar-benar ada betapa ruginya dirimu hai agnostis, hidup di dunia yg cuma sebentar tapi meletihkan ini akan di susul oleh kehidupan abadi dengan keletihan yg lebih parah yg akan dirimu rasakan.

Demikian dan begitulah, biarlah segala keletihan kita rasakan selama hidup di dunia ini tapi sebisa mungkin kita berusaha untuk menjadikan segala keletihan tidak berahir dg sia-sia dg cara memperbanyak amal baik pada Tuhan dan sesama manusia. So, Tidak ada sesuatupun yg tidak di balas Tuhan, Tuhan tahu kita begitu letih menjalani kehidupan ini, jadi Tuhan juga tau cara menyediakan tempat yg nyaman untuk kita istirah dari segala keletihan itu, tempat yg nyaman itu adalah sorga.

Di dalam sorga ada segala sesuatu yg di inginkan oleh manusia. Keinginan manusia adalah bebas dari segala keletihan.

> Halaaah nglantur.

Minggu, 14 Desember 2008

Jangan-jangan saya telah kafir

Malam ini mata saya sangat sulit untuk di pejamkan, beberapa saat lalu sempat ngantuk berat dan sempat pula sukma melayang sebentar tak ingat apa-apa tp cuma sebentar kemudian terbangun dan tidak bisa ngantuk lagi. Memang dari sore ada rencana kalau malam ini saya tidak akan tidur atau kalau terpaksa tidur juga sebentar saja sebab dini harinya ada tayangan favorit di televisi yaitu sepakbola liga italy, yg lebih bikin semangat lagi yg berlaga nanti adalah AC milan VS juventus jadi pertandingan pasti seru abis.

Dari pada suntuk nunggu, saya baca-baca buku sebentar, dengar musik juga sebentar di lanjutkan dengan memutar mp3 murottal yg melantunkannya adalah anak kecil, subhanallah demikian merdunya. Sehabis mendengarkan bocah kecil ngaji lalu saya juga putar suara murattal Musyari rasyid. Di antara para pembaca Alquran yg paling saya kagumi Musyari rasyid lah yg terbaik menurut saya, selain suaranya mantap lagunya juga ok, saya meni'mati bacaannya, hingga ketika Musyari rasyid melantunkan doa khotmil quran, entah mengapa tiba-tiba air mata tak terasa berlinang dengan derasnya tanpa bisa saya bendung,

seketika itu pula tiba-tiba terlintas dalam fikiran saya untuk nulis di blog dg tema seperti judul di atas, tulisan ini entah runtut apa tidak atau ada hubungannya tidak paragraf per paragrafnya, saya tidak peduli, seseorang bisa nulis apa saja tanpa harus memenuhi standar yg baku dalam kaidah tulis menulis, yg penting saya bisa paham tentang apa yg saya tulis, begitulah saya kadang menulis dengan paragraf-paragraf yg panjang tapi tidak koheren satu sama lainnya, nda papa toh saya kan bukan profesional tp hanya sekedar iseng-iseng jadi tulisannya juga kadang terkesan bergaya abstrak, lho emangnya ada tulisan bergaya abstrak? kaya lukisan aja. egp.

Btw mengapa judul di atas saya pilih? saya bukan menyatakan diri bahwa saya telah kafir tp ini hanya rasa kehawatiran saya saja yg terlalu berlebihan setelah beberapa lalu saya sebentar merenungi diri.

Kafir bisa memiliki banyak arti, bisa di artikan dengan ingkar, tertutup atau ada juga yg mengartikan kafir dg petani namun yg saya maksud disini adalah kafir yg dalam arti ingkar, ingkar terhadap ajaran kebenaran, tertutup dari jalan petunjuk.

Mengapa, kenapa dan bagaimana bisa? O my God, jangan-jangan mata saya telah kafir karena lebih suka melihat hal-hal yg di larang agama daripada membaca Alqur'an, membaca buku dan melihat kebesaran alam raya. Jangan-jangan mata saya telah kafir karena lebih banyak mendongak daripada menunduk, padahal Tuhan menyuruh orang yg beriman supaya selalu menundukkan pandangannya dari perbuatan tercela dan haram.

Jangan-jangan lidah saya telah kafir karena lebih banyak mempergunjingkan orang lain dari pada memuji kebesaran Tuhan, lidah ini kerap kali tidak terkendali dan tanpa di sadari telah menghina kehormatan manusia lain, lidah yg tak bertulang ini juga kadang berbicara sesuatu yg sebetulnya tidak perlu, memonyongkan diri kesana kemari merasa diri lebih dari yg lain, sialan, celaka kau lidah, gigit lah kuat-kuat dg gerahammu agar lidah tidak lepas kendali dan jadi kafir!

Jangan-jangan telingaku juga telah kafir karena lebih suka mendengarkan perkataan-perkataan buruk dari pada khotbah para Ulama, telinga ini lebih suka nimbrung di majlis ghibah dari pada duduk di majlis dzikir, telinga ini lebih suka mendengar desah erotis Mariah carey dari pada mendengar takbir Habib riziq dan dan dan.

Jangan-jangan tanganku juga kafir karena suka mengmbil sesuatu yg bukan haknya, tangan ini suka menunjuk orang lain dengan pongah, tangan ini suka mengarahkan telapaknya pd pelipis-pelipis yg tidak berdosa.

Jangan-jangan kakiku juga hatiku juga jiwaku dan seluruh sumsum tulangku dan semua yang ada di Tubuhku juga kafir karena bertolak belakang dg maksud tujuan Tuhan dalam menciptakan tubuh ini.

Ah malu rasanya menceritakan semua detil tubuhku karena jangan-jangan setiap helai rambut dari kepalaku juga telah kafir. Ah sudahlah sampai sini saja saya nulis so Ac milan dah mulai main, tp sebelumnya saya mau sholat malam dulu dan insyAllah setelah ini saya akan selalu menggumamkan kalimat naudzu billah, meminta perlindungan kepada Allah dari segala kekafiran setiap inci tubuh saya. mudah-mudahan Allah berkenan mendengar doa saya. Amien.

Bersambung nanti...dg topik yg lain.

Celoteh anak negeri

Saya lahir di Indonesia, tumbuh dan berkembang juga di indonesia. minum dari air yg ada di indonesia, makan juga dari makanan yg ada di indonesia, mendapat pendidikan ala pendidikan yg ada di indonesia, bergaul dg cara pergaulan yg ada di indonesia, beberapa kali mendapat hadiah dari para pemimpin yg ada di indonesia, pergi kesana kemari melintasi laut, darat dan udara masih di tanah indonesia, bla bla bla.

Oleh sebab itu saya cinta negeri ini hingga jika darah dan nyawa di minta supaya di persembahkan bagi negeri ini saya rela serela-relanya, maka alangkah sedihnya saya jika melihat di negeri yg saya cintai ini orang-orang yg di serahi tugas memimpin negeri ini justru pada korupsi, tatanan kehidupan menjadi rusak dan rakyat yg seharusnya meni'mati indahnya alam kemerdekaan di negeri yg subur ma'mur gemah ripah loh jinawi ini malah banyak yg terpuruk di jurang kemiskinan.

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku, begitulah bunyi salah satu bait lagu kebangsaan yg menjadi kebanggaan negeri ini, saya sering terharu jika melihat ada duta-duta indonesia dalam bidang olahraga misalnya berdiri menyanyikan lagu ini di iringi merah putih yg di kibarkan di negara orang, saya turut bangga dan kadang sampai menitikkan air mata. Ternyata kita masih ada harganya di mata dunia walaupun kerap saya dengar betapa sering orang-orang luar mengolok-olok, mencemooh, mengejek orang indonesia yg berada di luar negeri. tidak usah jauh-jauh, malaysia yg merupakan saudara satu rumpun kadang begitu berani menampar wajah negeri yg besar ini, kekalahan indonesia dalam mempertahankan blok ambalat, pencaplokan nilai-nilai budaya indonesia oleh mereka dan derita para TKI di sana yg di anggap sebagai warga kelas tiga di sana sekaligus pengusiran-pengusiran yg di lakukan pemerintah malaysia pada para TKI itu adalah merupakan beberapa contoh kecil bahwa di mata malaysia yg notabene sebuah negeri yg lebih kecil dari indonesia sudah tidak menghormati kita lagi, wibawa kita runtuh di mata malaysia.

Indonesia tercinta perlu memulihkan kembali nama baiknya di mata dunia, namun sebelumnya pembenahan interen di setiap lini perlu di galakan terus, berantas korupsi sampai ke akar-akarnya, adili para koruptor seberat-beratnya tanpa pandang bulu, tingkatkan standarisasi nilai moral bagi calon pemimpin dan pemerintah jangan banyak membual dg bualan-bualan konyol yg membuat rakyat tidak peduli lagi dg pemerintah dan nanti akan berujung pada sikap apatis rakyat terhadap negeri ini di sebabkan pemerintah gagal memperbaiki taraf hidup mereka.

Sebuah negara memerlukan para pemimpin, para pemimpin di butuhkan untuk mengatur segala sesuatu yg berkaitan dg perbaikan negara yg di pimpinnya termasuk mengentaskan rakyat dari segala himpitan yg di rasakan oleh mereka, apa guna pemimpin berganti dari zaman ke zaman kalau taraf hidup rakyat tetap saja stagnan bahkan mengalami kemunduran. Jangan sampai kepercayaan rakyat pada pemerintah semakin hari semakin berkurang atau bahkan hilang sama sekali akibat ketidak beresan dalam memimpin, kasihan indonesiaku jika pada ahirnya akan hancur, ingatlah bahwa untuk memerdekakan negeri ini telah merenggut ribuan nyawa dan genangan darah yg tidak sedikit, tolonglah wahai para pemimpin bikinlah para pahlawan tersenyum, bawalah negeri ini keluar dari segala problem yg ada, jika tidak mampu berhentilah jangan memaksakan diri so mungkin masih ada yg lain yg bisa meringankan segala penderitaan bangsa ini.

Sabtu, 13 Desember 2008

Mari belajar Alquran

Alquan adalah kitab suci firman Allah SWT yg di turunkan pada hambanya yg suci, seorang Nabi yg bernama Muhammad SAAW yg di maksudkan utk memperbaiki pri hidup manusia baik yg berhubungan dg kehidupan individual maupun tata pergaulan antar manusia, di dalamnya berisi tentang kisah-kisah umat manusia terdahulu sebagai i'tibar bagi ummat Muhammad akibat apa yg akan menimpa ummat ini jika berlaku seperti ummat-ummat terdahulu, Alquran menyuruh ummat ini untuk belajar dari kejatuhan ummat masa lalu, kemudian Alquran juga memaparkan tentang hukum-hukum kemanusiaan dr mulai zaman nabi sampi ahir zaman serta perma'luman kepada seluruh manusia bahwa Tuhan adalah esa.

Membaca Alquran walaupun tidak mengerti maksudnya akan mendatangkan pahala bagi yg membacanya, itulah yg di sepakati oleh para ulama walaupun tentu akan lebih baik lg jika setelah di baca Alquran di pahami, di tadabburi dan di tafakkuri kemudian di ejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nabi Muhammad SAAW bersabda, khoirukum man ta'allamal-qur-aana wa'allamahu.
Sebaik-baik kamu adalah orang yg belajar Alquran dan kemudian mengajarkannya pada orang lain ( HR Bukhari, Ibnu majah, Abu dawud dan Tirmidzi).

Dalam beberapa kitab hadits, hadits ini di nyatakan dengan huruf "laa" (yg artinya dan) ya'ni belajar dan mengajar sebagaimana tersebut di atas. Dengan demikian maka pahala terbesar adalah bagi siapa yg belajar Alquran lalu mengajarkannya pada yg lain, tetapi pada beberapa kitab yg lainnya hadits ini di riwayatkan dengan huruf "au" (yg artinya adalah atau") ma'na yg demikian adalah yg terbaik diantara kamu ialah yg belajar Alquran atau mengajarkannya, dg penjelasan hadits ini maka pahala yg di peroleh keduanya sama saja, baik ia belajar untuk diri sendiri atau mengajarkannya pada yg lain.

Alquran adalah pondasi utama agama islam, maka menjaganya serta menyebarkannya bergantung pada keyakinan ini. Dengan demikian keutamaan belajar dan mengajarkannya telah di ketahui dg sangat jelas.

Walau bagaimanapun terdapat tingkatan kebaikan yg berlainan, yg terbaik adalah mempelajari Alquran berikut ma'nanya dan maksudnya, sedangkan sekurang-kurangnya adalah belajar mengenai lafadzhnya dulu.

Pada beberapa waktu yg terahir kehidupan keagamaan ummat islam sungguh sangat menyedihkan, para pemuda yg menjadi harapan bagi masa depan agama ini tampak tidak akrab lagi dengan yg namanya Alquran, mereka lebih gemar terhadap hal-hal yg sebetulnya tidak berguna, daripada duduk-duduk di masjid utk mempelajari Alquran mereka lebih suka nongkrong di mall atau di kafe-kafe menghabiskan waktu yg tiada guna.

Di kampung-kampung juga semarak suara Alquran setelah sholat maghrib di setiap rumah seperti di era 80an sampai 90an kini tidak terdengar lagi, mereka lebih suka nongkrong di depan tv melihat tayangan-tayangan yg kadang kurang mendidik nurani manusia, tidak orang tua tidak anak-anak semua sama saja lebih suka pada hal-hal yg tidak berguna, nampaknya era globalisasi di segala bidang telah mengakibatkan manusia tidak lagi rindu akan perbaikan diri teristimewa perbaikan yg berhubungan dengan kehidupan beragama.

Jika demikian siapa yg mesti bertanggung jawab terhadap segala kemunduran ini, bagaimana mungkin agama ini akan kembali mencapai puncak kejayaan jika ummat tidak lagi menaruh perhatian terhadap kitab sucinya? lihatlah betapa banyak dari ummat ini yg sama sekali buta akan Alquran, membacanyapun mereka tidak bisa apalagi mengetahui maksudnya!

Nampaknya benarlah sabda Nabi yg menyatakan bahwa di besok hari ummat ini akan berkembang menjadi ummat yg besar tapi tidak mempunyai wibawa di mata ummat-ummat lainnya, seolah-olah ibarat buih di tengah lautan terombang ambing kesana kemari. Inilah ummat islam, ummat yg tidak peduli lagi akan panduan hidup bagi mereka, ummat islam adalah kapal besar yg sebentar lagi akan karam sementara tidak ada satupun nahkoda yg sanggup membawanya menuju dermaga yg ada di ujung sana.

Wahai ummat islam kembalilah pada Alquran, cintai, pelajari, tadabburi, tafakkuri dan amalkan lah isinya.

Jumat, 12 Desember 2008

Hati (alqolbu) yg suci

Ketinggian derajat manusia di sisi Allah SWT dan di sisi manusia lainnya adalah di dasarkan pada kesucian hatinya, kelapangan dada, dan suka berbuat baik terhadap sesama manusia.

Allah SWT memuji Nabi ibrahim AS karena ibrahim memiliki hati yg suci, jiwa yg luhur dan iman yg kuat. Hati yg suci adalah hati yg bebas dari menyekutukan Tuhan, mencintai sesama manusia selayaknya mencintai dirinya sendiri dan selalu memaafkan segala kesalahan manusia betapapun buruk perlakuan terhadapnya.

Hati yg suci adalah hati yg bersih dr keraguan, kemunafikan, riya', dengki, merasa paling hebat, dan sifat tercela lainnya.

Nabi di dalam doanya memanjatkan Allahumma inni as-aluka qolban saliimaa.
Ya Allah aku meminta padamu hati yg selamat/suci. hati yg selamat adalah hati yg di jauhkan dr segala bencana hawa nafsu dan lintasan-lintasan yg buruk, hati yg selalu rindu akan ridho Tuhan.

Ulama ahli jiwa memberikan solusi pada kita cara untuk memperbaiki hati yaitu dg cara
1. Membaca Alquran dg tadabbur, menghayati setiap kalimat yg kita baca.
2. Menyedikitkan makan.
3. Qiyamul-lail
4. Merendahkan diri di hadapan Allah pd waktu sahr.
5. Berkumpul dg orang-orang yg shalih.
6. Banyak merenung
7. Menyingkirkan diri dari orang-orang yg bergurau yg berlebihan.
8. Meninggalkan perbincangan tentang hal-hal yg tidak berguna.
9. Makan hanya yg halal saja, dan ini adalah merupakan puncak dr semuanya.
Jika ingin punya hati yg bersih suci jauhilah makanan yg haram, baik haram dr segi fisiknya maupun haram dr segi sifatnya. jangan pernah mimpi ingin punya hati yg suci jika anda adalah koruptor, penipu, suka makan harta yatim, dan dzhalim terhadap sesama.

Ahirnya, Walaa tukhzinii yauma yub'atsun, yauma laa yanfa'u maalun walaa banuun, illaa man atal-laaha biqolbin saliim.

Kamis, 11 Desember 2008

Surat untuk kekasihku safira rahadian

Safira kekasihku... Tuhan Allah pernah berfirman pada nabi musa AS, carilah Aku di antara orang-orang yg hancur hatinya, semakin hancur hati seseorang berarti semakin dekat dia dg Tuhan, adakah keni'matan hidup yg lebih indah daripada dekat dengan Tuhan? wahai kekasihku, kehancuran hati bukanlah ahir dari segalanya!

Dian kekasihku..Syaih Muhammad alghozali pernah berkata, manusia yg perkasa adalah manusia yg sanggup keluar dari segala kehancuran betapapun kehancuran begitu parah menerpa. kuatkan hati dan tekad untuk selalu bersedia dalam menerima kehancuran dan segeralah untuk berusaha keluar dr kehancuran itu dengan hati dan tekad yg kuat pula, ingatlah pula bahwa Tuhan akan selalu memberikan solusi bagi hambanya.

Safira rahadian kekasihku...Muhammad SAW sang nabi pernah bersabda, sungguh mengherankan keadaan orang mu'min, jika dia mendapat kesenangan kemudian bersyukur itu akan baik baginya, dan jika dia mendapat penderitaan kemudian bersabar itu juga akan baik baginya, jadi tiada hal yg menimpa orang yg beriman yg sia-sia, bersabarlah kekasihku sambil terus berusaha untuk mencari solusinya!

Kekasihku...dalam perjalanan hidup yg kita lalui selalu ada dua hal yg menyertai kita yaitu kebahagiaan yg karenanya kita tertawa naik..seolah-olah sebuah kereta yg "gemerlapan", namun suatu hari kitapun mau tidak mau akan melalui penderitaan, kita seolah-olah berjalan di bawah terik sinar matahari atau basah kuyup tersiran hujan yg membadai. ya begitulah, kita kadang berjalan bersama angin sejuk segar, tenang penuh kedamaian, namun suatu saat kitapun akan tergelincir, terperosok bahkan terpelanting karena jalan miring, curam serta angin yg membadai. itulah hidup kekasihku,..sakit, sehat, sedih, gembira akan selalu silih berganti tapi jiwa harus selalu sadar karena dalam jiwa yg sadar akan selalu ada ketegaran dan kesegaran dalam menempuh aneka ragam bunga kehidupan..

Dian...sesungguh perjalanan hidup adalah perjalanan yg indah dan menyenangkan, hidup ini indah karena di warnai dg pukulan-pukulan kesakitan yg kadang mendera kita, hidup ini menyenangkan karena kita di tantang oleh kesulitan dan penderitaan untuk menunjukkan keberadaan kita sebagai manusia yg sebenarnya, tanpa kesulitan dan penderitaan kita tak kan pernah dewasa, tak kan berkembang dan sulit untuk mengenal diri sendiri.

Dian...Lihatlah air di sungai itu...kadang keruh, kotor penuh sampah, tp suatu saat akan kembali bersih,jernih, begitupun dg segala penderitaan yg kita alami, kesakitan yg kita rasakan, setiap saat akan terjadi perubahan. yah begitulah hidup...karenanya kita harus menimati detik-detik yg berjalan dg sepenuh hati, apapun yg terjadi. sungguh sayang jika waktu kita biarkan berlalu dg sia-sia, "lan tarji'al-ayyamal-lati qod madhat", begitulah apa yg telah terjadi tak akan pernah kembali, cepat atau lambat perjalanan akan berahir. tersenyumlah, smile, tabassam wahai kasihku...

Safira rahadian...hidup adalah berkah Allah yg terbesar yg di limpahkan pada kita, jangan sampai terlewatkan tanpa arti, kita lahir ke dunia sambil menangis karena akan memulai perjalanan yg tidak kita mengerti, sesuatu yg asing akan kita jalani. mudah-mudahan dalam kehancuran tetap ada senyum, senyum yg kan kita bawa sampai perjalanan hidup berahir, setelah kita menyelesaikan semuanya dg baik, husnul khotimah...

kiranya cukup sampai di sini tulisan ini kekasihku...semoga dirimu tidak bosan untuk membacanya..hadapilah semuanya dg segenap iman yg ada dalam hatimu, laa tahzan innallaaha ma'anaa.

Salam manis selalu.
By: kekasih jiwamu

Padepokan pageur ageung-desember-2008.

Islam agama yg mudah

Ada tiga prinsip di dalam aturan-aturan hukum islam yg menyebabkan islam menjadi agama yg mudah utk di ikuti manusia. Islam datang dari Allah yg maha agung, sudah barang tentu Allah memahami kelemahan yg ada pada manusia sehingga sangat mustahil kalau Allah akan membuat aturan-aturan hidup yg semena-mena yg akan memberatkan manusia. Allah berfirman, Allah berkehendak utk meringankan kamu, dan manusia di ciptakan dalam keadaan lemah. Annisa': 23.

1. 'Adamul-haroj.

'Adam artinya tidak ada, alharoj artinya susah, sempit atau dalam bahasa jawanya rupek, jadi 'adamul-haroj adalah tidak ada kesempitan/kesusahan di dalam agama islam. 'adamul-haroj adalah salah satu di antara ketentuan dalam penerapan hukum yg ada dalam islam terutama berkenaan dg mereka yg baru memeluk islam sebab dg kurangnya penerangan tentang masalah ini banyak orang islam yg tidak sanggup untuk menarik perhatian orang di luar islam supaya menjadi tertarik terhadap islam, bahkan banyak di antara orang islam sendiri yg menyempitkan jalan untuk maju dg segala kemudahan yg ada dalam islam, mereka menutup jalan bagi diri sendiri dan orang lain untuk menaruh perhatian terhadap islam, akibatnya adalah banyak anak-anak dr agama ini yg lebih memilih keluar dari islam yg mereka anggap sebagai agama yg terlalu banyak aturan yg memberatkan, sungguh tragis jika islam hanya di pandang dr segi hukum pancung, potong tangan, jenggot, jilbab dan tetek bengek hukum lainnya yg sifatnya kondisional. padahal entah berapa puluh ayat di dalam Alqur'an yg menegaskan akan segala kemudahan dalam agama ini. salah satu contohnya adalah ayat Wamaa ja'ala 'alaikum fid-diini min haroj,
Alhaj: 78.
tidak kami jadikan di dalam agama ini kesempitan. kemudian ada pd surah al-a'raf 158, albaqarah 185 dan 286, annisa' 28, almaidah 6 dan masih banyak lagi ayat-ayat yg sejenis yg menggambarkan betapa agama islam mudah untuk di ikuti. tidak kalah penting juga banyak hadits yg memperkuat argumen-argumen yg ada dalam Alqur'an. Nabi pernah bersabda dalam haditsnya yg terkenal
yassiru wa-laa tu'assiru basy-syiru walaa tunaffiru. mudahkanlah jangan mempersulit, beri kabar gembira jangan bikin mereka lari (HR bukhari).

2. Taqlilut-takalif.

Taqlil artinya sedikit, takalif adalah jama' dr taklif artinya beban. Taqlil takalif berarti meminimalisir beban. jika islam mempunyai ketentuan 'adamul-haroj maka dg segala kemudahan yg ada otomatis bebanpun menjadi berkurang sebab dg banyaknya beban berarti seseorang menjadi susah atau sempit.

Perhatikanlah dan fikirkanlah kandungan ayat Alqur'an di bawah ini yg artinya Hai segala mereka yg punya iman jangan kalian bertanya tentang sesuatu yg jika di ungkap akan memberatkan kalian dst. almaidah 101.
Kaum muslimin di perintahkan utk tidak bertanya tentang hal-hal yg akan memberatkan merekan sendiri tentang hukum-hukum yg belum ada ayat alqur'an untuk menjelaskannya sebagaimana telah kejadian pd umat-umat terdahulu yg bertanya tentang banyak hal namun kemudian menjadi ingkar dan menentang setelah datang penjelasan pd mereka. jadi jalankanlah saja hukum yg sudah ada jangan bertanya macam-macam yg nanti hanya akan menambah beban kalian. Nabi sering sekali diam terhadap pertanyaan yg di ajukan sahabat karena khawatir jawabannya akan menyebabkan terjadinya hukum baru yg membuat sulit kaum muslimin, contohnya ketika seorang sahabat bertanya apakah ibadah haji wajib di laksanakan tiap tahun, nabi mendiamkan pertanyaan itu dan hanya berkata dzaruunii maa taraktukum, perhatikan lah saja apa yg telah aku tinggalkan utk kalian dan jang banyak bertanya sebab dg banyak bertanya kalian akan binasa seperti umat-umat terdahulu.

3. Tadrij fit-tasyri'.

Tadrij artinya berangsur-angsur fit-tasyri' artinya dalam menetapkan undang-undang.

Islam datang di tengah-tengah masyarakat arab yg sudah tentu memiliki tradisi yg telah berlaku, diantara tradisi-tradisi yg ada, ada yg bertentangan dg islam seperti kebiasaan minum khomr. maka islam akan membiarkan segala tradisi yg baik dan membasmi segala tradisi yg buruk namun wlupun di anggap buruk islam tidak serta merta membasminya seketika itu juga. Contohnya yg berhubungan dg khomr, terlebih dahulu mereka diajak berdialog, lebih banyak manakah manfaat dan madhorot dr khomr itu, ketika mereka sudah memahami bahwa di dalam khomr justru madhorot yg lebih besar dr manfaatnya aturan di kembangkan agar mereka meninggalkan minum khomr sebelum sholat di laksanakan sampai sholat selesai namun khomr tetap belum di haramkan dan ketika kesadaran para muslimin terhadap islam meningkat barulah muncul ultimatum dr Alqur'an melalui lisan Nabi Muhammad bahwa khomr adalah kotor dan orang yg meminumnya di anggap telah melakukan perbuatan syetan, barulah ketika itu muncul undang-undang bahwa hukum khomr adalah haram.

Selasa, 09 Desember 2008

Alqur'an adalah firman Tuhan

Dan jika kamu dalam keraguan terhadap apa yg kami turunkan pd hamba kami (Muhammad) maka datangkanlah satu surah saja yg sebanding dg Alqur'an dan ajaklah para pembantu kamu selain Allah, jika kamu orang-orang yg benar. Q albaqarah:23.

Kalau ada di kalangan orientalist atau orang-orang di luar islam atau bahkan dari orang islam sendiri yg menuduh bahwa Alquran bukan wahyu dari Tuhan yg di turunkan pd Nabi Muhammad SAW, atau ada yg menuduh bahwa Alquran adalah bikinan Muhammad sendiri maka kita bisa bantah pendapat demikian setidaknya dg 4 hal saja.

Pertama, kalau betul Alquran adalah bikinan Muhammad sendiri, tentu sebelum beliau di utus menjadi Nabi sudah ada kata-kata beliau yg serupa dg Alquran, sebagaimana yg biasa terjadi di kalangan ahli filsafat dan para pujangga yg ada di dunia ini, tetapi yg demikian tidak terdapat pada di Nabi. contoh, sokrates ahli filsafat yg hidup pd tahun 470 SM, sebelum dia terkenal sebagai ahli filsafat yg besar banyak kata-katanya yg mengandung falsafah telah di ketahui oleh kawan-kawannya atau murid-muridnya sebelum beliau menjelma menjadi filosuf yg besar. demikian juga yg terjadi dg murid socrates yg bernama plato dan murid plato yg bernama aristoteles, banyak kata-katanya yg mengandung falsafah telah di ketahui oleh sahabat-sahabatnya sebelum keduanya menjadi filosuf yg besar. Tetapi keadaan Nabi tidaklah begitu, kata-kata yg mengandung Alquran tidak pernah keluar dari lidahnya sebelum beliau resmi di utus menjadi Rasul/Nabi.

Kedua, kalau betul bahwa Alquran adalah bikinan Muhammad tentu sebelumnya sudah ada rancangan dan rencana pembuatan Alquran yg telah di ketahui lebih dulu oleh para sahabatnya yg akrab terutama istrinya sendiri yg bernama khadijah, sebagaimana terjadi di kalangan ahli politik misalnya segala rancangan atau rencana yg ada di kepalanya telah di ketahui oleh sahabat maupun istrinya melalu pembicaraannya, curhatnya atau keluhannya dan menurut kebiasaan para politikus tdk dapat menyembunyikan rancangan dan rencana politiknya pada sahabat dan pengikutnya yg setia, karena tentu saja utk melaksanakan rencana politnya seorang politikus perlu dukungan dan bantuan orang lain, bagaimana mungkin hal tersebut dapat di dukung kalau tidak di ketahui maksud dan tujuannya? bahkan kerap kali rencana telah bocor lebih dahulu sampai ke telinga musuh-musuhnya sehingga pd ahirnya gagallah rencana politiknya utk di jalankan tp yg demikian tdk pernah terjadi pd Nabi bahkan beliau sendiri tdk mengetahui akan menerima wahyu berupa Alquran.

Ketiga, kalau betul Alquran adlh bikinan Muhammad maka tantangan yg beberapa kali di sampaikan Alquran agar para lawan membuat ayat yg nilai sastranya sebanding dg Alquran tentu akan di terima dg gembira oleh para penantangnya, bukankah itu adlh salah satu jalan bagi mereka utk memberangus Muhammad dan Alqurannya supaya tidak terseber lebih luas? pd kenyataannya sampai hari ini tiada satupun mahluq yg membuat rangkaian kata yg seindah Alquran. bukankah dulu di zaman Muhammad kebudayaan sastra arab sedang berada di puncak kejayaannya? sehingga di mana-mana para sastrawan saling beradu kata-kata sebagai simbol dr kebanggaan suku masing-masing jika berhasil memenangkan karya sastranya atas yg lain. Nabi Muhammad sebelum di utus jadi Nabi tdk terkenal sbgai sastrawan bahkan di kalangan sukunya sendiri.

Keempat, para pakar bahasa arab pd masa Muhammad pernah mendatangi Nabi membujuk nabi supaya tidak melanjutkan pembacaan dan penyiaran Alquran, bujukan itu di jawab Nabi dg membaca beberapa ayat Alquran, mendengar Alquran di bacakan mereka tercengang dan pada ahirnya kembali pada kaumnya sambil berkata bahwa apa yg di bacakan oleh Muhammad bukanlah susunan kata-kata manusia.

Bukankah dg adanya kesaksian tadi dan bukti-bukti yg telah di sebutkan di atas, menunjukkan dg pasti bahwa Alquran adalah wahyu dr Allah SWT, dan bukan produk dr Nabi Muhammad karena beliau di kenal sebagai ummyy, tidak bisa menulis dan membaca sementara Nabi tdk pernah berguru pd orang-orang sebelumnya, Nabi juga tdk di kenal di kalangan sastrawan maupun pakar bahasa arab ketika itu.

Wallahu a'lam

Senin, 08 Desember 2008

Indahnya Toleransi

Toleransi adalah merupakan suatu keharusan yg wajib di miliki oleh setiap manusia dalam mengarungi kehidupan ini. tanpa toleransi kehidupan akan mengalami kesemrawutan yg sangat parah mengingat kecenderungan manusia yg begitu beragam, seseorang tak dapat memaksa orang lain untuk mengikuti kecenderungannya manakala dia sudah memiliki kecenderungan yg telah menjadi pilihan bagi hidupnya, hal ini berlaku mulai dr skala kecil setingkat keluarga maupun dalam skala yg lebih luas lagi.

Kita lihat segala pergolakan yg terjadi di negara ini, beberapa waktu lalu kerusuhan demi kerusuhan timbul, perbedaan kecil yg seharusnya bisa dengan mudah di atasi malah berubah menjadi konflik yg tiada berujung bahkan yg lebih tragis lagi adlah ketika sekelompok manusia tega membunuh manusia lainnya atas nama ideologi tertentu. lihatlah kerusuhan di aceh, ambon, pontianak, poso dan daerah lainnya lalu lihat pula bom demi bom yg kerap terjadi yg membuat kesedihan dan kepedihan begitu tumpang tindih yg akibatnya adalah tercabik-cabiknya keharmonisan, keserasian dan keseimbangan kehidupan.

Ya segala peristiwa itu lahir dr manusia-manusia yg buta sama sekali akan ma'na toleransi!

Sesungguhnya kita tidak faham sepenuhnya akan hakikat kehidupan ini sehingga apa maksud dr iblis yg tidak toleran saja pada adam ketika Allah memerintahkannya bersujud supaya tidak ada sejarawan manapun yg menceritakan permusuhan yg begitu abadi? kenapa pula qabil tidak toleran saja pada habil supaya tidak terjadi pembunuhan pertama yg begitu di kenal dlm sejarah kehidupan? itu adalah bintik-bintik hitam yg tidak dapat di hapus oleh air dalam kehidupan apapun.

Sayang duhai sayang, ketiadaan toleransi tidaklah berubah oleh pergantian masa, suasana, ruang dan waktu. di suatu zaman kita mengenal adanya namrudz, fir'aun, jalut, herodes, abu jahal dan abulahab yg merupakan butawan-butawan toleransi dr zaman, suasana, ruang dan waktu yg berbeda, demi Tuhan wajah kehidupan begitu kelam jika kt sempat membaca sejarah mereka semua.

Jika kita bisa melihat kehidupan masalalu lewat pintu sejarah, di zaman sekarang begitu banyak informasi yg kita tau dr banyak media tentang masih adanya para butawan toleransi yg tidak kalah mengerikan dr generasi yg telah lalu, ada george w bush, jhon howard, toni blair, polpot serta saddam hussain yg br beberapa taun lalu meninggal dan manusia-manusia menjijikan lainnya yg angan kitapun bahkan enggan utk mengingatnya.

Ada juga para pembunuh toleransi yg mengatas namakan islam dan jihadnya, alasan apapun tidak akan di benarkan oleh islam ketika osama bin laden-jika benar dia yg menjadi otaknya-menghancur leburkan dua menara kembar di WTC yg mengakibatkan ribuan manusia tewas secara mengenaskan, lalu ada juga imam samudra, amrozi, ali ghufron dan semacamnya yg ketika hidupnya selalu meneriakkan takbir dg lantang di setiap kesempatan. apa yg mereka fikirkan ketika bertakbir dan apa pula yg mereka fikirkan jika melihat ribuan manusia menangis pilu akibat ulah mereka? Demi Tuhan mereka adalah manusia-manusia pendosa jika para madzhlum tidak berkenan memaafkan mereka.

Mari kita belajar toleransi lewat pintu islam, Nabi suci Muhammad Saaw bersabda dlm salah satu haditsnya bahwa dirinya di utus dg membawa agama yg lurus dan penuh toleransi, dg toleransi beliau berhasil membawa sebagian besar bangsa arab yg terkenal dg fanatik kesukuannya berlabuh ke dalam pelukan islam, kita dapat membayangkan ketika kekuasaan telah berada dlm genggamannya yg memungkinkan beliau dapat memaksa siapapun utk memeluk islam namun beliau tdk melakukannya dan membiarkan yahudi bebas melaksanakan ajaran agamanya sepanjang tidak berkhianat dan bikin onar di dalam daerah kekuasaan beliau. jika demikian perlakuan beliau terhadap manusia yg berbeda keyakinan, terhadap ummatnya tentu lebih dari itu, maka pantaslah jika di katakan bahwa kehidupan Nabi adalah kehidupan terbaik sepanjang zaman, sebelum atau zaman sesudah kehidupan beliau.

Beberapa waktu berselang tibalah sebuah zaman di mana penghianatan terhadap toleransi tumbuh benih demi benih, perang demi perang berkobar di antara sesama muslim, munculnya nabi-nabi palsu, timbulnya firqoh-firqoh dll yg tidak di ragukan lagi telah membawa dampak psikologis dalam jiwa umat islam hingga masa kini. di waktu itu timbul kelompok khawarij di susul syiah dan muncul pula kelompok sunni (ahl sunnah wal jamaah) dan berbagai kelompok lainnya yg hampir semuanya tidak mengenal kata toleransi terhadap kelompok lainnya. sungguh kita patut bersedih dg apa yg telah terjadi dan sungguh tidak ada hikmah apapun dg bermunculannya kelompok-kelompok itu bila sikap toleran tidak di kembangkan.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa perbedaan dlm hal apapun adalah sebuah keniscayaan yg susah utk di elakkan, mengingat latar belakang pemikiran, pendidikkan, lingkungan dan realitas yg ada tp itu semua bukanlah alasan yg bisa menjadi keabsahan untuk menyudutkan, memojokkan dan bahkan menganggap sesat yg berbeda dg kita, yg perlu kita kembangkan di sepanjang sikap toleran kita adalah bahwa kebenaran mutlak hanya milik Allah semata, manusia dalam kelompok apapun tidak boleh menghukumi kelompok lainnya berdasar firman Tuhan dlm al-isro' ayat 84 di situ di tegaskan semua akan beramal menurut kecenderungan masing-masing biarlah nanti Tuhan saja yg mengetahui siapa yg paling benar jalannya. yg kita perlukan adalah sikap toleran, tidak memonopoli kebenaran dan tawadhu' terhadap sesama muslim karena bagaimanapun mereka semua berada dlm kafilah pencari kebenaran.

Alquran yg abadi dalam surah alhujurat aya 10 menggambarkan tentang perlunya ishlah antara sesama muslim karena mereka semua adalah saudara dalam iman, kemudian secara lugas Alquran pun meminta pada seluruh muslim untuk tidak menghina suatu kaum/kelompok/firqoh di sebabkan boleh jadi kelompok yg di hina justru lebih baik dari yg menghina, tidak layak pula bagi sesama muslim untuk saling memburuk-burukkan yg lain dg cara menerapkan istilah-istilah yg buruk bagi yg lainnya, cukuplah ayat ini sebagai bukti akan wajibnya toleransi terhadap kelompok-kelompok yg berbeda dan itu merupakan syarat mutlak bagi terciptanya persatuan seluruh umat islam.

Alangkah indah jika ayat tersebut di jadikan pedoman bagi seluruh kelompok yg ada dalam lingkungan islam, kita bisa ilustrasikan islam sebagai taman bunga, berwarna warni, semua terlihat indah dg aneka warna dan aroma yg semuanya bisa menjadi satu kesatuan dalam keindahan yg manusia akan terpesona dan ingin memetik salah satunya. betapa luas samudra islam sehingga sungai apapun akan bermuara padanya melalu jalur yg berbeda-beda.

Terahir dari apa yg ingin saya tuliskan di sini adalah sabda Nabi yg mulia ketika menyikapi siapa di antara kelompok-kelompok yg akan selamat, Nabi menyebutkan mereka adalah ahl shofa wal-wafa', yai itu manusia-manusia yg jernih hatinya lagi pemurah. Saya kira ahl shofa wal-wafa' bisa terdapat dalam kelompok manapun mengingat Nabi tidak menyebutkan secara pasti kelompok mana yg akan selamat di akhirat kelak. Wallahu a'lam wa-'ilmuhu atam.

Salam

Rabu, 03 Desember 2008

Diary hujan

Saat ini di daerahku cirebon sedang terjadi hujan yg begitu lebat, angin menderu, kilat menyambar, guntur menggelegar dan aliran listrikpun padam yg akibatnya mayapada menjadi gelap hitam pekat, Aku takut ya Allah.

Hujan kadang bisa menjadi rahmat Allah yg di turunkan bagi kesejukan dan kesegaran mahluknya namun kadang hujan juga bisa menjadi malapetaka manakala intensitasnya tidak sesuai dg kapasitas bumi dalam menerimanya maka terjadilah banjir, tanah longsor, sawah yg gagal panen lalu berlanjut dengan kekurangan pangan dsb, ya di dalam hujan ada rahmat sekaligus bisa menjadi bencana besar. Allahumma shoyyiban nafi'a demikian lah salah satu doa Rosulullah ketika melihat hujan turun supaya di dalam hujan ada manfaatnya.

Hujan adalah salah satu bukti akan kemaha kuasaan Tuhan atas alam raya, bumi yg tadinya gersang akan menjadi subur kembali siap utk di tanami dan hasilnya tetap untuk kelangsungan hidup manusia. Tuhan memberi segala fasilitas yg ada di dunia ini untuk kepentingan mahluk hidup terutama manusia tanpa meminta imbalan dalam bentuk apapun, manusia tinggal mengolah segala fasilitas yg ada untuk di jadikan sesuatu yg bermanfaat bagi keberlangsungan hidup mereka sendiri.

Betapa maha pengasihnya Allah atas semuanya lalu yg menjadikan aku heran mengapa dg segala kebaikan yg Allah berikan masih saja ada manusia yg membangkang, membelot dan kepala batu dalam menerima ajaran-ajarannya? memangnya siapa kita, adakah kita ikut andil dalam penciptaan langit, matahari, bumi, gunung, laut dsb atau dapatkah kita membantu dalam menciptakan diri kita sendiri? o alangkah kecil dan lemah manusia, coba kita berdiri di bawah sebuah gunung atau di tepi laut lalu pandang diri kita sendiri dan renungi betapa menjulang gunung itu, betapa luas laut itu padahal gunung dan laut adalah cuma setitik kecil dr ciptaan Allah yg begitu agung lalu berada di titik manakah kita sehingga begitu berani membangkang? bisakah kita yg sombong ini menahan tangan Tuhan jika Tuhan berkehendak mencabut nyawa kita atau bisakah kita mengembalikan nafas kita jika Allah telah memisahkannya dr badan kita?

aah manusia sungguh dzhalim dan bodoh, aah manusia sungguh keras pembangkangannya, aah manusia sungguh membingungkan, aah manusia sungguh terlalu banyak membantah, aah manusia sungguh berjalan kesana kemari dalam kehinaan kecuali mereka yg beriman, berbuat baik pada sesama dan patuh pada aturan Tuhan..

Dan akhirnya, hujanpun kini telah reda langit kembali cerah mayapadupun menjadi tenang kembali.

Senin, 01 Desember 2008

Tuhanku adalah ALLAH.

Tiada Tuhan selain Allah

Tuhan, sejak dulu sampai skrg telah menjadi objek pengimanan dan penolakan. Manusia, sebelum di bagi dlm kelompok agama bahkan sebelum di bagi dlm kelompok teis dan politeis, telah terbagi dlm dua aliran besar, ateisme dan teisme. Istilah ini berasal dr kata yunani atheos (tanpa Tuhan) dari a (tidak) dan theos (Tuhan). Ateis adlh kelompok yg menolak adanya Tuhan sang maha pencipta. Dlm bahasa agama di sebut juga al-ilhad.
Existensi Tuhan adlh salah satu masalah yg paling fundamental manusia, krn penerimaan dan penolakan trhadapnya kan memberikan konsekuensi yg fundamental pula. Alam luas yg di asumsikan sebagai produk entitas yg maha sempurna dan mahabijaksana dg tujuan yg sempurna berbeda dg alam yg di asumsikan sbg akibat dr kebetulan belaka atau insiden. Manusia yg memandang alam sebagai hasil penciptaan Tuhan mahabijaksana adlh manusia yg optimis dan bertujuan pasti sedangkan manusia yg memandang alam sbg akibat dr serangkaian peristiwa acak atau chaos adlh manusia yg pesimis, gamang dan di liputi segala kerisauan akan kemungkinan-kemungkinan yg tak dapat di prediksi.
Umat manusia sejak awal kehadirannya di atas pentas dunia telah memberikan nama yg berbeda-beda, sesuai dg bahasa yg di gunakan masing2, kepada kausa prima alam kebendaan. Orang persia menyebutnya "khoda atau yazdan", org inggris menyebutnya "Lord atau God". Kita di indonesia menyebutnya Tuhan atau sang hyang widi wasa, sedangkan dlm pemahaman islam dia adlh Allah Swt. dialah Tuhan yg maha sempurna. kepercayaan kepadanya adlh merupakan bagian integral dr kehidupan manusia, baik terbentuk dlm sebuah lembaga transendental yg di sebut sbg "agama" maupun tdk di agamakan.
*_*
Dialah Allah, puncak dr segala harapan. Ujung dr segala impian yg di tangannya tergenggam segala rona kehidupan, yg kemuliaannya tidak berkurang di sebabkan ketaatan ataupun pembangkangan mahluk terhadapnya. Dzat yg bersemayam di dalamnya segala sifat yg sempurna, jauh dr segala sifat kekurangan, tiada lidah yg sanggup utk memuliakan kebesaran, keindahan dan kesempurnaannya. Semua terdiam dalam kelu, semua tiada berguna dan di suatu saat nanti Tuhan akan berseru "limanil mulkul yaum? Kekuasaan siapakah hari kebangkitan ini? Hari itu Tuhan berkuasa penuh atas segala mahluknya. Dialah Allah Tuhanku dan Tuhan kalian semua. Tuhan bagi segala yg ada, yg abadi dan tak kan pernah sirna selama lamanya..

Kok bisa begitu?

Beberapa waktu yg lalu saya sempat membaca sebuah kitab arab klasik yg entah saya lupa judulnya, di situ saya menjumpai keterangan yg aneh tp nyata tentang orang-orang yg pakar dalam menyembuhkan penyakit tertentu tp justru mereka menemui ajal karena penyakit-penyakit tersebut.

Aristoteles mempunyai keahlian dan kemampuan menyembuhkan penyakit radang selaput dada, plato ahli dalam bidang penyakit cacar, sokrates merupakan dokter spesialis penyakit lumpuh dan abu ma'syar alfalaki punya keahlian mengobati penyakit lemah ingatan dan gejala stress. Namun demikian aristoteles pd ahir hidupnya menderita radang selaput dada, plato mati di sebabkan cacar, sokrates meninggal dalam keadaan lumpuh dan abu ma'syar menjadi lupa ingatan sampai ahir hayatnya.

Minggu, 30 November 2008

Tentang roja' dan khauf

Roja' adalah harapan pada Allah dan khouf adalah perasaan takut pada Allah. Sesungguhnya roja' dan khouf adalah dua hal yg tak dapat di pisahkan, karena jika seseorang mempunyai roja' tapi tanpa di sertai dengan adanya khouf maka orang tersebut akan selalu berbuat ceroboh dan jika seseorang hanya memiliki rasa takut tanpa ada pengharapan orang tersebut pasti akan terbentur keputus asaan. jadi khouf dan roja' adalah seperti sayap burung jika sayap yg sebelahnya putus burung tersebut tdk akan bisa terbang dg sempurna.

Roja' adalah senangnya hati dalam mengharapkan sesuatu yg di inginkan tapi apabila tidak ada usaha dan langkah utk mencapainya itu bukanlah roja' tapi lebih tepat jika di sebut angan kosong atau kebodohan. para ulama ahli jiwa mengatakan bahwa dunia adalah ladang akhirat dan hati di ibaratkan sebagai tanah sedang iman adalah bibit yg di tebarkan, sikap yg taat adalah ibarat tanah yg siap utk di bajak dan kemudian di airi sehingga suburlah tanah itu. sedangkan hati yang keras dan kering oleh keserakahan dunia adalah laksana tanang keras yg gersang dan tidak bisa di tumbuhi benih. hari kiamat adalah hari panen tiba di mana seseorang tak dapat memetik sesuatu kecuali apa yg telah dia tanam. tidak ada benih yg bisa tumbuh kecuali benih iman, iman tak akan tumbuh subur dalam hati yg busuk dan ahlak yg buruk.

Demikianlah setiap orang mencari lahan yg baik utk di tanami dg benih yg baik pula, lalu di peliharanya dg memberikan pupuk atau yg lainnya yg di butuhkan utk kelangsungan hidup benih tersebut kemudian ia bersihkan duri atau rumput liar yg akan mengganggu pertumbuhannya, kemudian ia menunggu hasilnya maka penantian yg demikianlah yg di sebut roja'. akan tetapi jika benih di tanam di tanah yg keras lg gersang di dataran tinggi yg tdk bisa di airi, sementara sang penanam bersikap masa bodoh sambil menunggu hasilnya maka penantian yg demikian bukanlah roja' tp ketertipuan atau kebodohan.

Adapun khouf adalah merupakan cambuk yg di gunakan Allah utk menggiring hamba-hambanya menuju ilmu dan amal supaya dg keduanya manusia bisa dekat dg Allah swt. Khouf adalah kesakitan hati karena membayangkan sesuatu yg di takuti yg akan menimpa diri di masa yg akan datang, maka khouf akan dapat mencegah seorang manusia untuk berbuat ma'siat dan mendorong ketaatan pada Allah swt. kurangnya khouf pada seseorang akan menyebabkan dia menjadi orang yg lalai dan berani berbuat ma'shiyat sedang khouf yg berlebihan tanpa di barengi dg roja' akan menyebabkan orang menjadi pesimis dan gamang dalam menjalani hidup di dunia.

Kamis, 27 November 2008

Jum'atan

Tulisan ini terinspirasi ketika saya baru saja pulang dari melaksanakan ibadah sholat jum'at yg saya lakukan di masjid maqbulud-du'a dekat rumah, seperti biasa ritual itu di hadiri oleh ratusan muslim dari berbagai kalangan muda, tua maupun anak kecil. Saya lihat yang terbanyak dari mereka adalah tertidur pd saat khotbah berlangsung jadi mereka sebenarnya melaksanakan jum'atan hanya karena panggilan kewajiban dan tok hanya sampai sebatas itu padahal jika di renungkan secara mendalam sebetulnya ada hikmah yg banyak yg dapat di ambil dari peristiwa jumatan itu di antaranya mendengarkan peristiwa aktual keagamaan apa yg akan di sampaikan oleh sang khatib, tapi ya sungguh hadirin yg tertidur kala khotbah berlangsung itu tdk bisa di salahkan secara sepihak karena saya lihat dan dengar khatib selalu saja mengkhotbahkan sesuatu yg sudah kerapkali di putar tiap tahun dari teks-teks yg ada di perpustakaan masjid, sungguh membosankan. Namun demikian khatib yg tadi membacakan teks khotbah tidak separah khatib yg satunya lg yg biasa membacakan teks dalam bahasa arab full tanpa mengerti bahwa dominan dr para jamaah adalah buta terhadap bahasa arab jadi jamaah hanya menonton orang sedang berdiri di atas mimbar sambil mendengarkan perkataan yg sama sekali tidak di mengerti oleh mereka, ini adalah sesuatu yg sia-sia padahal dg pergulatan kehidupan yg semakin menyibukkan manusia mereka jarang sekali mau menghadiri kajian-kajian agama dan satu-satunya kesempatan waktu yg mereka punya adalah ketika hari jum'at datang. Ini seharusnya di manfaatkan utk para khatib untuk memberi pengajaran dan nasehat yg bermutu tp apa daya jika khatib tetap saja seperti itu maka masyarakatpun akan menjadi tetap seperti itu, mereka kerapkali mendengar khatib meneriakkan kata-kata taqwa tanpa menyentuh esensi dr taqwa itu sendiri, taqwa selalu saja berma'na sederhana menjauhi larangan dan menjalankan perintah, kayanya jika cuma seperti itu anak kecil juga tau dan entah sampai kapan khatib di masjid maqbulud-du'a dan para jama'ahnya melakukan ritual yg tanpa ma'na, kosong dan tidak berpengaruh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari..

Ada apa dengan maut?

Bervariasi manusia dlm menyikapi kematian, semua tergantung ilmu, iman dan karakternya. ada yg cuek bebek, ada yg takut kadang-kadang, ada pula yg memiliki ketakutan yg permanen terhadap kematian seperti halnya para nabi dan orang-orang yg shalih. namun demikian pd dasarnya orang awampun memiliki rasa takut terhadap kematian meskipun ketakutan itu masih sebatas takut di kubur dan berpisah dg dunia, untuk itu orang lalu berusaha keras untuk menghindar dr kematian, hal ini di tandai dg enggannya mereka merasakan sakit, sakit sedikit saja pontang panting mereka berusaha mencari obatnya agar penyakit tidak lebih parah dan kemudian mati tentunya, tetapi sekali lagi..kematian tak dapat di kalahkan. tua, muda, kaya, miskin semua kan menjadi menjadi santapan kematian hanya saja model dan taqdir kematiannya yg berbeda satu sama lain, ada yg dg cara normal dan ada pula yg mengenaskan.

Saudaraku...kematian bukanlah ahir dr perjalanan hidup, justru kematian adlh awal dari kehidupan baru di ahirat, belum tentu pula ahirat adalah merupakan tempat bagi peristirahatan terahir, maut lebih tepatnya di katakan sebagai awal dari kegelisahan karena harus mempertanggung jawabkan semua yg telah di lakukan di dunia di hadapan pengadilan mungkar dan nakir.

Sekarang mari kita lihat kondisi manusia yg mengalami kematian, tubuh terbujur kaku pucat pasi dan membiru lalu di mandikan, di kafani, di sholati dan kemudian di antarkan oleh orang banyak menuju tempat perhentian terahir di dunia dengan derai airmata keluarga dan orang-orang yg di cintainya lalu di masukkan di pojok lahat yg gelap dan sunyi di timbun dg tanah basah, di dalam kubur dia dalam keadaan bergetar takut melewati saat-saat yg sangat genting, saat yg menentukan perjalanan selanjutny dalam pengembaraan ahirat. Di saat itulah ketika para pengantar telah kembali pulang sang mayat di dudukkan oleh mungkar dan nakir untuk menjawab setiap pertanyaan yg akan di ajukan padanya..iman, ilmu, amal dan segala yg penah di lakukan semua akan di pertanyakan apa bila bisa menjawab dengan lancar dan benar maka itulah awal dari perjalanan yg indah dan dia akan terbebas dari siksa kubur namun jika lidahnya kelu dan tidak bisa menjawab itulah awal dari segala petaka yg akan terus menerus di temuinya pd perjalanan selanjutnya....

Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qobri..Ya Allah Aku berlindung padamu dari 'adzab kubur.

Minggu, 23 November 2008

Menjelang tidur

Rosulullah Saaw adlh hamba Allah yg paling suci, dia tdk pernah sedikitpun berbuat durhaka pd Tuhannya walau sekejap mata, maka patut baginya mendapat cinta Allah yg tiada terbatas, selalu di jaga dr sgala dosa dan marabahaya, dialah org yg mendapat ampunan Allah sepanjang hayatnya...

Ah mau nulis panjang tp mata dah ngantuk duluan mending baca doa sebelum tidur aja lah Bismika Robby wadho'tu janby wa bika arfa'uh, in amsakta nafsii faghfirlahaa wa in arsaltahaa fahfadzh-haa bimaa tahfadzhu bihaa 'ibaadakash-sholihiin..

Maut yg terus mengintai

Sejauh-jauh bangau terbang pulangnya pasti ke kandang, ungkapan ini mewakili akan hakikat kehidupan manusia yg segalanya berujung pd kematian. Maut yg manusia enggan mengenalnya bahkan terkesan membencinya adalah tamu yg bgaimanapun akan datang menemui manusia dg pasti. Maut akan menjemput ruh manusia yg sejatinya adlh milik Allah swt. Bagaimanapun hakikat maut semua tergantung pd iman dan amal masing-masing, bila baik maka maut kan menjadi berita gembira bg pemiliknya tp bila buruk maka akan menjadi petaka yg abadi buat pemiliknya..
Wahai saudaraku, siapkan bekal dan solusinya.

Maut jauh lebih mengerikan drpada petir, ia secara pasti akan menyambar nyawa siapapun, di ruang, tempat dan kondisi yg tiada bisa terhalang, ia merupakan jatah dr setiap yg bernyawa tanpa bisa di tawar apalagi di suap, ia menjemput dengan tiada peduli manusia siap ataupun tidak, ia kan tetap bersikeras menyeret mangsanya ke liang kubur. Maut bersama malaikat mencabut ruh, membuat tubuh merasakan sekarat dan sakit yg tiada tara sampai mata terbelalak melepas perpisahan jiwa dan raga.

Meski kematian sering terjadi di sekitar kita dan ikut terlibat dalam prosesinya tapi pelajaran yg semestinya di ambil sering terbuang percuma, alangkah jahil dan bodohnya hati yg tidak bisa bergetar dan diri yg tidak memiliki kewaspadaan bahwasanya maut tak lepas mengintai kita pula di setiap ruang, waktu bahkan kerdipan mata. Seolah kata maut tak beranonim dan diri mengira hidup akan abadi hingga tanpa di sadari tau-tau maut telah melempar kt ke liang kubur...

Saat itulah penyesalan yg tiada guna datang menghampiri kita, kita yg selama hidup selalu lalai terduduk dalam tangis yg tiada tepermanai, maka sudah sepantasnya kita selalu ingat akan sabda Nabi : Aktsiruu dzikro hadimil-ladzat, almaut, perbanyaklah mengingat sang pemutus segala kelezatan hidup ya'ni maut, agar diri senantiasa sadar akan segala kesementaraan hidup ini.