Kepada hadhrat nabi tercinta, nabi yang terpilih. Kami haturkan shalawat dan salam atas-mu wahai nabi yang mulia, rasul yang agung, yang berjiwa lembut dan penyayang terhadap sesama.
Wahai sayyid kami, wahai nabi kami, wahai kekasih kami, wahai pelipur duka kami. wahai rasulullah, wahai nabi Allah, wahai kekasih Allah, wahai penghias keindahan di kerajaan Tuhan, wahai cahaya singgasana Tuhan, wahai manusia terbaik pilihan Tuhan, wahai syafaat bagi mereka yang berdosa, wahai nabi pembawa rahmat bagi semesta alam.
Sungguh, Tuhan telah berfirman dalam kedudukan-mu yang agung "dan jika mereka yang telah mendzhalimi diri, datang bersimpuh pada-mu, beristighfar pada Tuhan, dan rasul memohonkan ampun bagi mereka, niscaya mereka akan menemui Tuhan maha penerima taubat lagi penyayang.
Wahai pemimpin kami, Muhammad Ibn Abdullah Ibn Abdul-Muthallib Ibn Hasyim, wahai sayyidina Yasin, wahai sayyidina Thaha, wahai sayyidina Munir, wahai sayyidina Basyir, wahai sayyidina Muqaddam penghulu para rasul. Inilah kami wahai junjungan kami, wahai rasulullah, kami bersimpuh, berlari kepada-mu dari dosa-dosa meminta syafaat dan perlindungan dari murka Tuhan, wahai pemberi syafaat bagi manusia, wahai pengurai segala tabir kelam, wahai penerang kegelapan, singkirkan kami dari neraka, wahai nabi yang penyayang.
Wahai penghulu kami, kami datang berziarah pada-mu, kami menetap di pintu-mu yang agung, kami mengharap syafaat dari-mu, jangan tolak kami dari haribaan-mu yang menyebabkan kami menjadi hina dan merugi, kami berharap syafaat dari kemuliaan-mu.
Wahai rasulullah junjungan kami, kami meminta syafaat pada-mu, memintakan keutamaan bagi-mu pada Tuhan, memintakan derajat yang tinggi, tempat yang mulia, Haudh yang tercipta, syafaat yang agung di hari penyaksian.
Wahai manusia terbaik yang pernah ada, jiwa kami kan menjadi tebusan untuk pusara yang kini engkau beristirah, di sana ada kelembutan, di sana ada keindahan, di sana ada kemuliaan. Engkaulah kekasih Tuhan, engkaulah pemberi syafaat, engkaulah yang di harap pertolongan-nya bagi kaki yang tergelincir.
Kami bersaksi, engkau adalah pesuruh Tuhan, sungguh, engkau telah menyampaikan risalah dengan sebenarnya, telah menunaikan amanah, menjadi penasehat bagi segenap manusia, engkaulah penyingkap tabir gelap, penyinar pekat kehidupan, engkau telah bersungguh-sungguh di jalan Allah, telah beribadah sebenar-benarnya pada Tuhan hingga ajal menjemput. Kami ucapkan Jazakallah, semoga Tuhan membalas jasa-jasa-mu dengan sebaik-baiknya.
Wahai nabi pilihan, kami meminta pertolongan pada-mu pada hari kebingungan yang besar, hari yang tiada lagi bermanfaat lagi harta maupun putera, kecuali mereka yang datang dengan hati yang selamat hati yang jernih. Syafa'ati kami wahai junjungan kami rasulullah. Salam atas-mu wahai pemimpin para rasul,
kami bersaksi, tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.
Damai di hati damai di bumi, damai dalam kasih Tuhan Allah Swt..KINGDOM of HEAVEN adalah blog yg mengedepankan persaudaraan lintas agama, suku maupun ras dan menghormati segala kecenderungan yg di anut oleh setiap orang. Jangan ada caci maki maupun kata-kata kotor di sini, mari kita ciptakan kerajaan sorga di dunia ini sebelum kita memasuki kerajaan sorga abadi yg sesungguhnya di ahirat kelak..Welcome to my Palace
Tampilkan postingan dengan label Emotion of soul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emotion of soul. Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 April 2009
Minggu, 22 Februari 2009
Tuhan masih mengasihi saya
Kawan-kawan, friend's, ikhwan...Tahukah kalian tempat di mana saya kini tinggal dan berpijak? Saya kini tinggal di pesantren, di sebuah tempat yang jauh dari bising kota dan keriuhan pesta manusia modern. Sunyi, senyap dan seperti tiada berperadaban. Gambaran alam di sini dengan letak geografis yang jalanannya menanjak terjal, menurun curam, sebelah sini tebing dan sebelah sana jurang. Jika malam menjelang tiada terdengar oleh telinga saya kecuali suara-suara aneh dari sejumlah binatang yang tak saya mengerti bentuk dan wujudnya, mata saya pun tidak dapat melihat apapun kecuali gelap, gelap dan gelap.
Kawan..persis di samping kamar yang biasa untuk saya istirah, berdiri dengan kokoh, garang, dan angkuh, tebing yang tinggi menjulang. Selalu ada rasa takut dalam hati ini karena ahir-ahir ini curah hujan intensitasnya begitu tinggi, tiada hari berlalu kecuali sang hujan selalu membasahi bumiku. Sering saya lihat butir-butir tanah dalam jumlah yang besar luruh dari atas tebing bersama derasnya air hujan, saya sebenarnya selalu tidak berani untuk berfikir terlalu jauh, tapi jika saya sedang merenung sendirian, tetap saja terlintas di fikiran "Andai jika tebing itu runtuh" lalu menimpa kamar saya ketika saya sedang berada di dalamnya, O my God, tamatlah riwayat hidupku. Tapi tidak, insya Allah, Tuhan yang maha kasih dan maha adil tidak akan memberhentikan hidup saya dengan cara setragis dan sekonyol itu. Amien.
Ada beberapa kawan yang kaget dengan keberadaan saya kini di sini, di tempat yang seolah-olah antah berantah ini. Mereka mengeluhkan susahnya berkomunikasi dengan saya. Email jarang di balas, SMS lama terkirim, suara telephon terputus-putus, kadang nyambung tapi dengan suara yang tidak jelas dan bikin sebal telinga. Saya juga tidak kalah bingung dengan kawan-kawan itu, di sini sinyal HP adalah sesuatu yang sangat susah di dapat, sinyal GPRS lebih parah lagi kondisinya, di sini tidak ada WARNET punya adik saya, tempat yang biasa saya duduk di dalamnya selama berjam-jam dua kali dalam seminggu, di sini tiada GRAMEDIA, tempat yang biasa saya kunjungi demi melipur dahaga kebodohan saya satu kali dalam seminggu, di sini tiada GRAGE MALL, tempat yang biasa untuk saya dan adik-adik saya berbelanja berbagai kebutuhan untuk di konsumsi pada bulan selanjutnya. Meski bingung dan tersiksa tapi saya selalu menyadari bahwa kedewasaan tidak akan di dapat kecuali setelah melalui bebagai ragam pengalaman hidup. Yah saya ada di sini dalam rangka proses pendewasaan diri sekaligus "Penuaan diri", mungkin.
Kawan..Saya adalah orang yang terbiasa berfikir kritis, bebas, namun tetap toleran pada beragam pendapat. Kini harus berkumpul di pesantren salaf (totok) dengan orang-orang yang berfikiran kolot dan fanatik yang tidak memandang kebenaran kecuali hanya ada pada tata cara mereka dalam hal ibadah pada Tuhan atau lainnya, akibatnya tiada hari saya habiskan kecuali untuk berdiskusi, berdialog dan berdebat memberi sedikit pengertian pada mereka bahwa di luar sana, walaupun mereka menjalani ibadah tidak seperti yang ada di sini tapi yang namanya kebenaran pasti akan tetap ada bersama mereka. Saya ma'lum, orang-orang di sini begitu fanatik terhadap apa yang mereka yakini karena mereka berhati-hati terhadap ajaran yang di anutnya dan semata-mata karena ingin kepatuhannya pada Tuhan tidak ternoda oleh apapun. Namun sayangnya, orang-orang yang berhati-hati dalam satu hal ternyata belum tentu berhati-hati dalam hal lainnya kaitannya dengan anggapan bahwa ibadah orang lain yang tidak sama dengan mereka adalah salah. Di sinilah letak ketidak sepakatan saya dengan mereka, saya menganggap tidak ada masalah dengan cara ibadah mereka tapi pada saat yang sama mereka kerap menyalahkan dan mencurigai tata cara ibadah saya yang sedikit berbeda dengan mereka.
Satu hal yang saya kagumi dari mereka adalah kebersahajaan mereka dalam menjalani hidup. Hidup apa adanya tanpa hiburan yang muluk-muluk seperti adat masyarakat kota, tidak ada anak-anak kecil yang riuh membicarakan PS yang baru saja di mainkan seperti kerap saya jumpai pada celoteh anak-anak perkotaan, masyarakat sini seolah-olah menjalani hari-hari yang begitu monoton dan membosankan tapi tetap tiada melupakan rasa syukur pada Tuhan Pencipta alam.
Kawan..Tuhan masih mengasihi saya, karena betapapun sulit ku bayangkan hidup mereka, tapi masih ada orang yang berjiwa malaikat yang tanpa bosan menanggung makan sehari-hari untuk saya walaupun dengan menu sangat sederhana dan seadanya. Jika anda ada di sini jangan pernah anda membayangkan akan menemukan burger, pizza, atau jenis makanan aneh lainnya yang mudah di dapatkan di kota. Saya mengenal beberapa jenis makanan di sini dengan nama yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya yang merupakan simbol dari kebersahajaan masyarakat di sini. Pernahkah anda mendengar jenis makanan yang bernama ONDOL, OBANG ABING atau SIMPRING kawan? Tentu belum pernah mendengar bukan? Pernahkah anda makan sup yang sayurnya terbuat dari batang pohon kelapa? Jika belum berarti dalam hal makanan ternyata saya lebih maju daripada anda kawan, sebab selain makanan antah berantah itu sayapun pernah merasakan berbagai macam makanan modern yang pernah ada.
Satu lagi cerita yang ingin saya kabarkan pada anda kawan, anda pernah mendengar sebutan KIYAI bukan? Nah, inilah pangkal dari semua kerisauan saya. Para santri dan masyarakat di sini meski tidak sampai pada taraf menTUHANkan kiyai, tapi tindak tanduk terhadapnya sangat jauh berbeda di banding jika dengan tindak tanduk terhadap orang biasa sekalipun umurnya begitu tua. Bagi saya, menghormati kyai karena dia adalah orang yang punya kelebihan agama adalah wajar dan sah-sah saja, namun jika harus tunduk dan pasrah secara total tanpa kita dapat membantahnya, tidak boleh berbicara sebelum kiyai bicara dulu, harus duduk di lantai sementara kyai dengan santai duduk di atas kursi, tidak boleh ada yang berkhotbah di mimbarnya kecuali dirinya dan jenis-jenis aturan yang lainnya yang menggambarkan pada kepatuhan total padanya, hal-hal seperti ini yang tidak bisa saya terima. Jangankan terhadap sesama manusia, terhadap Tuhanpun sebetulnya manusia tidak di haruskan untuk patuh secara total, adalah wajar jika sesekali kita membangkang atau berdosa asal setelah itu kita bersimpuh kembali di hadapan kemahabesarannya, bukankah dalam sebuah Hadits Qudsi Tuhan berfirman; lau lam tudznibuu ladzahaballahu bikum, waja-a biqoumin yudznibuun. Jika sekiranya kalian sama sekali tidak pernah berdosa, maka Aku (Tuhan) akan memusnahkan kalian dan menggantinya dengan kaum yang berdosa. Usut punya usut ternyata rintihan taubat orang-orang yang berdosa, begitu merdu terdengar di telinga Tuhan.
Kawan..persis di samping kamar yang biasa untuk saya istirah, berdiri dengan kokoh, garang, dan angkuh, tebing yang tinggi menjulang. Selalu ada rasa takut dalam hati ini karena ahir-ahir ini curah hujan intensitasnya begitu tinggi, tiada hari berlalu kecuali sang hujan selalu membasahi bumiku. Sering saya lihat butir-butir tanah dalam jumlah yang besar luruh dari atas tebing bersama derasnya air hujan, saya sebenarnya selalu tidak berani untuk berfikir terlalu jauh, tapi jika saya sedang merenung sendirian, tetap saja terlintas di fikiran "Andai jika tebing itu runtuh" lalu menimpa kamar saya ketika saya sedang berada di dalamnya, O my God, tamatlah riwayat hidupku. Tapi tidak, insya Allah, Tuhan yang maha kasih dan maha adil tidak akan memberhentikan hidup saya dengan cara setragis dan sekonyol itu. Amien.
Ada beberapa kawan yang kaget dengan keberadaan saya kini di sini, di tempat yang seolah-olah antah berantah ini. Mereka mengeluhkan susahnya berkomunikasi dengan saya. Email jarang di balas, SMS lama terkirim, suara telephon terputus-putus, kadang nyambung tapi dengan suara yang tidak jelas dan bikin sebal telinga. Saya juga tidak kalah bingung dengan kawan-kawan itu, di sini sinyal HP adalah sesuatu yang sangat susah di dapat, sinyal GPRS lebih parah lagi kondisinya, di sini tidak ada WARNET punya adik saya, tempat yang biasa saya duduk di dalamnya selama berjam-jam dua kali dalam seminggu, di sini tiada GRAMEDIA, tempat yang biasa saya kunjungi demi melipur dahaga kebodohan saya satu kali dalam seminggu, di sini tiada GRAGE MALL, tempat yang biasa untuk saya dan adik-adik saya berbelanja berbagai kebutuhan untuk di konsumsi pada bulan selanjutnya. Meski bingung dan tersiksa tapi saya selalu menyadari bahwa kedewasaan tidak akan di dapat kecuali setelah melalui bebagai ragam pengalaman hidup. Yah saya ada di sini dalam rangka proses pendewasaan diri sekaligus "Penuaan diri", mungkin.
Kawan..Saya adalah orang yang terbiasa berfikir kritis, bebas, namun tetap toleran pada beragam pendapat. Kini harus berkumpul di pesantren salaf (totok) dengan orang-orang yang berfikiran kolot dan fanatik yang tidak memandang kebenaran kecuali hanya ada pada tata cara mereka dalam hal ibadah pada Tuhan atau lainnya, akibatnya tiada hari saya habiskan kecuali untuk berdiskusi, berdialog dan berdebat memberi sedikit pengertian pada mereka bahwa di luar sana, walaupun mereka menjalani ibadah tidak seperti yang ada di sini tapi yang namanya kebenaran pasti akan tetap ada bersama mereka. Saya ma'lum, orang-orang di sini begitu fanatik terhadap apa yang mereka yakini karena mereka berhati-hati terhadap ajaran yang di anutnya dan semata-mata karena ingin kepatuhannya pada Tuhan tidak ternoda oleh apapun. Namun sayangnya, orang-orang yang berhati-hati dalam satu hal ternyata belum tentu berhati-hati dalam hal lainnya kaitannya dengan anggapan bahwa ibadah orang lain yang tidak sama dengan mereka adalah salah. Di sinilah letak ketidak sepakatan saya dengan mereka, saya menganggap tidak ada masalah dengan cara ibadah mereka tapi pada saat yang sama mereka kerap menyalahkan dan mencurigai tata cara ibadah saya yang sedikit berbeda dengan mereka.
Satu hal yang saya kagumi dari mereka adalah kebersahajaan mereka dalam menjalani hidup. Hidup apa adanya tanpa hiburan yang muluk-muluk seperti adat masyarakat kota, tidak ada anak-anak kecil yang riuh membicarakan PS yang baru saja di mainkan seperti kerap saya jumpai pada celoteh anak-anak perkotaan, masyarakat sini seolah-olah menjalani hari-hari yang begitu monoton dan membosankan tapi tetap tiada melupakan rasa syukur pada Tuhan Pencipta alam.
Kawan..Tuhan masih mengasihi saya, karena betapapun sulit ku bayangkan hidup mereka, tapi masih ada orang yang berjiwa malaikat yang tanpa bosan menanggung makan sehari-hari untuk saya walaupun dengan menu sangat sederhana dan seadanya. Jika anda ada di sini jangan pernah anda membayangkan akan menemukan burger, pizza, atau jenis makanan aneh lainnya yang mudah di dapatkan di kota. Saya mengenal beberapa jenis makanan di sini dengan nama yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya yang merupakan simbol dari kebersahajaan masyarakat di sini. Pernahkah anda mendengar jenis makanan yang bernama ONDOL, OBANG ABING atau SIMPRING kawan? Tentu belum pernah mendengar bukan? Pernahkah anda makan sup yang sayurnya terbuat dari batang pohon kelapa? Jika belum berarti dalam hal makanan ternyata saya lebih maju daripada anda kawan, sebab selain makanan antah berantah itu sayapun pernah merasakan berbagai macam makanan modern yang pernah ada.
Satu lagi cerita yang ingin saya kabarkan pada anda kawan, anda pernah mendengar sebutan KIYAI bukan? Nah, inilah pangkal dari semua kerisauan saya. Para santri dan masyarakat di sini meski tidak sampai pada taraf menTUHANkan kiyai, tapi tindak tanduk terhadapnya sangat jauh berbeda di banding jika dengan tindak tanduk terhadap orang biasa sekalipun umurnya begitu tua. Bagi saya, menghormati kyai karena dia adalah orang yang punya kelebihan agama adalah wajar dan sah-sah saja, namun jika harus tunduk dan pasrah secara total tanpa kita dapat membantahnya, tidak boleh berbicara sebelum kiyai bicara dulu, harus duduk di lantai sementara kyai dengan santai duduk di atas kursi, tidak boleh ada yang berkhotbah di mimbarnya kecuali dirinya dan jenis-jenis aturan yang lainnya yang menggambarkan pada kepatuhan total padanya, hal-hal seperti ini yang tidak bisa saya terima. Jangankan terhadap sesama manusia, terhadap Tuhanpun sebetulnya manusia tidak di haruskan untuk patuh secara total, adalah wajar jika sesekali kita membangkang atau berdosa asal setelah itu kita bersimpuh kembali di hadapan kemahabesarannya, bukankah dalam sebuah Hadits Qudsi Tuhan berfirman; lau lam tudznibuu ladzahaballahu bikum, waja-a biqoumin yudznibuun. Jika sekiranya kalian sama sekali tidak pernah berdosa, maka Aku (Tuhan) akan memusnahkan kalian dan menggantinya dengan kaum yang berdosa. Usut punya usut ternyata rintihan taubat orang-orang yang berdosa, begitu merdu terdengar di telinga Tuhan.
Selasa, 10 Februari 2009
Lonceng di masjid itu..
Tak terasa malam kini telah begitu larut.
Lonceng di masjid itu membunyikan suaranya dua kali, teng..teng.. berarti waktu telah menunjukkan pukul dua dini hari.
Tanpa sadar, berarti diri telah berkelana di dunia maya lebih dari enam jam. Yah enam jam yang begitu melelahkan, mengarungi dunia yang seolah tanpa batas, melewati berbagai kecamuk gagasan yang tak terkendali, menghadiri ide-ide yang mengganas buas, menyambangi segala teriakan keputus asaan yang menista sukma.
Ada mata yang mengunang nanar, taring yang menyeringai, gigi yang gemeretak, tangan yang mengejang terkepal, dada yang mendidih gemuruh, hati yang teraduk tercabik.
Hingar bingar itu terus membahana lantang di telinga jiwa, menyatu padu dalam derap tak berirama. entahlah, diri terasa sedang berada di tengah peperangan, perang melawan ketiadaan, perang melawan kehampaan, perang melawan segala kegalauan.
Lonceng di masjid itu kini terdengar begitu letih, letih memberitahu manusia bahwa waktu kan terus beranjak, betapapun manusia tetap diam tiada peduli.
Lonceng di masjid itu telah lama menghiasi malam-malamku yang sepi, menjadi teman setiaku dalam merajut rasa, melamun asa, memendam cita.
Lonceng di masjid itu selalu tegar berdiri di tepian masa, tak pudar meski matahari tak lagi berpendar, bulan tak lagi bersinar, suara adzan tak lagi terdengar.
Lonceng di masjid itu membunyikan suaranya dua kali, teng..teng.. berarti waktu telah menunjukkan pukul dua dini hari.
Tanpa sadar, berarti diri telah berkelana di dunia maya lebih dari enam jam. Yah enam jam yang begitu melelahkan, mengarungi dunia yang seolah tanpa batas, melewati berbagai kecamuk gagasan yang tak terkendali, menghadiri ide-ide yang mengganas buas, menyambangi segala teriakan keputus asaan yang menista sukma.
Ada mata yang mengunang nanar, taring yang menyeringai, gigi yang gemeretak, tangan yang mengejang terkepal, dada yang mendidih gemuruh, hati yang teraduk tercabik.
Hingar bingar itu terus membahana lantang di telinga jiwa, menyatu padu dalam derap tak berirama. entahlah, diri terasa sedang berada di tengah peperangan, perang melawan ketiadaan, perang melawan kehampaan, perang melawan segala kegalauan.
Lonceng di masjid itu kini terdengar begitu letih, letih memberitahu manusia bahwa waktu kan terus beranjak, betapapun manusia tetap diam tiada peduli.
Lonceng di masjid itu telah lama menghiasi malam-malamku yang sepi, menjadi teman setiaku dalam merajut rasa, melamun asa, memendam cita.
Lonceng di masjid itu selalu tegar berdiri di tepian masa, tak pudar meski matahari tak lagi berpendar, bulan tak lagi bersinar, suara adzan tak lagi terdengar.
Sabtu, 20 Desember 2008
Penyesalan
Raut kemilauan
sergah angan hilang kesunyian
diantara decak gemerincing nyanyian kepapaan
yang memilukan setiap jiwa yang hidup..
Di ujung serambi penyesalan
menuai ma'na sanggah perasaan
menuangkan butir embun kasih sayang
dalam padasan hati yang beku
Diantara hati dan jiwa
menyusur senyum tak menentu
melambungkan angan jiwa
ke sudut maya fatamorgana
menyiratkan ada dalam tiada
Nurani terkulai dalam hamparan pengharapan
menyuarakan derita dan kikisan asa
menuntut wujud hakikat
dari segumpal taqdir nyata
enyah di telan bisu
dalam tabir tak terungkap..
Geugeur sunten-desember 08
sergah angan hilang kesunyian
diantara decak gemerincing nyanyian kepapaan
yang memilukan setiap jiwa yang hidup..
Di ujung serambi penyesalan
menuai ma'na sanggah perasaan
menuangkan butir embun kasih sayang
dalam padasan hati yang beku
Diantara hati dan jiwa
menyusur senyum tak menentu
melambungkan angan jiwa
ke sudut maya fatamorgana
menyiratkan ada dalam tiada
Nurani terkulai dalam hamparan pengharapan
menyuarakan derita dan kikisan asa
menuntut wujud hakikat
dari segumpal taqdir nyata
enyah di telan bisu
dalam tabir tak terungkap..
Geugeur sunten-desember 08
Kamis, 11 Desember 2008
Surat untuk kekasihku safira rahadian
Safira kekasihku... Tuhan Allah pernah berfirman pada nabi musa AS, carilah Aku di antara orang-orang yg hancur hatinya, semakin hancur hati seseorang berarti semakin dekat dia dg Tuhan, adakah keni'matan hidup yg lebih indah daripada dekat dengan Tuhan? wahai kekasihku, kehancuran hati bukanlah ahir dari segalanya!
Dian kekasihku..Syaih Muhammad alghozali pernah berkata, manusia yg perkasa adalah manusia yg sanggup keluar dari segala kehancuran betapapun kehancuran begitu parah menerpa. kuatkan hati dan tekad untuk selalu bersedia dalam menerima kehancuran dan segeralah untuk berusaha keluar dr kehancuran itu dengan hati dan tekad yg kuat pula, ingatlah pula bahwa Tuhan akan selalu memberikan solusi bagi hambanya.
Safira rahadian kekasihku...Muhammad SAW sang nabi pernah bersabda, sungguh mengherankan keadaan orang mu'min, jika dia mendapat kesenangan kemudian bersyukur itu akan baik baginya, dan jika dia mendapat penderitaan kemudian bersabar itu juga akan baik baginya, jadi tiada hal yg menimpa orang yg beriman yg sia-sia, bersabarlah kekasihku sambil terus berusaha untuk mencari solusinya!
Kekasihku...dalam perjalanan hidup yg kita lalui selalu ada dua hal yg menyertai kita yaitu kebahagiaan yg karenanya kita tertawa naik..seolah-olah sebuah kereta yg "gemerlapan", namun suatu hari kitapun mau tidak mau akan melalui penderitaan, kita seolah-olah berjalan di bawah terik sinar matahari atau basah kuyup tersiran hujan yg membadai. ya begitulah, kita kadang berjalan bersama angin sejuk segar, tenang penuh kedamaian, namun suatu saat kitapun akan tergelincir, terperosok bahkan terpelanting karena jalan miring, curam serta angin yg membadai. itulah hidup kekasihku,..sakit, sehat, sedih, gembira akan selalu silih berganti tapi jiwa harus selalu sadar karena dalam jiwa yg sadar akan selalu ada ketegaran dan kesegaran dalam menempuh aneka ragam bunga kehidupan..
Dian...sesungguh perjalanan hidup adalah perjalanan yg indah dan menyenangkan, hidup ini indah karena di warnai dg pukulan-pukulan kesakitan yg kadang mendera kita, hidup ini menyenangkan karena kita di tantang oleh kesulitan dan penderitaan untuk menunjukkan keberadaan kita sebagai manusia yg sebenarnya, tanpa kesulitan dan penderitaan kita tak kan pernah dewasa, tak kan berkembang dan sulit untuk mengenal diri sendiri.
Dian...Lihatlah air di sungai itu...kadang keruh, kotor penuh sampah, tp suatu saat akan kembali bersih,jernih, begitupun dg segala penderitaan yg kita alami, kesakitan yg kita rasakan, setiap saat akan terjadi perubahan. yah begitulah hidup...karenanya kita harus menimati detik-detik yg berjalan dg sepenuh hati, apapun yg terjadi. sungguh sayang jika waktu kita biarkan berlalu dg sia-sia, "lan tarji'al-ayyamal-lati qod madhat", begitulah apa yg telah terjadi tak akan pernah kembali, cepat atau lambat perjalanan akan berahir. tersenyumlah, smile, tabassam wahai kasihku...
Safira rahadian...hidup adalah berkah Allah yg terbesar yg di limpahkan pada kita, jangan sampai terlewatkan tanpa arti, kita lahir ke dunia sambil menangis karena akan memulai perjalanan yg tidak kita mengerti, sesuatu yg asing akan kita jalani. mudah-mudahan dalam kehancuran tetap ada senyum, senyum yg kan kita bawa sampai perjalanan hidup berahir, setelah kita menyelesaikan semuanya dg baik, husnul khotimah...
kiranya cukup sampai di sini tulisan ini kekasihku...semoga dirimu tidak bosan untuk membacanya..hadapilah semuanya dg segenap iman yg ada dalam hatimu, laa tahzan innallaaha ma'anaa.
Salam manis selalu.
By: kekasih jiwamu
Padepokan pageur ageung-desember-2008.
Dian kekasihku..Syaih Muhammad alghozali pernah berkata, manusia yg perkasa adalah manusia yg sanggup keluar dari segala kehancuran betapapun kehancuran begitu parah menerpa. kuatkan hati dan tekad untuk selalu bersedia dalam menerima kehancuran dan segeralah untuk berusaha keluar dr kehancuran itu dengan hati dan tekad yg kuat pula, ingatlah pula bahwa Tuhan akan selalu memberikan solusi bagi hambanya.
Safira rahadian kekasihku...Muhammad SAW sang nabi pernah bersabda, sungguh mengherankan keadaan orang mu'min, jika dia mendapat kesenangan kemudian bersyukur itu akan baik baginya, dan jika dia mendapat penderitaan kemudian bersabar itu juga akan baik baginya, jadi tiada hal yg menimpa orang yg beriman yg sia-sia, bersabarlah kekasihku sambil terus berusaha untuk mencari solusinya!
Kekasihku...dalam perjalanan hidup yg kita lalui selalu ada dua hal yg menyertai kita yaitu kebahagiaan yg karenanya kita tertawa naik..seolah-olah sebuah kereta yg "gemerlapan", namun suatu hari kitapun mau tidak mau akan melalui penderitaan, kita seolah-olah berjalan di bawah terik sinar matahari atau basah kuyup tersiran hujan yg membadai. ya begitulah, kita kadang berjalan bersama angin sejuk segar, tenang penuh kedamaian, namun suatu saat kitapun akan tergelincir, terperosok bahkan terpelanting karena jalan miring, curam serta angin yg membadai. itulah hidup kekasihku,..sakit, sehat, sedih, gembira akan selalu silih berganti tapi jiwa harus selalu sadar karena dalam jiwa yg sadar akan selalu ada ketegaran dan kesegaran dalam menempuh aneka ragam bunga kehidupan..
Dian...sesungguh perjalanan hidup adalah perjalanan yg indah dan menyenangkan, hidup ini indah karena di warnai dg pukulan-pukulan kesakitan yg kadang mendera kita, hidup ini menyenangkan karena kita di tantang oleh kesulitan dan penderitaan untuk menunjukkan keberadaan kita sebagai manusia yg sebenarnya, tanpa kesulitan dan penderitaan kita tak kan pernah dewasa, tak kan berkembang dan sulit untuk mengenal diri sendiri.
Dian...Lihatlah air di sungai itu...kadang keruh, kotor penuh sampah, tp suatu saat akan kembali bersih,jernih, begitupun dg segala penderitaan yg kita alami, kesakitan yg kita rasakan, setiap saat akan terjadi perubahan. yah begitulah hidup...karenanya kita harus menimati detik-detik yg berjalan dg sepenuh hati, apapun yg terjadi. sungguh sayang jika waktu kita biarkan berlalu dg sia-sia, "lan tarji'al-ayyamal-lati qod madhat", begitulah apa yg telah terjadi tak akan pernah kembali, cepat atau lambat perjalanan akan berahir. tersenyumlah, smile, tabassam wahai kasihku...
Safira rahadian...hidup adalah berkah Allah yg terbesar yg di limpahkan pada kita, jangan sampai terlewatkan tanpa arti, kita lahir ke dunia sambil menangis karena akan memulai perjalanan yg tidak kita mengerti, sesuatu yg asing akan kita jalani. mudah-mudahan dalam kehancuran tetap ada senyum, senyum yg kan kita bawa sampai perjalanan hidup berahir, setelah kita menyelesaikan semuanya dg baik, husnul khotimah...
kiranya cukup sampai di sini tulisan ini kekasihku...semoga dirimu tidak bosan untuk membacanya..hadapilah semuanya dg segenap iman yg ada dalam hatimu, laa tahzan innallaaha ma'anaa.
Salam manis selalu.
By: kekasih jiwamu
Padepokan pageur ageung-desember-2008.
Rabu, 03 Desember 2008
Diary hujan
Saat ini di daerahku cirebon sedang terjadi hujan yg begitu lebat, angin menderu, kilat menyambar, guntur menggelegar dan aliran listrikpun padam yg akibatnya mayapada menjadi gelap hitam pekat, Aku takut ya Allah.
Hujan kadang bisa menjadi rahmat Allah yg di turunkan bagi kesejukan dan kesegaran mahluknya namun kadang hujan juga bisa menjadi malapetaka manakala intensitasnya tidak sesuai dg kapasitas bumi dalam menerimanya maka terjadilah banjir, tanah longsor, sawah yg gagal panen lalu berlanjut dengan kekurangan pangan dsb, ya di dalam hujan ada rahmat sekaligus bisa menjadi bencana besar. Allahumma shoyyiban nafi'a demikian lah salah satu doa Rosulullah ketika melihat hujan turun supaya di dalam hujan ada manfaatnya.
Hujan adalah salah satu bukti akan kemaha kuasaan Tuhan atas alam raya, bumi yg tadinya gersang akan menjadi subur kembali siap utk di tanami dan hasilnya tetap untuk kelangsungan hidup manusia. Tuhan memberi segala fasilitas yg ada di dunia ini untuk kepentingan mahluk hidup terutama manusia tanpa meminta imbalan dalam bentuk apapun, manusia tinggal mengolah segala fasilitas yg ada untuk di jadikan sesuatu yg bermanfaat bagi keberlangsungan hidup mereka sendiri.
Betapa maha pengasihnya Allah atas semuanya lalu yg menjadikan aku heran mengapa dg segala kebaikan yg Allah berikan masih saja ada manusia yg membangkang, membelot dan kepala batu dalam menerima ajaran-ajarannya? memangnya siapa kita, adakah kita ikut andil dalam penciptaan langit, matahari, bumi, gunung, laut dsb atau dapatkah kita membantu dalam menciptakan diri kita sendiri? o alangkah kecil dan lemah manusia, coba kita berdiri di bawah sebuah gunung atau di tepi laut lalu pandang diri kita sendiri dan renungi betapa menjulang gunung itu, betapa luas laut itu padahal gunung dan laut adalah cuma setitik kecil dr ciptaan Allah yg begitu agung lalu berada di titik manakah kita sehingga begitu berani membangkang? bisakah kita yg sombong ini menahan tangan Tuhan jika Tuhan berkehendak mencabut nyawa kita atau bisakah kita mengembalikan nafas kita jika Allah telah memisahkannya dr badan kita?
aah manusia sungguh dzhalim dan bodoh, aah manusia sungguh keras pembangkangannya, aah manusia sungguh membingungkan, aah manusia sungguh terlalu banyak membantah, aah manusia sungguh berjalan kesana kemari dalam kehinaan kecuali mereka yg beriman, berbuat baik pada sesama dan patuh pada aturan Tuhan..
Dan akhirnya, hujanpun kini telah reda langit kembali cerah mayapadupun menjadi tenang kembali.
Hujan kadang bisa menjadi rahmat Allah yg di turunkan bagi kesejukan dan kesegaran mahluknya namun kadang hujan juga bisa menjadi malapetaka manakala intensitasnya tidak sesuai dg kapasitas bumi dalam menerimanya maka terjadilah banjir, tanah longsor, sawah yg gagal panen lalu berlanjut dengan kekurangan pangan dsb, ya di dalam hujan ada rahmat sekaligus bisa menjadi bencana besar. Allahumma shoyyiban nafi'a demikian lah salah satu doa Rosulullah ketika melihat hujan turun supaya di dalam hujan ada manfaatnya.
Hujan adalah salah satu bukti akan kemaha kuasaan Tuhan atas alam raya, bumi yg tadinya gersang akan menjadi subur kembali siap utk di tanami dan hasilnya tetap untuk kelangsungan hidup manusia. Tuhan memberi segala fasilitas yg ada di dunia ini untuk kepentingan mahluk hidup terutama manusia tanpa meminta imbalan dalam bentuk apapun, manusia tinggal mengolah segala fasilitas yg ada untuk di jadikan sesuatu yg bermanfaat bagi keberlangsungan hidup mereka sendiri.
Betapa maha pengasihnya Allah atas semuanya lalu yg menjadikan aku heran mengapa dg segala kebaikan yg Allah berikan masih saja ada manusia yg membangkang, membelot dan kepala batu dalam menerima ajaran-ajarannya? memangnya siapa kita, adakah kita ikut andil dalam penciptaan langit, matahari, bumi, gunung, laut dsb atau dapatkah kita membantu dalam menciptakan diri kita sendiri? o alangkah kecil dan lemah manusia, coba kita berdiri di bawah sebuah gunung atau di tepi laut lalu pandang diri kita sendiri dan renungi betapa menjulang gunung itu, betapa luas laut itu padahal gunung dan laut adalah cuma setitik kecil dr ciptaan Allah yg begitu agung lalu berada di titik manakah kita sehingga begitu berani membangkang? bisakah kita yg sombong ini menahan tangan Tuhan jika Tuhan berkehendak mencabut nyawa kita atau bisakah kita mengembalikan nafas kita jika Allah telah memisahkannya dr badan kita?
aah manusia sungguh dzhalim dan bodoh, aah manusia sungguh keras pembangkangannya, aah manusia sungguh membingungkan, aah manusia sungguh terlalu banyak membantah, aah manusia sungguh berjalan kesana kemari dalam kehinaan kecuali mereka yg beriman, berbuat baik pada sesama dan patuh pada aturan Tuhan..
Dan akhirnya, hujanpun kini telah reda langit kembali cerah mayapadupun menjadi tenang kembali.
Langganan:
Postingan (Atom)