Kamis, 29 Januari 2009

Catatan pagi

Daripada mikir yang tidak-tidak lebih baik menulis walau sengawur apapun.

Komentar saya di situs Jaringan Islam Liberal dalam editorial yang di tulis Abd Moqsith Gazali, yang berkaitan dengan ultah NU yang ke 83 ternyata ada yang doyan juga untuk menanggapi. Dalam komentar tersebut saya memaparkaran fenomena dalam tubuh Islam, yang meniscayakan adanya keberbagaian Madzhab. Saya melegalkan adanya keberbagaian Madzhab setelah membaca adanya sinyalemen dari Hadits Rasul yang berbunyi "ikhtilafu ummati rahmatatun, perbedaan ummatku adalah rahmat. Hadits tersebut di riwayatkan oleh Nasar Al-Maqdisi secara marfu' dalam kitabnya yang berjudul Al-Hujjah, demikian juga Al-Baihaqy meriwayatkan dari Qosim bin Muhammad dalam Al-Madkhal dan Yahya bin Said meriwayatkan dari Umar bin Abd Aziz.

Sinyalemen ke dua adalah Hadits Nabi yang berbunyi "innakum fi zamanin man 'amila minkum 'usyro ma umiro bihi halaka, tsumma ya'-tii zamanun man 'amila minkum bi'usyri ma umiro bihi naja. Sesungguhnya kalian (sahabat) berada pada zaman di mana jika diantara kalian mengamalkan agama sebanyak 80% dari ajarannya maka kalian akan celaka, kemudian akan datang suatu zaman yang jika diantara kalian mengamalkan ajaran agama 20% saja maka kalian akan selamat. Hadits riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Fitan Hadits nomor 192. Sinyalemen terahir dari Rasulullah ini meniscayakan adanya pergeseran kualitas keberagamaan umat islam dari yang paling sempurna seperti sahabat-sahabat Rasulullah, sampai keberagamaan yang asal beragama seperti yang terlihat pada kebanyakan orang di zaman ini, dengan kata lain seorang yang beragama islam sepeninggal Rasulullah tidaklah harus 100% mengikuti beliau dalam hal ibadah, ahlak, jihad, peneraman hukum dlsb.

Saya yakin seyakin-yakinnya siapapun dia adanya, sesuper apapun tingkat keislamannya tidak bakal mampu mengejar tingkat keislaman seperti Islamnya Rasulullah SAAW.

Sabtu, 24 Januari 2009

Misteri pemikiran

Celine Dion begitu syahdu menyanyikan lagu ini; my heart will go on; hatiku ingin beranjak. Judul lagu yang di nyanyikan Celine Dion itu seirama dengan suasana hatiku saat ini yang juga ingin beranjak. Hatiku ingin beranjak ke tempat yang sangat jauh, ke tempat yang belum pernah di diami oleh apapun, ke tempat di mana nama Tuhan tidak lagi terdengar menyeramkan, ke Tempat di mana Tuhan adalah kekuatan dahsyat yang tak perlu lagi di takuti, ke tempat yang tiada lagi pembahasan tentang neraka yang begitu menakutkan hati; syurga yg begitu menggiurkan hati, ke tempat di mana tidak lagi terdengar dogma-dogma kafir musyrik dan murtad mulhid, ke tempat di mana hati, akal, fikiran dan seluruh raga ini bisa menyatu dalam kedamaian yang abadi.

Malam makin kelam di tingkahi hujan nan rintik beriak. Satu demi satu suara-suara syahdu Celine Dion, Mariah Carey, Agnes Monica, Siti Nur Haliza, Rossa, Jewel dan Britney Spears mengantarkan Aku pada suasana yang semakin tak menentu, menggelamayar laksana bintang yang kadang berkelip dan kadang enggan.

Di saat kalut seperti ini tiba-tiba hati dan fikiranku teringat akan seseorang yang bernama Yesus Al-masih, air mata tak terasa berlinang dalam mengenangnya. Sejarah manusia agung itu sejak lama mengisi dalam bingkai hatiku dan menawan pemikiranku selain manusia agung lainnya yaitu Muhammad SAAW.

Betapa tidak, manusia agung itu di lahirkan tanpa seorang bapak, membaktikan seluruh hidupnya pada Ibundanya sebelum berpindah pada kebaktian total pada Tuhannya. Manusia agung itu tidak pernah di risaukan oleh apapun, tidak punya seorang istri yang akan membuat hatinya terus menerus prihatin, tidak di punyainya anak yg akan membuatnya risau hari demi hari, makan sekedar apa yang dapat di temuinya, tidak di punyainya rumah untuknya berteduh.

Dialah Yesus sang manusia agung yang di suatu hari setelah hidupnya berahir fitnah kejam dari sebagian manusia bertubi-tubi menghantam kemuliaannya dengan menganggapnya sebagai Tuhan. Dialah Yesus manusia agung yang selama hidupnya menebarkan kasih di seluruh penjuru bumi. Dialah Yesus yang pernah bersabda bahwa betapapun besar kasihku pada mahluk Tuhan tapi aku tidak akan tinggal diam untuk mengadili mereka yang telah menuhankan aku di pengadilan ahirat kelak. Dialah Yesus yang pernah berkata; jika ada yang menampar pipi kirimu maka berikanlah pipi kananmu. Dialah Yesus yang namanya akan tetap abadi bersanding dengan nama manusia-manusia agung lainnya.

Tulisan ini sepertinya tidak sinkron antara judul dan isi, ma'lum suasana hati sedang berada di titik nadir senadir-nadirnya. Daripada semakin lama semakin nggaladrah lebih baik berhenti dan berganti aktivitas, shalat malam.

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa-aali Muhammad wa-'alaa 'Isa 'alihim salaam.

Jumat, 23 Januari 2009

Euphoria Obama

Dunia begitu gegap gempita menyambut terpilihnya Barrack Husein Obama sebagai presiden yg ke 44 dari negara Amerika serikat. Kerinduan akan adanya kedamaian abadi di seluruh dunia melalui perbaikan di bidang ekonomi, keamanan, keadilan serta tegaknya nilai-nilai HAM di dunia internasional membuat masyarakat dunia berharap penuh pada sosok manusia kulit hitam itu.

Tak urung seluruh media televisi yg ada di Indonesia juga tidak bosan-bosannya mengulas profil Obama yg nota-bene pernah tinggal beberapa tahun di Indonesia semasa kecilnya, puncaknya pada acara inaugurate Obama tanpa kecuali seluruh televisi Indonesia secara serentak menayangkannya, seoalah-olah betul-betul ada ikatan emosional yg kuat antara Indonesia dan pribadi Obama sehingga dengan terpilihnya obama akan ada kebijakan-kebijakannya secara husus yg akan menguntungkan Indonesia. Walaupun belum ada bukti kongkritnya bolehlah masyarakat Indonesia sedikit berharap. Padahal bisa jadi Obama sendiri justru telah lupa sama sekali pada Indonesia, negeri yg pernah di diaminya semasa kecil ini.

Memori masa kecil bisa terlupakan sama sekali oleh segala pergulatan hidup sehari-hari yg di hadapi Obama. Jangankan Obama, itu terlalu jauh, di Indonesia sendiri banyak contoh orang-orang desa yg menemui kesuksesan dalam perantauannya di Jakarta, entah itu menjadi pejabat, pengusaha, artis dlsb yg lupa pada tanah kelahirannya. Boro-boro akan berperan penting dalam memajukan tanah kelahirannya, sekedar menginjakkan kaki di tanah kelahirannya itupun tidak lagi di lakukannya.

Obama tumbuh dan besar dalam lingkungan keluarga yg multi ragam, ayahnya berkewarga negaraan kenya beragama Islam, ibunya warga negara Amerika beragama kristian, punya ayah tiri berkewarga negaraan Indonesia, adiknya yg bernama Maya sutoro kini menikah dengan warga negara Kanada dan Obama sendiri berkewarga negaraan Amerika. Melihat fakta yg ada dari kehidupan Obama beberapa pengamat memprediksi Obama akan lebih peka dalam menangani segala persoalan hususnya menyangkut masalah yg kini sedang bergolak di timur tengah antara israel dan Palestine serta umumnya yg menyangkut dunia Islam yg selama pemerintahan Bush telah mendapat perlakuan diskriminatif yg begitu rupa dg di terapkannya politik standar ganda.

Kita lihat kiprah Obama dalam waktu dekat ini, manuver apa yang akan di lakukannya untuk membuat dunia yang lebih baik. Dunia yang bebas dari segala diskriminasi ras, agama, ekonomi, keadilan dan tetek bengek permasalahan dunia lainnya yang selama ini masyarakat dunia begitu sesak memikirkannya, tetapi jangan pula di lupakan bahwa Obama tidak bekerja sendiri untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam negeri Amerika maupun yang berkaitan dengan tata politik dunia karena bagaimanapun ada kekuatan internal dalam negeri Amerika lainnya selain gedung putih yang pastinya akan terus memonitor kinerja Obama. Apa yang di lakukan Obama akan menguntungkan mereka atau tidak, Obamapun pasti tidak akan memungkiri hal itu demi memperkuat posisi dirinya sebagai presiden tidak hanya untuk 1 periode saja tapi persiapan pula bagi periode selanjutnya apalagi jika di lihat dari keadaan dirinya yang berkulit hitam dan satu-satunya yang pernah mejadi presiden di Amerika, komunitas kulit hitam di Amerika bukanlah marupakan kelompok mayoritas, mereka hanya berjumlah 10% saja dari keseluruhan penduduk Amerika, selain itu juga sekian lama ras kulit hitam menjadi warga kelas dua di Amerka, jadi pencitraan diri adalah merupakan sesuatu yang akan terus di pertahankan Obama dengan cara menyenangkan kelompok ras kulit putih yang memiliki kedudukan strategis di Amerika.

Alhasil, segala gegap gempita dunia dalam menyambut terpilihnya Obama dan segala harapan akan adanya dunia baru yang lebih baik hanyalah ibarat mimpi di siang hari jika dalam beberapa bulan ke depan tidak ada langkah konkrit dari Obama untuk menyelesaikan konflik antara Palestine dan israel, masalah di Palestine adalah ujian pertama bagi Obama di dunia internasional sebelum menangani masalah-masalah lainnya yang lebih dahsyat. kita tunggu..

Kamis, 08 Januari 2009

Mengetuk kemaha besaran Tuhan, simpati untuk palestine

Hari ini adalah hari ke 12 tentara israel menyerbu dengan brutal Palestine di wilayah Gaza, tindakan keji israel menyebabkan Gaza menjadi sangat porak poranda, gelap dan tak lagi berbentuk, sementara korban dari warga sipil Palestine begitu banyak berjatuhan tak terkecuali anak-anak dan wanita turut menjadi korbannya, kemarin saya lihat Al-Jazeera menayangkan dengan jelas anak-anak yg tidak berdosa terbujur kaku tidak lagi bernyawa, saya sebagai warga dunia yg masih memiliki hati nurani begitu miris melihat pemandangan seperti itu.

Israel yg di dukung penuh oleh amerika serikat yg merupakan sekutu kentalnya dalam segala tindak terorisme global sama sekali tidak menghiraukan seruan dan tekanan internasional supaya mereka menghentikan serangan kejinya dan menarik mundur pasukannya dari Gaza, segala upaya diplomasi yg di lakukan di DK PBB juga nampaknya akan sia-sia belaka malah membuat israel semakin membabi buta, barangkali nurani para pemimpin israel sudah sedemikian tertutup dari kebenaran sehingga tidak peduli lagi akan segala derita kemanusiaan.

Hanya Tuhan yg tahu maksud tersembunyi dari para pemimpin israel, apakah memang mereka telah berniat menghabisi seluruh warga Palestine sekaligus memusnahkan wilayah Palestine dari muka bumi dan kemudian menjadikannya sebagai israel raya. Wallahu a'lam. Wilayah israel yg dulunya begitu kecil dan malah tidak terlihat di peta dunia kini menjadi semakin luas berkat tindakannya mencaplok sebagian besar wilayah palestine, merekapun tidak segan mengusir rakyat Palestine dari negaranya, kini rakyat Palestine hanya tersisa di Gaza dan tepi barat yg masing-masingnya terisolasi oleh tembok-tembok pembatas yg di buat israel sementara sebagian lagi mengungsi ke negara lain.

Amerika serikat yg begitu pro aktif menjadi polisi dunia jika ada kekuatan-kekuatan yg di anggapnya akan menjadi biang keladi kerusuhan dunia, nampak tidak sedikitpun berusaha menghentikan segala tindak kejahatan yg di lakukan israel terhadap Palestine hanya karena Palestine mayoritas penduduknya adalah muslim. Coba jika hal yg sama di lakukan oleh negara muslim seperti Irak, Pakistan, Afganistan, Iran dll, maka amerika dengan tanpa menghiraukan lagi nilai-nilai HAM menyerbu dengan kekuatan penuh negara-negara itu, jadi baik PBB maupun amerika dan negara sekutunya seolah membiarkan segala tindak kejahatan yg di lakukan israel dan membiarkan pemusnahan secara perlahan negara Palestine.

Hal lain yg membuat saya begitu kecewa adalah ketidak berdayaan negara-negara muslim yg lain untuk membantu menahan laju kebiadaban israel atas Palestine padahal israel hanyalah kekuatan yg tidak begitu besar di timur tengah sana jika negara-negara muslim di timur tengah mau bersatu padu. Memang bukan israelnya yg menjadi ketakutan utama negara-negara muslim timur tengah itu, peran penting amerika dalam mendukung segala kebijakan israel membuat negara-negara muslim timur tengah berfikir 1000 kali untuk mencoba membantu Palestine, syndrom american phobia begitu besar menghantui negara-negara muslim timur tengah hatta arab saudi yg seharusnya menjadi pioneer terdepan bagi negara muslim lainnya justru kadang berada di bawah ketiak amerika serikat sehingga menutup mata terhadap segala yg terjadi di palestine. Alhasil, peran penting negara-negara muslim untuk membela Palestine adalah juga sesuatu yg tidak bisa di harapkan lagi.

Maka satu-satunya yg masih bisa di harapkan untuk menghentikan dan sekaligus menghancurkan israel adalah hanya dengan mengetuk kemaha besaran Tuhan, biar Tuhan sendiri yg bertindak untuk menghakimi israel. Doa-doa umat muslim di seluruh penjuru dunia Islam yg di lakukan bertahun-tahun meminta kebebasan Palestine dari cengkraman kebiadaban israelpun seolah-oleh tidak membekas sama sekali. Mungkin Tuhan punya rencana lain berkaitan dengan Palestine ini, sebuah rencana yg tidak akan bisa di indikasi oleh manusia manapun.

Saya beriman dan tetap akan memupuk keyakinan dalam hati bahwa Tuhan memang ada dan senantiasa mengawasi segala gerak gerik seluruh manusia, Tuhan juga pasti mengetahui bahwa di bagian bumi yg lain di mana saya berpijak kini ada segerombolan manusia biadab sedang melakukan tindakan yg brutal dan keji melampaui batas kewajaran dan menistakan segala norma kemanusiaan, betapa tidak, anak-anak kecil yg tidak berdosa menjadi korban kebiadaban israel, anak-anak kecil itu mati bergelimpangan di jalanan yg membuat nurani begitu tercabik-cabik. Saya yg bukan siapa-siapa dari anak-anak kecil tak berdosa itu turut merasakan kepedihan yg mendalam atas kematian tragis mereka, lalu bagaimana dengan orang tua dan kerabat anak-anak itu? Bagaimana menurut pendapat-Mu wahai Tuhanku? Tidakkah Engkau adalah dzat yg memiliki belas kasih yg tiada terbatas sehingga rasa kasih sayang orang tua terhadap bayinya tidak seberapa di banding rasa kasih-Mu terhadap hamba-hamba-Mu? Tuhanku, saya beriman dengan segala sifat Rahman dan Rahim-Mu, meskipun segala kebodohan yg ada pada diriku selalu salah dalam memahami ma'na Rahman dan Rahim-Mu tetapi apakah saya juga tidak boleh berfikir dan memikirkan jika menurut saya disana memang ada kenyataan yg bertolak belakang dengan segala teori Rahman dan Rahim-Mu?

Tuhanku, saya tahu melalui Al-quran yg saya baca bahwa engkau telah mengunggulkan israel atas segala bangsa dan itu sepenuhnya adalah hak Engkau tetapi apakah Engkau juga akan membiarkan terus menerus israel menghancurkan, meruntuhkan, memporak porandakan dan menguasai segala sesuatu yg ada di Palestine dan membunuhi semua manusia yg ada di dalamnya tak terkecuali anak-anak?

Wahai Tuhanku, betapa, apa yg telah israel lakukan bukan kali ini saja, jauh di masa yg lalu israel telah melakukan hal yg sama seperti sekarang dan entah sampai kapan mereka akan terus melakukan kebiadaban di palestine. Haruskah saya terus percaya terhadap manusia-manusia yg duduk-duduk saja di meja perundingan. PBB, OKI, LIGA ARAB dan organisasi lainnya, semua itu tiada berguna wahai Tuhanku. Arab saudi, sebuah negara yg di dalamnya ada rumah-Mu dan ada kota nabi-Mu yg semestinya menjadi front terdepan dari negara-negara muslim yg ada di timur tengah untuk memberi bantuan yg maksimal terhadap segala penderitaan Palestina nyaris tidak terdengar suaranya, untuk apa saya percaya terhadap ungkapan "jika arab mulia maka Islam juga akan ikut mulia" kalau memang negara-negara arab justru adalah negara-negara yg pengecut?

Maafkan saya wahai Tuhanku, saya membaca kitab-Mu yg mengisahkan peperangan yg di lakukan oleh Nabi-Mu dan sahabat-sahabatnya, tidak selamanya pasukan Islam memenangi peperangan dan bahkan pernah mengalami keadaan yg kacau balau, pasukan muslim banyak yg terbunuh dan hampir mundur dari arena perang namun jika saat yg begitu genting menimpa pasukan muslim, dengan kebijaksanaan-Mu Engkau akan kirimkan pasukan-pasukan Malaikat untuk membantu pasukan muslim memenangkan peperangan, tidakkah Engkau juga akan mengirimkan pasukan yg sama demi membantu pasukan Islam Palestine? Apakah belum saatnya atau apakah keadaan Palestine sekarang belum segenting dulu ketika pasukan Nabi begitu kocar kacir tiada berdaya?

Maafkan saya wahai Tuhanku, saya dengar Engkau memiliki Malaikat-Malaikat yg begitu gagah perkasa, bahkan ada diantara Malaika-Mu yg tubuhnya sangat besar yg kepalanya berada di ujung langit ke tujuh dan telapak kakinya berada di permukaan bumi yg ke tujuh pula, Subhanaka, maha besar Engkau wahai Tuhanku, tidakkah Engkau berkenan untuk menggerakkan salah satu di antara mereka untuk menginjakkan kakinya di bumi israel? Tuhanku, di penghujung tahun 2004 yg lalu tsunami begitu dahsyat mengguncang Aceh darus-salam, meluluh lantakkan apa saja yg ada di sana dan menewaskan ratusan ribu manusia dalam sekejap, tidakkah Engkau juga berkenan menghancurkan israel dengan tsunami yg sama atau lebih besar dari itu?

Tuhanku, saya beriman dengan segala takdir-Mu apapun yg terjadi, hanya kegundahan saya sebagai manusia kadang tidak bisa menerima begitu saja segala kejadian yg dahsyat yg tidak bisa di cerna oleh akal, maafkan saya wahai Tuhanku atas segala tulisan yg tertuang disini. Saya bodoh wahai Tuhanku, saya jahil wahai Tuhanku, saya kemprung wahai Tuhanku, saya nranyak wahai Tuhanku, saya suka mendzhalimi diri wahai Tuhanku, mudah-mudahan Engkau berkenan memaafkan saya dan bangsa Palestine wahai Tuhanku.

Minggu, 04 Januari 2009

Khotbah-khotbah keranjang sampah

Hari jum'at kemarin, saya berkesempatan untuk memperbaiki Handphone saya yg rusak beberapa hari lamanya, saya berangkat dari rumah jam 9 pagi dan sampai di counter Handphone jam 10 pagi, ketika hari semakin beranjak siang saya mencari Masjid untuk melaksanakan shalat jum'at, saya berjalan kaki menyusuri jalanan pagongan menuju Masjid merah yg terkenal di kota Cirebon yg berada di daerah Panjunan, tetapi sayang kata orang-orang di sekitar situ Masjid merah tidak di pakai untuk shalat jum'at, terpaksa saya pergi dari Masjid merah untuk mencari Masjid yg lainnya yg di gunakan untuk shalat jum'at, setelah berputar-putar sebentar barulah saya menemukan sebuah Masjid yg bernama Masjid Al-syafi'i.

Melihat dari namanya sebelumnya saya menduga kalau di Masjid ini tentu dalam segala ritual ibadahnya akan merujuk kepada ajaran-ajaran Imam Syafi'i atau berpedoman kepada Madzhab Syafi'i, saya sempat gembira karena berarti saya akan berjum'atan dengan cara yg tidak berbeda dengan shalat jum'at di Masjid yg ada di kampung saya, maksudnya adzannya sama dua kali plus iqamah, Fatihahnya lengkap dengan Bismillahnya dan setelah shalat selesai ada dzikir berjamaahnya dll. Tetapi apa yg saya duga ternyata meleset, di Masjid Al-syafi'i adzan jum'at di lakukan satu kali, dalam membaca Fatihah Bismillahnya menghilang dan setelah shalat selesai para jamaah sibuk berdoa masing-masing kemudian satu persatu membubarkan diri keluar dari Masjid.

Saya memahami dan menyadari kalau di dalam Islam terjadi banyak perbedaan menyangkut banyak hal tak terkecuali dengan tata cara ibadah shalat jum'at, jadi hal yg seperti di atas tidak membuat saya mendongkol ataupun kecewa, yg penting shalatnya masih berkiblat ke arah Ka'bah dan dalam jumlah rokaatnya tidak terjadi penambahan ataupun pengurangan. Saya fikir mungkin yg mendanai pembangunan Masjid ini yg dominan adalah orang yg bernama Syafi'i jadi Masjidnya juga di namai sesuai dengan nama orang yg mendanainya, tidak ada sangkut pautnya dengan Madzhab Syafi'i.

Seperti biasa dalam setiap shalat jum'at yg saya hadiri, saya mencermati dengan saksama khotbah yg di sampaikan oleh sang khatib. Di kampung saya sendiri tidak ada satupun khatib yg menjadi favorit saya karena khotbah yg di sampaikan terlalu monoton dari itu ke itu saja, terlalu tekstual. Bahkan ada beberapa khatib yg membuat saya sebel karena berkhotbah seperti sedang membaca puisi-puisi Arab, tidak ada satu katapun bahasa Indonesia yg keluar dari mulutnya, saya memandangnya sebagai khatib yg egois dan keterlaluan, tidak memahami jamaah yg mendengarkan mengerti atau tidak yg dia khotbahkan, alih-alih mendapat pencerahan para jamaah malah pada tidur, bobo, ngorok dan lain-lain, memang ada juga jamaah yg memandang ke depan ke arah dimana khatib berdiri tapi dengan tatapan mata yg kosong tanpa arti, ada juga yg pura-pura manggut-manggut padahal saya yakin dia tidak mengerti, saya sendiri bingung mencerna kata-kata khatib itu karena kadang pengucapan kalimatnya tidak jelas seperti mendengung.

Saya sungguh heran dengan khatib arabiah itu, apa yg di fikirkannya dengan khotbah model seperti itu padahal inti dari khotbah adalah bukan untuk di dengar tok tapi juga agar para jamaah yg hadir bisa memahami dan mendapat pencerahan perihal Agamanya. Bagaimana mungkin jamaah akan mengerti dan mendapat pencerahan jika bahasa sang khatib tidak di mengerti, kasihan para jamaah yg awam itu yg untuk memahami khotbah berbahasa Indonesia saja terlihat susah payah, apalagi jika khobah di lakukan dengan memakai bahasa "Osama bin laden".

Saya ingin mengutip firman Tuhan dalam surah Ibrahim ayat 4; Wamaa arsalnaa min rasuulin illaa bi-lisaani qoumihii li-yubayyina lahum. Artinya: tidaklah Kami utus seorang Rasul kecuali dengan bahasa kaumnya agar supaya mereka memahami segala penjelasan yg di sampaikan.
Seorang khatib ibarat Rasul yg berkhotbah di tengah kaumnya, jadi sudah semestinya bahasa yg di pakai sang khatib haruslah mengikuti bahasa kaumnya. Karena Yesus al-masih di utus di sekitar wilayah Palestina dan Israel maka bahasa yg di gunakan adalah bahasa ibrani, karena Muhammad SAAW di utus di wilayah Arab maka bahasa yg di gunakan tentunya juga dengan bahasa arab dan karena khatib-khatib yg ada di Jawa berkhotbah di daerah jawa maka seharusnya bahasa yg di gunakan untuk berkhotbah adalah bahasa jawa, begitu seterusnya dengan daerah-daerah yg lain.
Saya juga ingin mengutip sabda Nabi Muhammad SAAW agar seseorang berbicara menurut kadar kemampuan orang yg mendengarnya. Jika berbicara kepada banyak orang dengan bahasa yg tidak mereka mengerti itu adalah salah satu bentuk kesia-siaan, dzhalim dan termasuk kebodohan murakkab. Semoga Tuhan memberi hidayah pada para khatib yg berlaku demikian.

Kembali ke masjid Al-syafi'i, khotbah di Masjid Syafi'i Alhamdulillah memakai bahasa Indonesia yg Insya Allah akan dapat di mengerti oleh para jamaah yg hadir. Pada mulanya Saya terkesan dengan kefasihan sang khatib dalam menyampaikan muqaddimah dalam bahasa arab namun beberapa saat kemudian kekaguman saya berubah menjadi kekecewaan yg mendalam ketika khatib menyampaikan khotbahnya dengan tema Ahlus-sunnah wal jamaah dan lawan-lawannya. Khatib menjelaskan bahwa lawan Ahlus-sunnah secara umum adalah Syiah atau Rafidhah, khatib tidak mengerti kalau Syiah itu berbeda dengan Rafidhah dan lawannya secara husus adalah Ahlul-bid'ah atau Ahlul-hawa. Saya tidak begitu memperhatikan khotbah semacam itu yang hanya berisi caci maki yg tiada guna, selain itu juga khotbah semacam itu sangat tidak relevan dengan kondisi umat Islam saat ini yg begitu mendambakan persatuan dan kesatuan di tambah lagi dengan adanya perang yg tidak seimbang di timur tengah sana antara saudara-saudara muslim di Palestina dan yahudi israel yg telah menewaskan banyak muslim yg tiada berdosa. Ketika Ahmadi nejad yg syiah menyampaikan simpati yg mendalam terhadap muslim Palestina yg mayoritas Sunni, khatib di Masjid Al-Syafi'i justru mencaci maki Syiah, hal ini mengingatkan saya pada ketika Imam Khomaini yg Syiah menganjurkan pada para pengikutnya untuk selalu shalat berjamaah dengan saudara-saudaranya dari golongan Ahlus-sunnah wal-jamaah supaya tetap terjalin persatuan, sementara pada saat yg sama Al-jabrin yg merupakan salah seorang Ulama sunni-wahabi dengan tegas memfatwakan bahwa darah Syiah adalah halal hukumnya dan wanita-wanitanya haram untuk di nikahi. Laa haula walaa quwwata illaa billaah.

Khatib di Masjid Al-syafi'i itu mungkin lupa bahwa segala caci maki yg di lontarkannya tidak akan merubah apapun yg berkaitan dg Syiah karena memang Syiah mempunyai aturan main sendiri dengan dalil-dalil atau hujjah-hujjah yg tidak bisa di anggap remeh dan kadang tidak bisa di bantah, sementara itu juga golongan Ahlul-bidah yg di tuduh khatib sebagai golongan sesat, itu juga hanya berdasar kepada asumsi khatib saja dengan mengacu pada pendapat Al-albani, Al-'utsaimin dan orang-orang yg semacamnya yg kadang menuduh dengan memakai tuduhan yg tidak kena mengena antara dalil dan madlulnya.

Khotbah semacam itu sangatlah absurd di pandang dari kebutuhan yg ada, saya yakin para jamaah yg hadir tidak datang ke Masjid hanya untuk mendengar caci maki semacam itu. Saya jadi teringat ketika membaca sejarah Muawiyah dan anak cucunya yg mencaci maki Ali selama 80 tahun sampai suatu saat ada seorang pemimpin yg saleh bernama Umar bin abd aziz menghentikan segala khotbah yg seperti itu dan mengahiri setiap khotbahnya dengan ayat Al-quran yg berbunyi; Innallaha ya'muru bil-'adli wal-ihsaan sampai ahir ayat. Khatib di Masjid Syafi'i juga menjadikan ayat itu sebagai penutup dari khotbahnya tetapi sayang caci maki terhadap golongan tertentu tetap tidak berhenti.

Saya mengakui kalau khatib di Masjid Al-syafii bukanlah satu-satunya khatib model begitu. Saya pernah shalat jumat di Jakarta, Bandung, Lampung, Palembang, Jambi, Ambon, Poso, Palu dan daerah-daerah lain yg pernah saya kunjungi, selalu saja ada khatib yg materi khotbahnya di penuhi caci maki. Ada yg mencaci maki faham Islam golongan tertentu, ada yg mencaci maki Ulama tertentu, ada yg mencaci maki artis bahkan ada juga yg habis-habisan mencaci maki pemerintah dengan gagahnya.

Menurut saya khotbah-khotbah seperti itu lebih pantas di masukkan ke dalam kategori khotbah-khotbah keranjang sampah, naif dan tidak berguna serta jauh dari pesan-pesan Taqwa. Bagaimana menurut Anda?

Jumat, 02 Januari 2009

Kritik untuk para penganjur Agama (Tela'ah sederhana atas surah Al-baqoroh ayat 44)

Ata'muruunan-naasa bil-birri wa-tansauna anfusakum wa-antum tatluunal-kitaab, afalaa ta'qiluun?
Wahai ulama Yahudi, apakah pantas bagi kalian yang selalu menyuruh manusia berbuat baik, sementara kalian melupakan diri sendiri. Tidak kah kalian berakal?

Ayat diatas di turunkan kepada Nabi Muhammad SAAW terdapat dalam surah Al-baqarah ayat 44 berkenaan dengan perilaku Ulama Yahudi yg sering berlawanan dengan apa yg mereka ucapkan. Mereka menyuruh masyarakat untuk berbuat baik dengan cara beriman terhadap kenabian Muhammad SAAW-jika tiba waktunya Muhammad di angkat menjadi Nabi-akan tetapi justru merekalah yg pertama berpaling dan menentang keras terhadap kenabian Muhammad. Mereka membelakangi dan mengangkangi kebenaran yg ada di dalam kitab Taurat perihal akan datangnya seorang nabi dari keturunan Ismail yg berkebangsaan Arab bernama Muhammad. Ulama Yahudi lupa bahwa Taurat mengancam dan mencela dengan keras orang yg perkataannya bertolak belakang dengan perbuatannya.

Meskipun ayat diatas di turunkan berkaitan dengan Ulama Yahudi namun bisa juga di terapkan pada masyarakat Islam hususnya pada mereka yg memiliki gelar sebagai Ulama, Kiyai, Ustadz, Muballigh, Mursyid tarekat, para Khatib dan penganjur Islam lainnya berdasarkan kaidah: Kullu aayatin waradat dzamman lil-kuffaari wal-munaafiqiin, jarrot bidzailihaa 'alaa 'ushootil-mu'miniin. Artinya: setiap ayat yg di dalamnya ada celaan terhadap orang-orang kafir dan munafik, imbasnya juga bisa mengenai orang-orang yg beriman yg memiliki prilaku yg sama dengan orang-orang kafir atau munafik. Jadi Kita tidak bisa mengatakan bahwa ayat tersebut di turunkan berkenaan dengan Ulama Yahudi semata.

Seorang Ulama, Ustadz, Kiyai, Khatib, Mursyid tarekat atau penganjur Agama lainnya adalah mereka yg di berikan kelebihan oleh Tuhan dalam hal ilmu Agama yg di maksudkan untuk mengajak orang-orang awam dalam merentas jalan yg lurus, jalan yg akan mendapat rido Tuhan. Mereka berkewajiban memberi pengajaran ke arah mana jalan yg harus di lalui serta perbuatan apa saja yg mesti di lakukan dan mana jalan harus di hindari serta perbuatan apa saja yg mesti di jauhi.

Oleh karenanya jika mereka konsisten dan istiqomah dalam menyampaikan kebenaran sambil menjaga keseimbangan antara ucapan dan prilakunya sendiri mereka akan mendapatkan kedudukan yg tinggi di mata Tuhan dan dalam lingkungan masyarakatpun akan menjadi manusia yg di hormati dan di mulyakan. Sebaliknya jika mereka hanya bisa memberi pengajaran yg baik tapi lupa akan dirinya sendiri tentu akan menjadi manusia yg hina di mata masyarakat apatah lagi di mata Tuhan.

Sayang seribu sayang, pada kenyataannya tidak sedikit mereka yg di serahi amanat menjadi penganjur Agama tidak konsisten terhadap ucapannya sendiri, mereka telah merusak fondasi yg di bangunnya sendiri, mereka bisa mengantarkan masyarakat ke arah jalan yg benar namun menjerumuskan dirinya ke jurang kehancuran.

Cobalah kita fikirkan. Apakah pantas di sebut Ulama jika yg di kejar hanya kedudukan duniawi yg bersifat sementara dengan segala selorohnya yg tiada guna. Apakah pantas di sebut kiyai jika yg di kejar hanya harta benda dunia, lupa akan kemewahan abadi di ahirat kelak. Apakah pantas di sebut Ustadz jika tidak bisa menahan diri dari godaan wanita cantik, mengumbar syahwatnya untuk berpoligami ria dengan dalih "Sunnah Rasul". Apakah pantas di sebut Mursyid tarekat jika yg di kejar hanya keinginan untuk menjadi istimewa di mata pengikutnya. Apakah pantas jika ada penganjur Agama yg hanya menjadi corong para penguasa demi menapakkan kekuasaan yg kejam dan dzhalim terhadap rakyat banyak. Dampak dari segala keburukan mereka sangat jelas dapat kita saksikan dalam kehidupan masa kini yg begitu carut marut, maka jika ada yg berkata bahwa Ulama yg buruk akan membawa akibat yg sangat buruk pada kehidupan sangatlah benar adanya.

Imam Al-qurtubi di dalam tafsirnya mengisahkan tentang perjalanan mi'raj Rasulullah pada waktu beliau melihat banyak orang yg menggunting lidahnya sendiri dengan gunting yg terbuat dari bara api, beliau bertanya pada Jibril, wahai Jibril siapakah gerangan mereka? Jibril menjawab; mereka adalah gambaran dari orang-orang yg ketika hidupnya menjadi penganjur Agama yg menganjurkan orang lain untuk berbuat baik namun mereka telah melupakan dirinya sendiri, padahal mereka di beri pengetahuan tentang kitab Tuhan lebih dari orang lain, mereka hanya bisa bicara tapi perbuatannya berlawanan dengan apa yg mereka ucapkan.

Dalam riwayat yg lain Nabi bersabda; pada hari kiamat kelak ada seorang yg di datangkan di hadapan Tuhan, kemudian dia di lemparkan ke dalam neraka yg menjadikan ususnya terburai, usus yg terburai itu melilit tubuhnya sebagaiman keledai yg memutari penggilingan gandum, sekerumunan penghuni neraka bertanya padanya apa yg menyebabkan dirimu di siksa sedemikian rupa? Salah seorang diantaranya berkata, apakah dulu ketika di dunia engkau adalah orang yg menganjurkan untuk berbuat baik dan mencegah perbuatan keji? Dia menjawab, benar, dahulu ketika aku hidup di dunia aku menganjurkan orang untuk berbuat baik namun aku sendiri tidak melakukannya, dahulu aku mencegah orang untuk berbuat mungkar namun aku sendiri gemar melakukannya.

Pada kali yg lain Rosulullah SAW juga bersabda; diantara manusia yg paling berat siksanya di ahirat kelak adalah Ulama yg ilmunya tidak bisa memberi manfaat bagi dirinya sendiri.

Abul-aswad ad-duali dalam syairnya berkata; laa tanha 'an khuluqin wata'tii mitslahuu, 'aarun 'alaika idzaa fa'alta 'adzhiimun. Janganlah kamu mencegah perilaku buruk jika dirimu sendiri masih berbuat sama, sungguh itu adalah sangat tercela jika dirimu berbuat demikian.

Ibnu ruslan dalam zubadnya juga bersyair; fa'alimun bi'ilmihi lam ya'malan, mu'adzzabun min qobli 'ubbaadil-watsan. Seorang alim yg tidak mengamalkan ilmunya, akan di siksa sebelum penyembah berhala.

Maka dari itu hendaknya seseorang yg di serahi tugas untuk menjadi penganjur Agama harus terus menerus menyempurnakan pengetahuannya berkaitan dengan kitab Tuhan dan sunnah nabinya sambil terus menerus melakukan koreksi diri serta berhati-hati terhadap keinginan segala hawa nafsu dan bisikan iblis mengingat ancaman yg begitu dahsyat jika mereka menyimpang dari aturan Tuhan, ancaman yg jauh lebih mengerikan di banding ancaman terhadap manusia awam.

Wallahu a'lam wa'ilmuhu atam.

Kamis, 25 Desember 2008

Kasta-nisasi dalam masyarakat Islam

Apabila orang sudra mendengarkan kitab weda di baca, maka raja berkewajiban untuk memasukkan cor-coran timah & malam dalam telinganya, apabila seorang sudra membaca mantra-mantra weda maka raja harus memotong lidahnya, dan apabila ia berusaha untuk membaca weda maka raja harus memotong badannya (Gotama smarti: 12)

Teori adanya kasta di dalam sebuah agama dan kemudian di praktikkan dalam kehidupan sehari-hari adalah ada dalam agama Hindu. Jumlah kasta dalam agama hindu di taksir sekitar 2000 atau 3000. Semua kasta sebetulnya hanya berpangkal pada 4 golongan kuno dari suku-suku aria yg masuk dan menetap di India sejak 1500 thn sebelum masehi yaitu golongan brahmana atau padri, golongan kesatria atau bangsawan, golongan weisya yg terdiri dari para petani dan golongan sudra yg di isi oleh para budak/buruh. Di bawah golongan yg 4 sebetulnya masih ada 1 kategori lagi yaitu golongan paria atau apa yg di sebut "out cast", golongan paria adalah golongan yg tidak boleh di dekati atau mendekati golongan yg 4, tidak boleh berhubungan dalam bentuk apapun dengan kasta yg lebih tinggi.

Begitu pula dengan ke 4 kasta yg di atasnya, masing-masing tidak boleh berhubungan begitu saja antara yg 1 dgn yg lainnya, misalnya di dalam perkawinan, seorang sudra tidak boleh mengawini seseorang dari kasta di atasnya. Tidak hanya dalam perkawinan, dalam praktek kehidupan sosial lainnya juga terjadi sekat-sekat yg demikian kuat antara 1 dan lainnya sehingga yg 1 tidak bisa menembus batas untuk berhubungan dgn yg lainnya, walaupun dalam perkembangannya, dgn pemahaman demokrasi yg makin lama makin membaik di india sana banyak yg tidak menerima lagi adanya pembatasan yg demikian.

Yg menjadi permasalahan adalah seorang Hindu secara individu maupun kelompok tidak bisa merubah sesuatu yg telah menjadi kerangka dasar dari agamanya jika memang agama Hindu sendiri melegalkan adanya praktek kastanisasi. Biasanya hukum "murtad" akan di sematkan pada orang yg berani mencoba merubah kerangka dasar dari agamanya. Menjadi seorang Hindu berarti harus menyadari dan menghormati tempatnya dalam masyarakat yg terbagi dalam kasta-kasta.

Sekarang kita beralih melihat agama Islam, Islam adalah agama yg mempunyai kerangka dasar kesederajatan seluruh manusia, dari mulai bangsawan tingkat tinggi sampai gembel yg paling rendah di pandang sama, yg membedakan hanya sejauh mana seseorang melakukan pengabdian yg maksimal terhadap Tuhan (taqwa), dan yg mengetahui siapa diantara manusia yg pengabdiannya lebih baik adalah Tuhan semata, hal demikian tidak bisa di katakan Tuhan melakukan kastanisasi terhadap manusia, Itu hanya merupakan konsekuensi dari perbuatan manusia. Kerangka dasar Islam seperti itu.

Mari kita lihat kehidupan sosial masyarakat Islam, pada kenyataannya banyak terjadi dalam masyarakat Islam praktek kastanisasi, seperti dalam Hindu, di dalam Islam juga contoh yg mudahnya adalah masalah perkawinan, karena memang perkawinan merupakan langkah awal bagi terjadinya segala teori hubungan sosial antar manusia. Kita ambil contoh di kalangan para habib atau syarif, jika perempuan di sebut habibah atau syarifah. Habib atau syarif adalah anak keturunan Nabi Muhammad saaw.
Pernah terjadi di mekkah sana, seorang pria berdarah arab biasa mengawini seorang wanita syarifah, mereka saling mencintai. Ketika berita perkawinan di dengar oleh para pembesar habib, mereka menentang keras perkawinan tersebut sampai para ulamapun turut menyelesaikan perkaranya, kemudian perkawinan di bubarkan setelah sebelumnya pengantin pria hampir di hakimi massa, ahirnya dia memilih untuk menceraikan istrinya.

Peristiwa seperti itu juga kerap terjadi di Indonesia, seorang syarifah yg ingin menikah dgn laki-laki jawa di tentang keras oleh keluarganya, tidak sampai di situ saja jika syarifah tetap melanjutkan hubungan dgn lelaki yg bukan dari kastanya itu ia akan di kucilkan, di usir atau bahkan tidak di akui lagi sebagai bagian dr keluarga, apapun alasannya tetap saja hal seperti ini di pandang sebagai kastanisasi nyata ras habib atas ras jawa. Yg cukup mengherankan ada diantara ahli agama yg memandang bahwa perkawinan yg melibatkan seorang syarifah dan laki-laki biasa akan berakibat pada putusnya jalur nasab, jadi perkawinan seperti itu tidak di perbolehkan malahan ada ulama yg "vulgar" mengatakan bahwa perkawinan seperti itu adalah haram walaupun di pandang dari segi hukum fikih perkawinan tetap sah.

Contoh di atas hanyalah salah 1 kasus, jika persoalan kasta ini di bawa ke area yg lebih luas, di kalangan islam yg bukan habib juga banyak terjadi praktek kastanisasi. Ada orang islam dari kasta kiyai yg seolah-olah berada di atas menara gading, tak tersentuh, ada yg dari kasta para muslim bangsawan yg seolah-olah berada dalam ruangan kaca, hanya bisa di lihat dari luar itupun jika gordennya tidak di tutup, ada kasta orang-orang muslim kaya yg seolah-olah dunia ada dalam kantong mereka saja dan adapula kasta orang-orang muslim miskin gembel yg tidak tahu nasibnya ketika bangun di pagi hari akan dapat hidup sampai sore atau tidak.

Belum pernah saya dengar ada muslim gembel kawin dgn anak muslim bangsawan atau kiyai tanpa ada penentangan yg keras dari pihak bangsawan atau kiyai itu, belum pernah saya lihat ada gubernur muslim bersalaman mesra sambil cium pipi kiri pipi kanan terhadap para muslim asongan seperti yg di lakukan pada sesama pejabat atau pada selebritis lainnya, belum pernah saya lihat ada orang muslim kaya yg menunduk hormat pada fakir miskin atas dasar kesadaran kemanusiaan kecuali jika ada pamrih-pamrih tertentu.

Ngudarasa itu akan terlalu panjang jika semua persoalan yg menyangkut kehidupan sosial masyarakat muslim di ketengahkan, fakta nyata memang banyak menegaskaskan adanya ketidak adilan sosial terhadap kasta kelas bawah yg di lakukan oleh kasta kelas atas.

Walhasil, masyarakat hindu sangat di mungkinkan dan bisa di pandang wajar dalam melakukan praktek kastanisasi karena memang aturan main agamanya seperti itu tapi jika masyarakat islam yg melakukan hal semacam itu, sungguh adalah merupakan pencideraan yg fatal terhadap islam yg memiliki konsep kesederajatan seluruh manusia apapun bentuknya. Islam memang agama yg menyamaratakan mahluk Tuhan tapi bohong besar jika ada yg mengatakan tidak ada kastanisasi dan pembedaan strata sosial dalam masyarakat islam.

Alhabib 'Abdullah bin alwi alhaddad dalam bukunya yg berjudul nashoih diniyyah menulis saran yg baik : inna tazkiyatan-nafsi wats-tsanaa-a 'alaiha wal-fakhro bil-aabaa-i min ahlid-diin, walfadhla wat-tabajjuha bin-nasabi, kullu dzaalika madzmuumum muqtabahun jiddan.
Menyanjung dan memuji diri, membanggakan nenek moyang yg termasuk ahli agama dan orang-orang utama serta menyombongkan darah keturunan, semua itu adalah tercela dan buruk sekali.

Imam 'Ali berkata tentang kejadian dan ahir dari manusia: awwaluhu nuthfah wa-akhiruhu jiifah.
Manusia awal jadinya dari setetes air mani dan pada ahirnya akan menjadi bangkai yg busuk.

Jika begitu kejadiannya apanya yg mesti manusia banggakan?

Selasa, 23 Desember 2008

Lia aminudin, dukun atau nabi?

Beberapa hari yang lalu Indonesia di hebohkan dengan kembali munculnya ulah tak populer Lia aminudin yg mengirimkan beberapa selebaran ke beberapa orang termasuk kepada presiden Indonesia yg isinya tentang keinginan Lia agar menghapuskan seluruh Agama yg ada di Indonesia, sebuah hal yg sangat mustahil di lakukan. Agama akan tetap eksis sampai kapanpun kecuali jika memang Tuhan berkehendak untuk menghapusnya.

Lia aminudin memang kerap kali mengeluarkan ulah-ulah yg bikin heboh masyarakat, tak terkecuali MUI-pun ikut kebakaran jenggot dan akibatnya muncul fatwa sesat atas ajaran Lia aminudin, tak kalah sigap pihak kepolisianpun segera bertindak menangkap Lia dan para pengikutnya lalu perkaranya di limpahkan ke pengadilan, pengadilan memutuskan Lia bersalah dg tuduhan penodaan atas agama, Lia di penjara beberapa tahun namun setelah keluar dari penjara Lia kembali bikin heboh dan polisipun kembali menangkapnya. nampaknya akan seperti itu selanjutnya, di tangkap di penjara keluar dari penjara bikin heboh lagi dan di tangkap lagi. Sebetulnya dalam hal ini perlu ada ketegasan dari yg berwenang agar membuat Lia aminudin jera dan menghentikan segala aktivitasnya yg menyimpang itu serta agar kejadian seperti ini tidak terus menerus berulang, entah bagaimanapun caranya.

Kita tinggalkan Lia dg penjaranya. Di dalam Alquran surah al-jin ayat 6 Tuhan berfirman, wa annahü kana rijaalun minal-insi ya'uudzuuna bi-rijaalin minal-jinni fazaaduuhum rahaqon, dan bahwasanya ada sekelompok manusia meminta perlindungan kepada beberapa jin, maka jin-jin itu menambah sesat mereka. Q al-jin: 6.

Apa hubungan antara Lia dan jin? Izinkan saya bercerita dulu, di kampung saya ada seorang wanita yg terkenal sebagai dukun, dalam hal ini saya menyebutnya sebagai peramal. Wanita tersebut sebetulnya tidak mengerti apa-apa tentang agama, baca Quran saja mungkin tidak bisa, wanita tersebut mempunyai jamaah yg aktif mengikuti kegiatannya dan jika malam jumat tiba biasanya ada ritual khusus sang dukun wanita dg para jamaahnya, sang dukun duduk di tengah para jamaah kemudian membaca sesuatu yg membuat dirinya tidak sadar, sesaat kemudian seolah-olah ada arwah yg masuk-menurut pengakuan jamaahnya kadang yg masuk adalah arwah wali songo, syeh abdul qadir jilani, Nabi Muhammad dan bahkan malaikat jibril- dia lalu menggeram dan mulai bicara sambil meminta hadirin untuk bertanya apa saja yg menjadi keinginan mereka satu persatu, aneh bin ajaib sang dukun bisa menjawab apapun yg di tanya hadirin berikut solusinya, kadang keluar kata-kata hikmah dari mulutnya, kadang tafsir Alquran dan lain-lain. Hal ini berlangsung beberapa lama sampai kemudian sang dukun sadar lagi dan ritualpun selesai, setelah ritual selesai keringat bercucuran terlihat di wajah sang dukun, dia juga terlihat begitu letih. Aneh bin ajaib lagi sang dukun kemudian bertanya pada para hadirin apa yg telah terjadi tadi dan siapa yg telah merasuki dirinya, di antara hadirin ada yg menjawab yg masuk adalah arwah si anu dan si anu dan menjawab berbagai pertanyaan dari si anu dan si anu.

Demikianlah, apa yg saya ceritakan adalah persis sama dg cerita salah seorang mantan pengikut Lia aminudin, dia mengatakan sebetulnya Lia tidak mengerti apa-apa tapi jika ada yg merasukinya seolah-olah Lia jadi serba tahu segala sesuatu. Fenomena apa itu? Dalam dunia perdukunan memang ada semacam perjanjian tak tertulis antara sang dukun dg para jin yg menjadi bekingnya, para jin akan memberitakan apa saja yg menjadi kebutuhan sang dukun terhadap persoalan yg di hadapi pasien bahkan bisa juga bercerita tentang masa depan sang pasien dengan jelas dan gamblang. Kok bisa? di beritakan bahwa di antara jin ada yg suka mencuri kabar dari langit tentang takdir manusia, jin menyadap pembicaraan yg di lakukan oleh malaikat tentang takdir manusia kemudian setelah di rasa mendapat info yg lengkap, jin turun ke bumi mengabarkan pada sang dukun bahwa si anu akan datang kepadamu akan bertanya tentang masalah anu maka jawablah begini, terkadang pasien baru sampai di depan pintu sang dukun sudah membeberkan masalah si pasien sebelum di tanyakan, dari sebab itu pasien makin percaya bahwa dukun berkata benar, pasien tersebut selalu akan datang lagi pada sang dukun jika ada problem yg menimpanya. Awalnya seperti itu tahap demi tahap, setelah nyata kepercayaan sang dukun begitu mantapnya, maka tingkah jin jadi sedemikian rupa sampai pada tahap jin bisa bersatu dg sang dukun dg cara memasukinya, dan mengaku siapa saja yg di kehendakinya, kadang juga sampai mengaku Jibril maka sukseslah misi dari jin itu untuk menjadikan manusia sebagai budaknya dan jin semakin jauh membawanya pada jalan yg sesat.
Demi melihat akibat buruk yg di timbulkan oleh jin melalui para pengikutnya, Rosulullah SAW pernah bersabda, man ataa 'arroofan au kaahinan fasa-alahu fashoddaqohu bi-maa yaquulu lam tuqbal lahu sholaatuhu arba'iina yauman, barang siapa mendatangi seorang tukang ramal/dukun/tukang tenung dan membenarkan apa yg di ucapkan olehnya maka shalatnya selama 40 hari tidak akan di terima Allah SWT.

Pada awal kemunculannya Lia aminudin mengaku di datangi oleh seorang jin bernama Alhuda, tidak bisa di sangsikan barangkali Alhuda inilah yg telah membawa Lia begitu jauh tersesat sampai mengaku sebagai nabi, bunda maria, yesus, roh kudus, jibril dan sebagainya padahal sebelumnya Lia hanyalah terkenal sebagai perangkai bunga lalu beralih profesi sebagai dukun biasa saja. Saya ingin katakan, adalah terlalu jauh dan bodoh jika ada yg menganggap Lia aminudin sebagai nabi yg menerima wahyu Tuhan, apa yg di lakukan Lia tidaklah membawa kepada perubahan peradaban manusia ke arah yg lebih baik seperti yg di lakukan oleh Yesus almasih maupun Muhammad SAW, apa yg di lakukan Lia hanya menambah daftar problem yg sudah ada di masyarakat Indonesia, sungguh nyata kebenaran Alquran dan sabda nabinya ketika berbicara tentang fenomena jin yg sesat yg akan mencari manusia-manusia sesat sebagai budaknya.

Jadi menurut saya sesungguhnya Lia aminudin hanyalah seorang dukun yg tarafnya hanya setingkat dengan dukun di kampung saya, bedanya Lia bisa sukses menghebohkan Indonesia dg tingkah polahnya yg lucu dan menggelikan itu.

Wahai Lia aminudin sadarlah bahwa sebetulnya apa yg kau anggap sebagai wahyu Tuhan hanyalah senda gurau para jin yg sesat itu agar dirimu semakin jauh tersesat, tersesat dan tersesat.

Sabtu, 20 Desember 2008

Penyesalan

Raut kemilauan
sergah angan hilang kesunyian
diantara decak gemerincing nyanyian kepapaan
yang memilukan setiap jiwa yang hidup..

Di ujung serambi penyesalan
menuai ma'na sanggah perasaan
menuangkan butir embun kasih sayang
dalam padasan hati yang beku

Diantara hati dan jiwa
menyusur senyum tak menentu
melambungkan angan jiwa
ke sudut maya fatamorgana
menyiratkan ada dalam tiada

Nurani terkulai dalam hamparan pengharapan
menyuarakan derita dan kikisan asa
menuntut wujud hakikat
dari segumpal taqdir nyata
enyah di telan bisu
dalam tabir tak terungkap..

Geugeur sunten-desember 08

Jumat, 19 Desember 2008

Lahir, letih, kemudian mati.

Manusia satu persatu di lapukkan oleh zaman, begitulah keniscayaan yg terjadi. Dulu kita tiada, di sebabkan adanya percampuran benih kedua orang tua kita, kita menjadi ada. Di awali dari sebuah lorong yg gelap kita lahir kedunia dalam keadaan kecil dan telanjang tidak mengerti apapun, yg bisa di lakukan hanyalah menangis dan menangis. Kata orang tangisan bayi merupakan sebuah pertanda bahwa memang perjalanan hidup nantinya akan lebih banyak di hiasi oleh kesedihan dan kepedihan daripada kebahagiaan dan kesenangan.

Lambat laun dg di bawah asuhan kedua orang tua, sang bayi beranjak menjadi semakin besar, kemudian tanpa terasa tumbuh menjadi remaja, selang beberapa tahun menjadi dewasa, tua dan pada ahirnya mati. Realita demikian adalah niscaya pada semua manusia tanpa terkecuali, walaupun manusia melangkah dalam rangkaian takdir yg berbeda.

Pada zaman dulu ada seorang raja persia yg bernama zemire, tertarik dengan sejarah anak manusia dari zaman adam sampai masa dirinya hidup, maka di panggillah olehnya para pujangga yg ahli dalam menuliskan sejarah anak manusia. Beberapa waktu lamanya (20 tahun) para pujangga baru bisa menyelesaikan tugas yg di berikan sang raja, suatu hari tibalah waktunya mereka menghadap sang raja untuk menyerahkan hasil karya mereka, mereka datang dg satu iringan yg membawa 12 ekor unta, masing-masing unta datang dg membawa beban sejumlah 500 jilid buku sejarah anak manusia. Sungguh sebuah hal yg sulit dan mustahil bagi sang raja untuk dapat menyelesaikan bacaan yg demikian banyak itu sehingga muncul kembali titahnya agar menjadikan buku sejarah tersebut lebih ringkas, beberapa tahun kemudian selesailah proyek penulisan sejarah manusia yg ke 2 yg hanya di bawa oleh 3 ekor unta, namun sang raja kembali meminta buku-buku tersebut untuk lebih di ringkas lagi, begitulah seterusnya sampai suatu hari sang raja dalam keadaan terbaring sakit, raja menyesal karena dia belum sempat membaca keseluruhan buku tentang sejarah anak manusia sementara kematian sebentar lagi menjelang. Pada ketika itu menghadaplah salah seorang pujangga yg masih hidup diantara para pujangga yg menulis sejarah itu dengan membawa 1 buku tebal, sang raja tetap merasa tidak mampu untuk membaca seluruh isinya. Pada ahirnya sang pujangga berkata pada raja, yg mulia aku telah meringkaskan keseluruhan sejarah anak manusia untukmu hanya dg tiga kalimat..manusia lahir, menderita, kemudian mati.

Ya, manusia di lahirkan, letih dalam penderitaan dan kemudian mati. Itulah ringkasan sederhana dari seluruh kehidupan anak manusia, dari adam sampai cucunya yg terahir hidup di dunia ini. Tampaknya tidak ada yg bisa menyederhanakan kehidupan manusia seperti apa yg di sederhanakan oleh Tuhan dalam firmannya "Laqod kholaqnal-insaana fii kabadin, sesungguhnya manusia di ciptakan dalam keadaan susah payah. Q surah albalad: 4. Susah payah adalah kata lain dari letih.

Lihatlah, rasakan dan renungkan kehidupan manusia hari demi hari, tiada yg berbeda, berangkat di pagi hari untuk menjalani aktivitasnya, dan jika hari telah senja mereka pulang ke rumah kembali sambil membawa rasa letih, istirah sebentar di malam hari dan besok kembali akan bertemu dg keletihan yg baru, begitulah selanjutnya sampai tiba di suatu hari ketika ajal benar-benar telah menghentikan langkahnya. Ketika ada langkah yg terhenti berarti satu layar sejarah anak manusia telah di tutup dan akan berganti dg sejarah baru anak manusia lainnya yg persis sama, sama dalam keletihan.

Di suatu sudut tembok sejarah terpampang sebuah tulisan "kita ada di sini karena ada yg telah pergi", yg telah pergi itu adalah para orang tua, para nenek moyang yg telah lebih dahulu menjalani hari-hari yg meletihkan pada masa hidupnya dan keletihan akan terus di wariskan pada sejarah hidup anak-anak cucunya sampai usia dunia berahir, ternyata duniapun ikut merasa letih.

Seorang agnostis (atheis) berkata, untuk apa kita menjalani segala ritual ibadah yg meletihkan jika pada ahirnya tidak ada balasan apapun untuk kita karena jika kita mati kita hanya akan menjadi tanah. Saya berkata, ya tidak apa-apa kalau memang demikian adanya tapi kalau ternyata hari pembalasan itu benar-benar ada betapa ruginya dirimu hai agnostis, hidup di dunia yg cuma sebentar tapi meletihkan ini akan di susul oleh kehidupan abadi dengan keletihan yg lebih parah yg akan dirimu rasakan.

Demikian dan begitulah, biarlah segala keletihan kita rasakan selama hidup di dunia ini tapi sebisa mungkin kita berusaha untuk menjadikan segala keletihan tidak berahir dg sia-sia dg cara memperbanyak amal baik pada Tuhan dan sesama manusia. So, Tidak ada sesuatupun yg tidak di balas Tuhan, Tuhan tahu kita begitu letih menjalani kehidupan ini, jadi Tuhan juga tau cara menyediakan tempat yg nyaman untuk kita istirah dari segala keletihan itu, tempat yg nyaman itu adalah sorga.

Di dalam sorga ada segala sesuatu yg di inginkan oleh manusia. Keinginan manusia adalah bebas dari segala keletihan.

> Halaaah nglantur.

Minggu, 14 Desember 2008

Jangan-jangan saya telah kafir

Malam ini mata saya sangat sulit untuk di pejamkan, beberapa saat lalu sempat ngantuk berat dan sempat pula sukma melayang sebentar tak ingat apa-apa tp cuma sebentar kemudian terbangun dan tidak bisa ngantuk lagi. Memang dari sore ada rencana kalau malam ini saya tidak akan tidur atau kalau terpaksa tidur juga sebentar saja sebab dini harinya ada tayangan favorit di televisi yaitu sepakbola liga italy, yg lebih bikin semangat lagi yg berlaga nanti adalah AC milan VS juventus jadi pertandingan pasti seru abis.

Dari pada suntuk nunggu, saya baca-baca buku sebentar, dengar musik juga sebentar di lanjutkan dengan memutar mp3 murottal yg melantunkannya adalah anak kecil, subhanallah demikian merdunya. Sehabis mendengarkan bocah kecil ngaji lalu saya juga putar suara murattal Musyari rasyid. Di antara para pembaca Alquran yg paling saya kagumi Musyari rasyid lah yg terbaik menurut saya, selain suaranya mantap lagunya juga ok, saya meni'mati bacaannya, hingga ketika Musyari rasyid melantunkan doa khotmil quran, entah mengapa tiba-tiba air mata tak terasa berlinang dengan derasnya tanpa bisa saya bendung,

seketika itu pula tiba-tiba terlintas dalam fikiran saya untuk nulis di blog dg tema seperti judul di atas, tulisan ini entah runtut apa tidak atau ada hubungannya tidak paragraf per paragrafnya, saya tidak peduli, seseorang bisa nulis apa saja tanpa harus memenuhi standar yg baku dalam kaidah tulis menulis, yg penting saya bisa paham tentang apa yg saya tulis, begitulah saya kadang menulis dengan paragraf-paragraf yg panjang tapi tidak koheren satu sama lainnya, nda papa toh saya kan bukan profesional tp hanya sekedar iseng-iseng jadi tulisannya juga kadang terkesan bergaya abstrak, lho emangnya ada tulisan bergaya abstrak? kaya lukisan aja. egp.

Btw mengapa judul di atas saya pilih? saya bukan menyatakan diri bahwa saya telah kafir tp ini hanya rasa kehawatiran saya saja yg terlalu berlebihan setelah beberapa lalu saya sebentar merenungi diri.

Kafir bisa memiliki banyak arti, bisa di artikan dengan ingkar, tertutup atau ada juga yg mengartikan kafir dg petani namun yg saya maksud disini adalah kafir yg dalam arti ingkar, ingkar terhadap ajaran kebenaran, tertutup dari jalan petunjuk.

Mengapa, kenapa dan bagaimana bisa? O my God, jangan-jangan mata saya telah kafir karena lebih suka melihat hal-hal yg di larang agama daripada membaca Alqur'an, membaca buku dan melihat kebesaran alam raya. Jangan-jangan mata saya telah kafir karena lebih banyak mendongak daripada menunduk, padahal Tuhan menyuruh orang yg beriman supaya selalu menundukkan pandangannya dari perbuatan tercela dan haram.

Jangan-jangan lidah saya telah kafir karena lebih banyak mempergunjingkan orang lain dari pada memuji kebesaran Tuhan, lidah ini kerap kali tidak terkendali dan tanpa di sadari telah menghina kehormatan manusia lain, lidah yg tak bertulang ini juga kadang berbicara sesuatu yg sebetulnya tidak perlu, memonyongkan diri kesana kemari merasa diri lebih dari yg lain, sialan, celaka kau lidah, gigit lah kuat-kuat dg gerahammu agar lidah tidak lepas kendali dan jadi kafir!

Jangan-jangan telingaku juga telah kafir karena lebih suka mendengarkan perkataan-perkataan buruk dari pada khotbah para Ulama, telinga ini lebih suka nimbrung di majlis ghibah dari pada duduk di majlis dzikir, telinga ini lebih suka mendengar desah erotis Mariah carey dari pada mendengar takbir Habib riziq dan dan dan.

Jangan-jangan tanganku juga kafir karena suka mengmbil sesuatu yg bukan haknya, tangan ini suka menunjuk orang lain dengan pongah, tangan ini suka mengarahkan telapaknya pd pelipis-pelipis yg tidak berdosa.

Jangan-jangan kakiku juga hatiku juga jiwaku dan seluruh sumsum tulangku dan semua yang ada di Tubuhku juga kafir karena bertolak belakang dg maksud tujuan Tuhan dalam menciptakan tubuh ini.

Ah malu rasanya menceritakan semua detil tubuhku karena jangan-jangan setiap helai rambut dari kepalaku juga telah kafir. Ah sudahlah sampai sini saja saya nulis so Ac milan dah mulai main, tp sebelumnya saya mau sholat malam dulu dan insyAllah setelah ini saya akan selalu menggumamkan kalimat naudzu billah, meminta perlindungan kepada Allah dari segala kekafiran setiap inci tubuh saya. mudah-mudahan Allah berkenan mendengar doa saya. Amien.

Bersambung nanti...dg topik yg lain.

Celoteh anak negeri

Saya lahir di Indonesia, tumbuh dan berkembang juga di indonesia. minum dari air yg ada di indonesia, makan juga dari makanan yg ada di indonesia, mendapat pendidikan ala pendidikan yg ada di indonesia, bergaul dg cara pergaulan yg ada di indonesia, beberapa kali mendapat hadiah dari para pemimpin yg ada di indonesia, pergi kesana kemari melintasi laut, darat dan udara masih di tanah indonesia, bla bla bla.

Oleh sebab itu saya cinta negeri ini hingga jika darah dan nyawa di minta supaya di persembahkan bagi negeri ini saya rela serela-relanya, maka alangkah sedihnya saya jika melihat di negeri yg saya cintai ini orang-orang yg di serahi tugas memimpin negeri ini justru pada korupsi, tatanan kehidupan menjadi rusak dan rakyat yg seharusnya meni'mati indahnya alam kemerdekaan di negeri yg subur ma'mur gemah ripah loh jinawi ini malah banyak yg terpuruk di jurang kemiskinan.

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku, begitulah bunyi salah satu bait lagu kebangsaan yg menjadi kebanggaan negeri ini, saya sering terharu jika melihat ada duta-duta indonesia dalam bidang olahraga misalnya berdiri menyanyikan lagu ini di iringi merah putih yg di kibarkan di negara orang, saya turut bangga dan kadang sampai menitikkan air mata. Ternyata kita masih ada harganya di mata dunia walaupun kerap saya dengar betapa sering orang-orang luar mengolok-olok, mencemooh, mengejek orang indonesia yg berada di luar negeri. tidak usah jauh-jauh, malaysia yg merupakan saudara satu rumpun kadang begitu berani menampar wajah negeri yg besar ini, kekalahan indonesia dalam mempertahankan blok ambalat, pencaplokan nilai-nilai budaya indonesia oleh mereka dan derita para TKI di sana yg di anggap sebagai warga kelas tiga di sana sekaligus pengusiran-pengusiran yg di lakukan pemerintah malaysia pada para TKI itu adalah merupakan beberapa contoh kecil bahwa di mata malaysia yg notabene sebuah negeri yg lebih kecil dari indonesia sudah tidak menghormati kita lagi, wibawa kita runtuh di mata malaysia.

Indonesia tercinta perlu memulihkan kembali nama baiknya di mata dunia, namun sebelumnya pembenahan interen di setiap lini perlu di galakan terus, berantas korupsi sampai ke akar-akarnya, adili para koruptor seberat-beratnya tanpa pandang bulu, tingkatkan standarisasi nilai moral bagi calon pemimpin dan pemerintah jangan banyak membual dg bualan-bualan konyol yg membuat rakyat tidak peduli lagi dg pemerintah dan nanti akan berujung pada sikap apatis rakyat terhadap negeri ini di sebabkan pemerintah gagal memperbaiki taraf hidup mereka.

Sebuah negara memerlukan para pemimpin, para pemimpin di butuhkan untuk mengatur segala sesuatu yg berkaitan dg perbaikan negara yg di pimpinnya termasuk mengentaskan rakyat dari segala himpitan yg di rasakan oleh mereka, apa guna pemimpin berganti dari zaman ke zaman kalau taraf hidup rakyat tetap saja stagnan bahkan mengalami kemunduran. Jangan sampai kepercayaan rakyat pada pemerintah semakin hari semakin berkurang atau bahkan hilang sama sekali akibat ketidak beresan dalam memimpin, kasihan indonesiaku jika pada ahirnya akan hancur, ingatlah bahwa untuk memerdekakan negeri ini telah merenggut ribuan nyawa dan genangan darah yg tidak sedikit, tolonglah wahai para pemimpin bikinlah para pahlawan tersenyum, bawalah negeri ini keluar dari segala problem yg ada, jika tidak mampu berhentilah jangan memaksakan diri so mungkin masih ada yg lain yg bisa meringankan segala penderitaan bangsa ini.

Sabtu, 13 Desember 2008

Mari belajar Alquran

Alquan adalah kitab suci firman Allah SWT yg di turunkan pada hambanya yg suci, seorang Nabi yg bernama Muhammad SAAW yg di maksudkan utk memperbaiki pri hidup manusia baik yg berhubungan dg kehidupan individual maupun tata pergaulan antar manusia, di dalamnya berisi tentang kisah-kisah umat manusia terdahulu sebagai i'tibar bagi ummat Muhammad akibat apa yg akan menimpa ummat ini jika berlaku seperti ummat-ummat terdahulu, Alquran menyuruh ummat ini untuk belajar dari kejatuhan ummat masa lalu, kemudian Alquran juga memaparkan tentang hukum-hukum kemanusiaan dr mulai zaman nabi sampi ahir zaman serta perma'luman kepada seluruh manusia bahwa Tuhan adalah esa.

Membaca Alquran walaupun tidak mengerti maksudnya akan mendatangkan pahala bagi yg membacanya, itulah yg di sepakati oleh para ulama walaupun tentu akan lebih baik lg jika setelah di baca Alquran di pahami, di tadabburi dan di tafakkuri kemudian di ejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nabi Muhammad SAAW bersabda, khoirukum man ta'allamal-qur-aana wa'allamahu.
Sebaik-baik kamu adalah orang yg belajar Alquran dan kemudian mengajarkannya pada orang lain ( HR Bukhari, Ibnu majah, Abu dawud dan Tirmidzi).

Dalam beberapa kitab hadits, hadits ini di nyatakan dengan huruf "laa" (yg artinya dan) ya'ni belajar dan mengajar sebagaimana tersebut di atas. Dengan demikian maka pahala terbesar adalah bagi siapa yg belajar Alquran lalu mengajarkannya pada yg lain, tetapi pada beberapa kitab yg lainnya hadits ini di riwayatkan dengan huruf "au" (yg artinya adalah atau") ma'na yg demikian adalah yg terbaik diantara kamu ialah yg belajar Alquran atau mengajarkannya, dg penjelasan hadits ini maka pahala yg di peroleh keduanya sama saja, baik ia belajar untuk diri sendiri atau mengajarkannya pada yg lain.

Alquran adalah pondasi utama agama islam, maka menjaganya serta menyebarkannya bergantung pada keyakinan ini. Dengan demikian keutamaan belajar dan mengajarkannya telah di ketahui dg sangat jelas.

Walau bagaimanapun terdapat tingkatan kebaikan yg berlainan, yg terbaik adalah mempelajari Alquran berikut ma'nanya dan maksudnya, sedangkan sekurang-kurangnya adalah belajar mengenai lafadzhnya dulu.

Pada beberapa waktu yg terahir kehidupan keagamaan ummat islam sungguh sangat menyedihkan, para pemuda yg menjadi harapan bagi masa depan agama ini tampak tidak akrab lagi dengan yg namanya Alquran, mereka lebih gemar terhadap hal-hal yg sebetulnya tidak berguna, daripada duduk-duduk di masjid utk mempelajari Alquran mereka lebih suka nongkrong di mall atau di kafe-kafe menghabiskan waktu yg tiada guna.

Di kampung-kampung juga semarak suara Alquran setelah sholat maghrib di setiap rumah seperti di era 80an sampai 90an kini tidak terdengar lagi, mereka lebih suka nongkrong di depan tv melihat tayangan-tayangan yg kadang kurang mendidik nurani manusia, tidak orang tua tidak anak-anak semua sama saja lebih suka pada hal-hal yg tidak berguna, nampaknya era globalisasi di segala bidang telah mengakibatkan manusia tidak lagi rindu akan perbaikan diri teristimewa perbaikan yg berhubungan dengan kehidupan beragama.

Jika demikian siapa yg mesti bertanggung jawab terhadap segala kemunduran ini, bagaimana mungkin agama ini akan kembali mencapai puncak kejayaan jika ummat tidak lagi menaruh perhatian terhadap kitab sucinya? lihatlah betapa banyak dari ummat ini yg sama sekali buta akan Alquran, membacanyapun mereka tidak bisa apalagi mengetahui maksudnya!

Nampaknya benarlah sabda Nabi yg menyatakan bahwa di besok hari ummat ini akan berkembang menjadi ummat yg besar tapi tidak mempunyai wibawa di mata ummat-ummat lainnya, seolah-olah ibarat buih di tengah lautan terombang ambing kesana kemari. Inilah ummat islam, ummat yg tidak peduli lagi akan panduan hidup bagi mereka, ummat islam adalah kapal besar yg sebentar lagi akan karam sementara tidak ada satupun nahkoda yg sanggup membawanya menuju dermaga yg ada di ujung sana.

Wahai ummat islam kembalilah pada Alquran, cintai, pelajari, tadabburi, tafakkuri dan amalkan lah isinya.

Jumat, 12 Desember 2008

Hati (alqolbu) yg suci

Ketinggian derajat manusia di sisi Allah SWT dan di sisi manusia lainnya adalah di dasarkan pada kesucian hatinya, kelapangan dada, dan suka berbuat baik terhadap sesama manusia.

Allah SWT memuji Nabi ibrahim AS karena ibrahim memiliki hati yg suci, jiwa yg luhur dan iman yg kuat. Hati yg suci adalah hati yg bebas dari menyekutukan Tuhan, mencintai sesama manusia selayaknya mencintai dirinya sendiri dan selalu memaafkan segala kesalahan manusia betapapun buruk perlakuan terhadapnya.

Hati yg suci adalah hati yg bersih dr keraguan, kemunafikan, riya', dengki, merasa paling hebat, dan sifat tercela lainnya.

Nabi di dalam doanya memanjatkan Allahumma inni as-aluka qolban saliimaa.
Ya Allah aku meminta padamu hati yg selamat/suci. hati yg selamat adalah hati yg di jauhkan dr segala bencana hawa nafsu dan lintasan-lintasan yg buruk, hati yg selalu rindu akan ridho Tuhan.

Ulama ahli jiwa memberikan solusi pada kita cara untuk memperbaiki hati yaitu dg cara
1. Membaca Alquran dg tadabbur, menghayati setiap kalimat yg kita baca.
2. Menyedikitkan makan.
3. Qiyamul-lail
4. Merendahkan diri di hadapan Allah pd waktu sahr.
5. Berkumpul dg orang-orang yg shalih.
6. Banyak merenung
7. Menyingkirkan diri dari orang-orang yg bergurau yg berlebihan.
8. Meninggalkan perbincangan tentang hal-hal yg tidak berguna.
9. Makan hanya yg halal saja, dan ini adalah merupakan puncak dr semuanya.
Jika ingin punya hati yg bersih suci jauhilah makanan yg haram, baik haram dr segi fisiknya maupun haram dr segi sifatnya. jangan pernah mimpi ingin punya hati yg suci jika anda adalah koruptor, penipu, suka makan harta yatim, dan dzhalim terhadap sesama.

Ahirnya, Walaa tukhzinii yauma yub'atsun, yauma laa yanfa'u maalun walaa banuun, illaa man atal-laaha biqolbin saliim.

Kamis, 11 Desember 2008

Surat untuk kekasihku safira rahadian

Safira kekasihku... Tuhan Allah pernah berfirman pada nabi musa AS, carilah Aku di antara orang-orang yg hancur hatinya, semakin hancur hati seseorang berarti semakin dekat dia dg Tuhan, adakah keni'matan hidup yg lebih indah daripada dekat dengan Tuhan? wahai kekasihku, kehancuran hati bukanlah ahir dari segalanya!

Dian kekasihku..Syaih Muhammad alghozali pernah berkata, manusia yg perkasa adalah manusia yg sanggup keluar dari segala kehancuran betapapun kehancuran begitu parah menerpa. kuatkan hati dan tekad untuk selalu bersedia dalam menerima kehancuran dan segeralah untuk berusaha keluar dr kehancuran itu dengan hati dan tekad yg kuat pula, ingatlah pula bahwa Tuhan akan selalu memberikan solusi bagi hambanya.

Safira rahadian kekasihku...Muhammad SAW sang nabi pernah bersabda, sungguh mengherankan keadaan orang mu'min, jika dia mendapat kesenangan kemudian bersyukur itu akan baik baginya, dan jika dia mendapat penderitaan kemudian bersabar itu juga akan baik baginya, jadi tiada hal yg menimpa orang yg beriman yg sia-sia, bersabarlah kekasihku sambil terus berusaha untuk mencari solusinya!

Kekasihku...dalam perjalanan hidup yg kita lalui selalu ada dua hal yg menyertai kita yaitu kebahagiaan yg karenanya kita tertawa naik..seolah-olah sebuah kereta yg "gemerlapan", namun suatu hari kitapun mau tidak mau akan melalui penderitaan, kita seolah-olah berjalan di bawah terik sinar matahari atau basah kuyup tersiran hujan yg membadai. ya begitulah, kita kadang berjalan bersama angin sejuk segar, tenang penuh kedamaian, namun suatu saat kitapun akan tergelincir, terperosok bahkan terpelanting karena jalan miring, curam serta angin yg membadai. itulah hidup kekasihku,..sakit, sehat, sedih, gembira akan selalu silih berganti tapi jiwa harus selalu sadar karena dalam jiwa yg sadar akan selalu ada ketegaran dan kesegaran dalam menempuh aneka ragam bunga kehidupan..

Dian...sesungguh perjalanan hidup adalah perjalanan yg indah dan menyenangkan, hidup ini indah karena di warnai dg pukulan-pukulan kesakitan yg kadang mendera kita, hidup ini menyenangkan karena kita di tantang oleh kesulitan dan penderitaan untuk menunjukkan keberadaan kita sebagai manusia yg sebenarnya, tanpa kesulitan dan penderitaan kita tak kan pernah dewasa, tak kan berkembang dan sulit untuk mengenal diri sendiri.

Dian...Lihatlah air di sungai itu...kadang keruh, kotor penuh sampah, tp suatu saat akan kembali bersih,jernih, begitupun dg segala penderitaan yg kita alami, kesakitan yg kita rasakan, setiap saat akan terjadi perubahan. yah begitulah hidup...karenanya kita harus menimati detik-detik yg berjalan dg sepenuh hati, apapun yg terjadi. sungguh sayang jika waktu kita biarkan berlalu dg sia-sia, "lan tarji'al-ayyamal-lati qod madhat", begitulah apa yg telah terjadi tak akan pernah kembali, cepat atau lambat perjalanan akan berahir. tersenyumlah, smile, tabassam wahai kasihku...

Safira rahadian...hidup adalah berkah Allah yg terbesar yg di limpahkan pada kita, jangan sampai terlewatkan tanpa arti, kita lahir ke dunia sambil menangis karena akan memulai perjalanan yg tidak kita mengerti, sesuatu yg asing akan kita jalani. mudah-mudahan dalam kehancuran tetap ada senyum, senyum yg kan kita bawa sampai perjalanan hidup berahir, setelah kita menyelesaikan semuanya dg baik, husnul khotimah...

kiranya cukup sampai di sini tulisan ini kekasihku...semoga dirimu tidak bosan untuk membacanya..hadapilah semuanya dg segenap iman yg ada dalam hatimu, laa tahzan innallaaha ma'anaa.

Salam manis selalu.
By: kekasih jiwamu

Padepokan pageur ageung-desember-2008.