Selasa, 30 Juni 2009

Ayat-ayat Tuhan

Betapa menakjubkan ayat-ayat Tuhan, ia tersebar di segala penjuru maya pada! Ada yang termaktub dalam teks-teks kitab suci, adapula yang tergambar jelas di sekitar tatapan mata, di gunung-gunung yang tinggi menjulang, di bukit-bukit yang melandai, di kedalaman laut yang membiru anggun, dalam tebaran bintang yang mencahaya di ufuk tiada bertepi, dan dalam segenap keajaiban yang ada pada bani insan sendiri.

Sanurîhim âyâtinâ fi al-âfâqi wa fî anfusihim hattâ yatabayyana lahum annahû al-haq. Awalam yakfi bi-Rabbika annahû 'alâ kulli syai-in syahîd?. Artinya: kelak, kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat kami di segenap ufuk langit, dan pada diri mereka sendiri. Tidakkah cukup bahwa Tuhan menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS fush-shilat 53).

Wa fî anfusikum, afalâ tubshirûn? Dan pada dirimu (terdapat kekuasaan Tuhan), tidakkah kamu memperhatikan? (QS adz-dzariat 21).

Tuhan maha besar! Ayat-ayatNya yang mengagumkan senantiasa hadir di tengah kefanaan manusia untuk di tafakkuri dan di renungkan, sebagai bukti agar manusia tiada lupa untuk bersyukur. Untuk mengokohkan kembali iman yang rapuh, akibat terpaan jerat iblis yang kerap memalingkan manusia dari kerajaan langit dengan pongahnya. Untuk menunjukkan jalan lempang bagi mereka yang kerap tersesat di dekorasi peradaban mutahir.

Maha suci Tuhan. Panggilan kemenangan senantiasa menggema di bumi manusia, suara adzan itu lima kali dalam sehari memelodi di segenap cakrawala. Namun, betapa sering kita pura-pura tuli untuk menyambut panggilan lembut itu. Mari kita shalat, mari kita rebut kemenangan! Sayang, kita kerap menyahutinya dengan amal-amal ma'shiyat. Kita sering meresponsnya dengan hati tiada riang, akibat genangan hawa nafsu yang membandang di fitrah jiwa.

Ahirnya, sinyal-sinyal keTuhanan tiada lagi memantul peka di kedalaman sanubari. Ya! Kita kerap terpenjara dalam pesta pora kesementaraan manusia, mengabaikan waktu yang sebenarnya tiada berhenti memburu ajal.

Selasa, 09 Juni 2009

Hal ihwal manusia di Padang Mahsyar

Alkisah pada suatu hari, seorang sahabat terkenal yang bernama Muadz ibn Jabal bertanya pada Rasulullah Saaw: ya Rasulallah, jelaskan padaku firman Tuhan "yauma yunfakhu fi ash-shuri fata'tuna afwaja"...Dan pada hari terompet di bunyikan, maka kalian akan datang dengan berbondong-bondong.

Mendengar pertanyaan Muadz, Nabi yang suci itu menangis tersedu-sedu, sehingga airmata membasahi bajunya. Kemudian Nabi bersabda: "wahai Muadz, engkau telah menanyakan sesuatu yang amat dahsyat. Ummatku akan di giring dari kubur mereka menuju Padang Mahsyar menjadi dua belas kelompok".

Kelompok pertama adalah: mereka yang di giring ke Padang Mahsyar dengan tiada memiliki tangan dan kaki. Terdengarlah seruan "inilah orang-orang yang dzhalim dan kejam terhadap tetangganya".

Kelompok kedua: mereka yang di giring dalam keadaan bermuka babi hutan, kepada kelompok ini terdengar seruan. "inilah orang-orang yang meremehkan perintah Tuhan".

Kelompok ketiga: mereka yang di giring dari kubur dengan perut di penuhi ular dan kalajengking, maka terdengarlah seruan "inilah orang-orang yang enggan mendermakan hartanya".

Kelompok ke empat: mereka yang di giring dalam keadaan mulut di penuhi darah, terdengar seruan untuk mereka. "inilah orang-orang yang curang dalam transaksi jual beli".

Kelompok kelima: mereka yang di giring dalam keadaan sangat busuk baunya. Kepada mereka terdengar seruan "inilah orang-orang yang baik di muka umum, padahal mereka adalah biang dari segala kejahatan".

Kelompok ke enam: mereka yang di giring dalam keadaan tenggorokan dan tengkuk terputus. "inilah orang-orang yang suka bersaksi palsu".

Kelompok ketujuh: mereka yang di giring dari kubur dengan tidak mempunyai lidah serta dari mulutnya mengalir darah dan nanah. "inilah mereka yang enggan bersaksi untuk kebenaran".

Kelompok kedelapan: mereka yang berjalan dengan wajah di bawah dan kakinya di atas. "inilah orang-orang yang telah melakukan zina dan mati sebelum sempat bertaubat".

Kelompok kesembilan: mereka yang di giring dalam keadaan wajah yang hitam kelam, sedang mulutnya di penuhi api. "inilah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzhalim".

Kelompok kesepuluh: mereka yang datang ke Padang Mahsyar dengan kulit melepuh dan terkelupas. "inilah orang-orang yang durhaka pada ibu bapaknya".

Kelompok ke sebelas: adalah mereka yang datang dalam keadaan buta matanya, gigi mereka laksana tanduk sapi, bibir mereka melebar sampai ke dada, lidah menjulur sampai ke perut bahkan sampai ke paha, sedang dari mulut mereka keluar kotoran. Kepada mereka di serukan, "inilah orang-orang yang selama hidupnya suka minum-minuman keras".

Kelompok kedua belas: mereka yang di giring dari kubur dengan wajah laksana bulan purnama, mereka melalui shirat secepat cahaya, maka terdengarlah seruan, "inilah orang-orang shalih, menjauhi perbuatan mungkar dan gemar pada perbuatan baik, mereka telah meninggalkan dunia setelah melakukan pertaubatan yang sempurna. Balasan bagi mereka adalah surga, kasih dan ampunan Tuhan.

Dalam riwayat hadits yang lain, Rasul pernah bersabda: manusia akan di bangkitkan pada hari kiamat kelak, terbagi atas tiga golongan besar:

Pertama: berkendaraan, kedua: berjalan kaki, dan ketiga: berjalan dengan wajahnya. Diantara sahabat ada yang bertanya: wahai Rasulallah, adakah manusia yang berjalan dengan menggunakan wajahnya? Nabi menjawab: Tuhan yang mampu memperjalankan manusia dengan kakinya, pasti akan mampu pula memperjalankan manusia dengan wajahnya.

Saudaraku... Pernahkah anda melakukan perjalanan jauh di muka bumi ini? Pernahkah kemudian anda menderita dalam perjalanan itu? Kalau anda pernah sengsara, kalau anda pernah merasa payah, terlunta-lunta, terengah-engah, tersaruk-saruk, terlempar bahkan terpelanting dalam hidup di dunia ini, sesungguhnya itu belum seberapa dahsyat.

Bagaimanapun jauhnya, betapapun teriknya, di dunia ini masih ada tempat untuk kita bernaung, masih ada sungai untuk menyembuhkan dahaga kita, masih ada semilir angin yang kan memberi kita rasa sejuk, masih banyak tempat-tempat makan untuk kita singgahi. Tetapi, di ahirat kelak, semua itu bukan saja tiada melainkan berganti dengan segala derita yang tiada tepermanai. Mereka yang terlunta-lunta tiada yang akan sanggup untuk mengentaskannya, mereka yang meraung-raung tidak akan ada yang mempedulikannya, mereka yang merangkak tidak akan ada yang berbelas kasih padanya, semua kita sibuk dengan kepayahan diri masing-masing. "yauma yafirrul mar-u min akhih, washahibatihi wabanih" anak lupa akan ayah ibunya, ayah ibu lupa akan anak-anaknya, tiada yang di butuhkan pada saat itu kecuali amal baik, amal yang semoga akan dapat menyelamatkan kita dari segala kengerian hari itu.

Semua manusia, mau tidak mau, terpaksa ataupun tidak, harus berangkat ke padang Mahsyar itu, tempat persidangan maha tinggi di bawah pimpinan hakim yang maha besar, Tuhan Rabbul izzati.

Kepada mereka yang menganggap lucu dan tidak percaya cerita ini, di persilahkan untuk tertawa sekeras-kerasnya, sebahak-bahaknya, kelak jika ajal menjemput dan malaikat maut menampar muka anda, saya harap anda teruskan tertawa, bisa apa tidak?

Walau tara idzi adzh-dzhalimuna fi ghamarati al-mauti wa al-malaikatu basithu aidihim akhriju anfusakum, al-yauma tujzauna 'adzab al-huni bi ma kuntum taquluna 'ala Allahi ghaira al-haqqi wa kuntum 'an ayatihi tastakbirun.

Senin, 01 Juni 2009

Selagi masih di dunia, jangan membedakan mahluk Tuhan

Ibrahim As merupakan nabi yang memiliki kedudukan teramat mulia di sisi Tuhan, ia di juluki dengan khalilullah, sahabat karib Tuhan. Dari jalurnya yang mulia, lahir banyak nabi-nabi yang terkenal dalam sejarah manusia yaitu, Ismail, Ishaq, Ya'qub, Yusuf, Ayyub, Musa, 'Isa 'Alaihim salam, dan puncak dari semuanya adalah baginda nabi Muhammad Saw yang menjadi cincin sekaligus penutup bagi para nabi. Oleh karenanya, Ibrahim juga di juluki dengan abu'l-anbiya' atau bapak para nabi.

Ibrahim As demikian di cintai Tuhan karena kasih sayang dan kedermawanannya pada sesama, sampai-sampai para malaikat begitu kagum dengan kemurahannya, sebuah rekor fantastis adalah ketika Ibrahim As mengurbankan ribuan ekor kambing miliknya untuk di sedekahkan pada mereka yang membutuhkan.

Ibrahim As di tegur Tuhan

Cerminan dari kedermawanan Ibrahim As adalah, ia tidak makan pagi sebelum terlebih dahulu mengumpulkan banyak orang untuk di ajak ikut makan bersamanya. Namun, suatu hari di pagi yang cerah, datang bertamu ke rumah Ibrahim, seorang Majusi yang ingin juga ikut makan bersamanya, demi melihat yang datang adalah seorang Majusi, Ibrahim dengan tegas menolaknya. Ibrahim menyatakan pada Majusi itu bahwa apa yang di hidangkannya hanya untuk mereka yang hanif dan lurus saja, tidak untuk Majusi yang di anggap menyimpang dari ajaran Tuhan. Ahirnya, dengan langkah gontai, Majusi itu berlalu dari rumah Ibrahim dalam keadaan penuh rasa sedih dan kecewa.

Tidak lama berselang, Tuhan menegur apa yang telah di perbuat Ibrahim itu. Wahai Ibrahim, apa hakmu menolak makan dengan Majusi itu, padahal Aku, Tuhan yang maha besar, maha benar, maha memberi rizki tidak pernah membedakan mahluk-Ku, semua Aku kasih rizki, tiada peduli mereka yang Hanif, Majusi dan bahkan mereka yang tidak mempercayai Aku sebagai Tuhanpun tetap Aku beri rizki. Apa maksudmu wahai Ibrahim?

Teguran Tuhan adalah merupakan pelajaran yang amat berharga bagi Ibrahim, setelah kejadian itu, siapapun mereka yang datang ke rumahnya, di terima dengan ramah dan penuh penghormatan, Ibrahim lebih terbuka kepada siapapun daripada sebelumnya.

Adakah tidak patut kita mencontoh Ibrahim wahai kawanku? Ataukah kita tetap mengeraskan jiwa, membengiskan wajah pada mereka yang tidak sehaluan dengan kita? Bahkan pada yang sehaluanpun kerap kali kita tega menginjaknya? Tidakkah kita contoh moral Tuhan yang tiada mengurangi kelembutannya pada mereka yang Atheis?

Tuhan dalam imajinasi "bocah"

Kalimat-kalimat yang nranyak, sumpah serapah, anggapan menghina yang maha kuasa dll pasti akan menghantam, kenapa?
Karena engkau telah menggambarkan sesuatu yang tiada bisa di angankan dalam khayal yang paling dalampun, tiada layak di fikirkan oleh pemikiran yang paling gilapun, sebab, Dia melampaui segala bentuk dan padanan, tiada tersekat dalam bias ruang waktu, ajaib mutlak segala yang berkaitan dengan diri-Nya, maha abstrak.

Tapi nanti dulu, aku tidak sampai kesana, aku menyadari betul bahwa membicarakan Tuhan adalah sesuatu yang percuma dan akal tiada bakal mampu untuk menguak misteri-Nya selamanya, lantas apa maksudnya?

Gambaran Tuhan pernah melintas di fikiranku pada waktu aku masih kecil, ketika aku baru saja mendengar cerita dari orang tuaku, bahwa dunia dan seluruh isinya ternyata ada yang mencipta. Aku bertanya, siapa yang mencipta semua ini? Ayahku bilang, dia adalah Allah Tuhan semesta alam, aku terus bertanya, Allah itu seperti apa, ada di mana, terus apa maksudnya mencipta semua ini? Tidurlah nak, belum waktunya kamu bertanya tentang masalah itu, jawab orang tuaku. Aku menurut.

Setelah dialog singkat itu, aku mencoba untuk memejamkan mata, tapi selalu gagal. Bayangan tentang Allah begitu menggoda anganku, terus dan terus hingga pada ahirnya dalam lelahku, terbentuk dalam bayangan fikiranku sosok seorang wanita anggun, berselendang putih, tersungging senyum keteduhan di bibirnya, memancarkan kemilau kesejukan yang tiada tara, aku bergumam, seperti itukah Allah? Sejenak kemudian, pada ahirnya akupun tertidur dalam damai.

Ketika masih kanak-kanak, kita menggambarkan Tuhan dalam bentuk-bentuk sangat sederhana. Dia bisa berupa seorang laki-laki, perempuan, cahaya, angin atau bahkan gabungan dari semuanya. Seorang anak menginginkan segala sesuatu yang bentuknya kongkrit yang bisa di lihat atau dapat di sentuh keberadaannya, hatta tentang masalah Tuhanpun, atau, paling tidak ia membutuhkan sesuatu yang bisa di bayangkan dalam batas-batas fikiran dan imajinasinya. Jika tidak , tentu ia akan mengingkari wujud-Nya atau kemungkinan ada-Nya. Ini adalah wajar. Oleh karenanya segala penggambaran tentang Tuhan dari seorang anak, tidak perlu di kuatkan atau di tentang yang berarti akan mengalihkan pikiran anak dari benda-benda kongkrit ke dalam hal-hal yang tidak terindra yang mereka anggap sebagai sesuatu yang tidak ada, akibatnya anak akan mengalami guncangan yang cukup serius.

Biarkanlah gambaran itu terus berjalan bersama imajinasinya, kelak, dalam perjalanan spiritualnya ia akan menemukan sendiri bentuk yang sesungguhnya dari Tuhan, yang penting, kita tetap menggiring fikiran mereka pada jalan yang mengarah pada me-maha-kan Tuhan.

Gambaranku tentang Tuhan pada waktu kecil pada ahirnya berubah seiring banyaknya informasi yang ku serap dari al-Quran, Hadits, dan petuah guru-guruku, Meskipun akalku tetap lemah untuk mencernanya. Last... Wujud Tuhan hanya bisa di gambarkan dengan iman yang ada dalam hati.

Senin, 18 Mei 2009

Ketika ATHEIS A-MORAL mengacau di blog saya

O my God, apa salah saya. Saya bingung, ketika tiba-tiba seseorang yang tidak saya ketahui identitasnya, tidak saya kenal dan bersembunyi di dalam jiwa yang pengecut, mengacau di blog saya dengan kata-kata yang menjijikkan dan tidak pantas keluar dari hati dan fikiran orang yang beragama.

Judul di atas adalah gambaran selaras tentang manusia ini. Saya menganggapnya adalah ATHEIS yang tidak bermoral, karena jika dalam hatinya ada sedikit saja setitik cahaya agama --apapun itu-, tentu pantang bagi dirinya untuk mengumbar kata-kata tidak bermoral itu.

Efeknya adalah saya terpaksa menghapus gadget shoutmix yang ada di blog ini, yang tadinya saya maksudkan untuk bercengkarama dengan sahabat-sahabat saya. Munculnya manusia dzhalim ini membuat suasana menjadi tidak sehat dan keruh. Padahal dalam muqaddimah blog ini saya menjelaskan bahwa misi perdamaian sangat saya kedepankan diatas segala-galanya.

Manusia bodoh ini mungkin tidak mengerti bahasa manusia, tidak punya bahasa hati nurani. Sebuah pameo yang mengatakan bahwa "bahasa menunjukkan bangsa" memperkuat alasan saya untuk mengatakan, bahwa hakiki dari manusia ini adalah binatang, bahkan lebih buruk dari binatang.

Cobalah simak kata-kata manusia ini yang di tulis pada tanggal 13 mei 2009, dengan nama yang aneh penuh samaran, menggambarkan kemarahan, rasa benci dan jijik terhadap saya serta menganggap saya begitu rendahnya.

Semua identitas dan kata-katanya asli dari manusia biadab ini, tanpa saya kurangi ataupun tambahi begitu pula dengan bentuk huruf-hurufnya maupun simbol-simbol yang menyertainya.

mr^pret: KEMINTER RAIMU COK!

ULILPEOT: "TEMBELEK LANTUNG"

ULILPEOT: JIL = JAMA'AH ISLAM LOYO kayak L0

ULILPEOT: LO KAYAK KASINO WAJAHNYA wakakakak SEMOGA CEPET MATI KAYA KASINO WARKOP

ULILPEOT: COK RAIMU UELEK TENAN

ULILPEOT: KONTOLMU CILIK yo MAS

ULILPEOT: MAS KOEN KOK UELEK MAS!! OTAKMU HABIS GEGAR OTAK YA MAS?

ULILPEOT: MAS BLOPGMU UELEK MAS? GAK MUTU BLASSSSS!!! MATI AJA KAMU MAS

Lihatlah dan resapi, adakah semua kata-kata di atas yang mencerminkan sebuah keinginan untuk bersahabat?

Barangkali setelah menuliskan kata-kata aneh itu si ATHEIS merasa telah memenangkan sebuah pertandingan, merasa bahagia karena berhasil melecehkan serendah-rendahnya mahluk Tuhan, merasa bahwa tidak ada satupun yang tahu apa yang di lakukannya padahal Tuhan senantias melihat segala gerak mahluknya sekecil apapun apalagi berkaitan dengan sebuah kedzhaliman.

Wahai ATHEIS, i'malu ma syi'tum, silahkan teruskanlah berbuat seperti itu dalam nyata maupun dalam maya. Silahkan amalkan firman Tuhan berikut ini; in quwwatuka tamna'uka min 'adzabi fashna' ma syi'ta, jika kekuatan yang ada pada dirimu sanggup mencegah murka Tuhan, silah berbuat semaumu, silahkan umbar segala kedurjanaan dan kebejadanmu wahai ATHEIS!

Sabtu, 02 Mei 2009

Al-'ithrah ath-thahirah (Biorgrafi singkat) keluarga suci sang nabi



Mereka adalah manusia-manusia suci pilihan Tuhan, yang pernah di hadirkan ke muka bumi sebagai rahmat bagi alam semesta.

Nabi Muhammad SAAW, Fathimah putrinya, Ali Ibn Abi Tahlib menantunya, dan 12 keturunan beliau yang di kalangan kelompok Syiah di kenal sebagai manusia-manusia ma'shum (di jaga dari kesalahan), manusia-manusia yang patut di teladani jalan hidupnya, manusia-manusia yang Tuhan telah berfirman di dalam Al-Quran berkaitan dengan mereka; Qul la as-alukum 'alaih ajran illa al-mawaddata fi al-qurba, katakan pada umatmu wahai Muhammad, aku tidak meminta upah apapun dari kalian kecuali rasa cinta kalian pada kerabatku.

Tragisnya, sejarah kelam tiada usang menghitamkan sejarah hidup mereka. Satu persatu dari mereka di aniaya, di lecehkan, di racun dan bahkan di bunuh oleh orang-orang yang mengaku sebagai umat Muhammad SAW. Maka, ucapan Shari'ati yang mengatakan; Islam adalah agama yang memiliki sejarah paling tragis dan kelam adalah ucapan yang benar dan tidak perlu di perdebatkan lagi. Orang-orang yang tadinya ikut andil membawa Islam berkembang pesat adalah juga yang pada ahirnya menusuk Islam dari dalam sekaligus turut memporak porandakan sendi-sendinya --di antaranya dengan cara mencaci maki, melecehkan, merampas hak dan membunuhi keluarga Muhammad SAW satu demi satu. Kecuali Rasulullah, imam Ja'far, dan Al-Mahdi, seluruh nama yang ada dalam biografi ini meninggal dengan cara yang tidak wajar. Ada yang di siksa, di racun ataupun di tikam.

Di perlukan uraian yang panjang untuk mengetengahkan kembali sejarah kelam itu, tetapi, berhubung tulisan ini saya maksudkan hanya untuk menampilkan biografi singkat nabi, putrinya, menantunya, dan 12 keturunannya, maka bagi mereka yang penasaran dengan ungkapan Shari'ati di atas, di persilahkan untuk merujuk pada buku-buku sejarah yang di tulis pada kurun-kurun awal perkembangan Islam, tentunya dengan merujuk pada buku-buku sejarah yang betul-betul obyektif dan menceritakan apa adanya yang terjadi tanpa di kurangi atau di lebih-lebihkan, tidak juga di tulis oleh penulis-penulis sejarah bayaran, yang isi tulisannya sudah barang tentu di sesuaikan dengan selera yang membayarnya.


* * *

Dengan menyebut nama Tuhan yang memiliki kasih tiada terbatas. Inilah biografi singkat hamba-hamba yang shalih dari kalangan keluarga nabi. Semoga dengan menulis nama-nama mereka di blog ini, berkah dan kebahagiaan akan senantiasa menyambangi hidup saya. Amien

1. Nabi Muhammad SAAW (Al-Mushtafa)

Nama - Muhammad.

Gelar - Al-Amien, Al-Musthafa, Ar-Rasul.

Panggilan - Abul-Qasim. Qasim adalah anak nabi yang sulung, meninggal pada waktu masih bayi.

Lahir - Hari jum'at, tanggal 17 rabiul-awwal.

Nama ayah - Abdullah ibn Abd Muthallib.

Nama ibu - Aminah binti Wahab.

Nabi meninggal dalam usia 63 tahun, pada hari senin bulan shafar tahun 11 Hijriyah. Beliau di makamkan di rumah beliau sendiri, yang sekarang berada di sekitar masjid nabawi Medinah.

2. Hadhrat Fathimah Az-Zahra

Nama - Fathimah.

Gelar - Az-Zahra.

Panggilan - Ummul-Aimma.

Lahir - Az-Zahra lahir di Makkah pada hari jum'at tanggal 20 jumadits-tsani. Fathimah adalah putri yang paling di cintai nabi, sehingga apabila Fatima marah terhadap seseorang, nabi akan ikut marah pada orang tersebut, apabila Fatima menyukai seseorang, nabi pun akan ikut menyukainya.

Nama ayah - Muhammad Ibn Abdullah.

Nama Ibu - Khadijah binti Khuwailid.

Az-Zahra meninggal di Medinah dalam usia sangat muda, 18 tahun. Fatima adalah keluarga nabi yang paling pertama menyusul nabi menghadap ke haribaan Tuhan. Di kisahkan, Fatima sakit setelah adanya perlakuan dari orang-orang munafik, yang mendobrak pintu rumahnya, sehingga Fatima terdorong dan menabrak dinding rumahnya. Masalah ini muncul ketika orang-orang munafik itu memaksa keluarga Fatima untuk membaiat pengangkatan Abu Bakar sebagai Khalifah. Jenazah Fatima di kuburkan pada malam hari, Fatima berwasiat agar prosesi penguburannya tidak di ketahui oleh siapapun kecuali keluarga dan orang-orang dekatnya. Fatima Az-Zahra di kebumikan di taman Baqi'.

3. Hadhrat Ali Al-Murtadho.

Nama - Ali.

Gelar - Al-Murtadho, Amirul-mu'minin, Abu Turab dan Asadullah.

Panggilan - Abul-Hasan.

Lahir - hari jum'at tanggal 13 bulan rajab.

Nama ayah - Abu Thalib.

Nama ibu - Fathimah binti Asad.

Imam Ali meninggal dalam usia 63 tahun, di daerah Kufah pada hari senin tanggal 21 ramadhan tahun 40 Hijriyah. Beliau di tikam setelah shalat subuh oleh Abu lu'lu-ah. Beliau di makamkan di Najaf, Irak.

4. Hadhrat Hasan Al-Mujtaba.

Nama - Hasan.

Gelar - Al-Mujtaba.

Panggilan - Abu Muhammad.

Lahir - pada hari selasa tanggal 15 ramadhan tahun 3 Hijriyah.

Nama ayah - Ali ibn Abi Thalib.

Nama ibu - Fathimah binti Muhammad SAW.

Imam Hasan meninggal dalam usia 46 tahun, pada hari kamis tanggal 20 shafar tahun 50 Hijriyah, di makamkan di Baqi'.

5. Hadhrat Husain Asy-Syahid.

Nama - Husain.

Gelar - Sayyidusy-Syuhada' (Leader of Martyrs).

Panggilan - Abu Abdillah.

Lahir - di Medinah pada hari kamis bulan sya'ban tahun 4 Hijriyah.

Nama ayah - Ali ibn Abi Thalib.

Nama ibu - Fathimah binti Muhammad.

Imam Husain meninggal sebagai syahid dalam usia 57 tahun di padang karbala, pada tanggal 10 muharram tahun 61 Hijriyah. Husain, secara kejam di bunuh oleh Yazid dan pasukannya, kemudian manusia biadab bernama Syimir dengan keji memenggal kepala Husain, lalu di araklah kepala Husain sampai ke damaskus, untuk di pertontonkan pada sejarah bahwa apapun alasannya Yazid ibn Muawiya tidak bisa dan sama sekali tidak pantas di sebut sebagai pemimpin Islam.

6. Hadhrat Ali Zainal Abidin.

Nama - Ali.

Gelar - Zainal Abidin.

Panggilan - Abu Muhammad.

Lahir - hari sabtu tanggal 15 jumadil awwal di Medinah.

Nama ayah - Husain ibn Ali.

Nama ibu - Syahri Banun, putri dari raja Yazdigard II.

Ali Zainal Abidin meninggal dalam usia 58 tahun, meninggal di Medinah pada tanggal 21 muharram tahun 95 Hijriyah. Ali sempat di siksa oleh Walid ibn Abd Malik Marwan. Di makamkan di pemakaman Baqi'. Zainal Abidin adalah satu-satunya laki-laki dari keluarga nabi yang selamat pada peristiwa Karbala, bibinya yang bernama Zainab Aqilat al-Wahyi yang membelanya dari kebiadaban Yazid.

7. Hadhrat Muhammad Al-Baqir.

Nama - Muhammad.

Gelar - Al-Baqir.

Panggilan - Abu Ja'far.

Lahir - hari selasa tanggal 1 rajab tahun 57 Hijriyah di Medinah.

Nama ayah - Ali ibn Husain ibn Ali.

Nama ibu - Fathimah binti Hasan ibn Ali.

Al-Baqir meninggal tahun 116 Hijriyah pada hari senin tanggal 7 dzulhijjah dalam usia 59 tahun, di makamkan di Baqi'.

8. Hadhrat Ja'far Ash-Shadiq.

Nama - Ja'far.

Gelar - Ash-Shadiq.

Panggilan - Abu Abdillah.

Lahir - hari senin tanggal 17 Rabiul awwal tahun 83 Hijriyah, di Medinah.

Nama ayah - Muhammad ibn Ali ibn Husain.

Nama ibu - Ummu Farwah.

Meninggal pada hari senin tanggal 15 rajab tahun 148 Hijriyah dalam usia 65 tahun dan di kebumikan di taman pusara Baqi'.

9. Hadhrat Musa Al-Kadzhim.

Nama - Musa.

Gelar - Al-Kadzhim.

Panggilan - Abu Ibrahim.

Lahir - pada hari ahad tanggal 7 rajab tahun 128 Hijriyah di daerah Abwa' (sebuah tempat yang berada di antara Makkah dan Medinah).

Nama ayah - Ja'far ibn Muhammad.

Nama ibu - Hamida Khathoon.

Musa Kadzhim meninggal di Baghdad, Irak. Dalam usia 55 tahun pada hari jumat tanggal 25 rajab tahun 183 Hijriya pada zaman Harun Ar-Rasyid. Al-Kadzhim di kebumikan di Kadzhimiah.

10. Hadhrat Ali Ar-Ridha.

Nama - Ali.

Gelar - Ar-Ridha.

Panggilan - Abul Hasan.

Nama ayah - Musa Al-Kadzhim ibn Ja'far.

Nama ibu - Ummu Banin Najma.

Ar-Ridha meninggal di daerah Masyhad Khurasan pada hari selasa tanggal 17 shafar tahun 203 Hijriyah. Di makamkan di Masyhad, Iran.

11. Hadhrat Muhammad Al-Jawad.

Nama - Muhammad.

Gelar - Al-Jawad, At-Taqi.

Panggilan - Abu Ja'far.

Di lahirkan pada hari jumat tanggal 10 rajab tahun 195 Hijriyah di Medinah.

Nama ayah - Ali ibn Musa.

Nama ibu - Khaizuran.

Meninggal dalam usia yang sangat muda, ya'ni 25 tahun. Di daerah Kadzhimiyah pada hari rabu tanggal 29 dzulqo'dah tahun 220 Hijriyah.

12. Hadhrat Ali An-Naqi.

Nama - Ali.

Gelar - Al-Hadi, An-Naqi.

Panggilan - Abul Hasan.

An-Naqi lahir pada hari jum'at tanggal 15 dzulhijjah tahun 212 Hijriyah di Surb. Ayah An-Naqi bernama Muhammad ibn Ali, dan ibunya adalah Summana Khathoon. An-Naqi meninggal di Samarra pada 26 jumadil akhar tahun 254 Hijriyah.

13. Hadhrat Hasan Al-Askari.

Nama - Hasan.

Gelar - Al-Askari.

Panggilan - Abu Muhammad.

Imam Al-Askari di lahirkan pada 8 rabiul akhar tahun 232 Hijriyah di Medinah.

Nama ayah - Ali ibn Muhammad.

Nama ibu - Saleel.

Seperti halnya ayahnya, Al-Askari juga meninggal dan di makamkan di daerah Samarra. Al-Askari hanya berusia sampai 28 tahun. Pada hari jum'at tanggal 8 rabiul awwal tahun 260 Hijriyah, imam Al-Askari kembali ke pangkuan Ilahi.

14. Hadhrat Muhammad Al-Mahdi.

Nama - Muhammad.

Gelar - Al-Mahdi, Shahibul-Ashr, Al-Hujjah, Al-Qaim.

Panggilan - Abul Qasim.

Lahir - hari jum'at tanggal 15 sya'ban tahun 255 Hijriyah di Samarra.

Nama ayah - Hasan Al-Askari.

Nama ibu - Nargis Khathoon.

Menurut pemahaman dan keyakinan kelompok Syiah, Al-Mahdi masih hidup sampai hari ini. Al-Mahdi sedang menghilang di suatu tempat, kemudian akan muncul kembali ketika dunia mendekati ahir usia, Al-Mahdi datang untuk menegakkan keadilan dan membela kebenaran, dia akan berjuang bersama Isa Al-Masih untuk menghancurkan paham dajjalisme yang melanda dunia pada saat itu. Imam Al-Mahdi di juluki juga dengan Imam Ghaib atau Imam Zaman. Wallahu a'lam.

Demikianlah biografi singkat nabi dan 12 keturunannya. Sebagian tulisan ini saya adaptasi dari sumber http://shia.org

catatan:
Dengan menulis biografi mereka, bukan berarti saya adalah syiah. Saya tidak tertarik dengan segala paham sektarian yang ada, apakah syiah, sunni, mu'tazilah dan lain sebagainya. Saya adalah moslem yang mencoba menerapkan segala pemahaman yang ada dalam khazanah keilmuan Islam dari manapun asalnya dalam kehidupan sehari-hari.

Rabu, 29 April 2009

Tuhan adalah cahaya langit dan bumi


Al-Quran surah An-Nur ayat 35. Tuhan adalah cahaya langit dan bumi, perumpamaan cahanya adalah laksana ceruk yang di dalamnya terdapat pelita. Pelita itu ada di dalam kaca, kaca itu laksana bintang yang berkelipan, yang di nyalakan dari pohon zaitun yang di berkahi, yang tidak terdapat di sebelah timur maupun barat yang minyaknya memberikan cahaya sekalipun tidak tersentuh oleh api, cahaya diatas cahaya.

Itulah Tuhan. Tuhan adalah cahaya, cahaya itu tersembunyi di dalam jiwa manusia; itulah cahaya yang di nyalakan dengan minyak zaitun, yang tiada dari timur maupun barat.

Sinagog Yahudi dengan sepuluh hijabnya adalah simbolisasi dari tubuh manusia dengan berbagai macam lapisannya. Di dalam sinagog tersebut ada pelita yang tiada padam untuk selama-lamanya yang minyaknya di buat dari pohon zaitun murni.

Yang di maksud cahaya adalah yang ada dalam diri manusia, Al-Quran menyebutkan, adalah cahaya yang di minyaki dengan minyak yang tidak di dapatkan di timur maupun di barat, itu hanya bisa di rasakan ketika seseorang bersemadi dalam dirinya. Cahaya itu bukanlah cahaya yang dapat di indera oleh mata, tapi cahaya bagi setiap yang ada.

Di dalam diri setiap manusia ada tanda-tanda yang tiada terlihat, ya'ni cahaya kebenaran yang bersinar dalam hati apabila manusia tidak lagi di dominasi oleh pengaruh luar. Syetan, Iblis, hawa nafsu dan lainnya.

Seorang sufi bersayair; katupkan bibirmu, pejamkan matamu, dan sumbat telingamu. Bila anda tidak bisa merasakan adanya cahaya Tuhan maka tertawakanlah kami.

Dengan menutup segala persepsi eksternal, lalu memusatkan perhatian pada diri sendiri, manusia akan mampu membaca kilasan real cahaya ke-Tuhan-an yang tiada bisa di jelaskan oleh pribadi lain dari yang merasakannya. Oleh karenanya maka timbullah ana al-Haq, laisa fi jubbati siwa Allah, Subhanii, tiada sesuatu yang ada kecuali aku dan lain-lain.

Dialog singkat Ya'qub As dan malaikat maut

Pada suatu hari, telah terjadi dialog antara Ya'qub AS dengan malaikat maut. Inilah petikannya:

Ya'qub: wahai Izrail, saya ingin minta sesuatu padamu.

Izrail: apa itu?

Ya'qub: saya ingin jika ajalku sudah dekat dan anda akan mencabut ruhku, tolong kasih tahu saya.

Izrail: baiklah, nanti saya akan memberi beberapa tanda padamu sebagai kabar telah mendekatnya ajalmu.

Ketika ajal Ya'qub telah dekat, Izrail datang menghadap Ya'qub.

Ya'qub berkata pada Izrail, anda datang kepadaku apakah hanya sekedar untuk berkunjung ataukah anda akan mencabut ruhku?

Izrail menjawab, saya datang untuk mencabut ruhmu wahai Ya'qub.

Ya'qub memprotes keputusan Izrail, bukankah dulu anda pernah berkata akan memberi tanda padaku sebelum anda mencabut ruhku?

Izrail menjawab, saya telah memberimu beberapa tanda tapi sayang anda tidak menyadarinya.

Ya'qub, mana tanda-tanda yang anda janjikan itu?

Wahai Ya'qub, bukankah dahulu rambut di kepalamu berwarna hitam pekat, bukankah dulu anda memiliki fisik yang kuat tak tergoyah, bukankah dulu anda terlihat begitu tegap gagah perkasa?

Maka, jika kini seluruh rambutmu telah memutih, fisikmu terlihat lemah, ringkih sakit-sakitan dan anda kini terlihat berjalan bungkuk sempoyongan, itu tandanya tidak lama lagi ajalmu akan segera tiba.

* * *

Sebaik-baik waktu adalah yang di pergunakan untuk jalan ketaatan pada Tuhan dan berkhidmat pada sesama. Barang siapa ingin menjaga keberkahan waktunya, maka jadikanlah perkataannya sebagai dzikir, diamnya untuk bertafakkur, dan segala gerak lakunya mengarah pada perbuatan yang baik.

Senin, 27 April 2009

Mengenal Tuhan

- Tuhan adalah indah, Dia mencintai keindahan. Indah adalah sifat pribadinya. Muhammad SAAW bersabda, kholaqa al-insana 'ala shurotih, manusia di cipta atas bentuk-Nya, Nya mengarah kepada bentuk wajah Tuhan, yang di maksud adalah keindahan-Nya. Oleh karenanya thabi'at manusia selalu cenderung pada keindahan. Tuhan mencintai keindahan sebelum segala sesuatu tercipta. Maka, Tuhan adalah keindahan dan kecintaan. Keindahan-Nya adalah cinta, dan cinta-Nya adalah keindahan. Tuhan adalah pencinta dan di cintai pada saat yang sama. Tuhan menyaksikan diri-Nya sendiri dalam cermin keindahan-Nya. Tuhan mencintai diri-Nya sendiri, maka, la yuhibbu Allah ghoiru Allah, tidak mencintai Tuhan kecuali Tuhan itu sendiri. Sebuah cinta mutlak yang tiada terbatas dan bertepi.

- Hanya Tuhan yang ada, maka, segala sesuatu selain Dia pada hakikatnya adalah 'adum, ketiadaan, non entiti. Tuhan menyatakan keberadaan diri-Nya dalam bentuk "ke-Aku-an" seorang pencari jalan kebenaran (salik). Karena itu, pengenalan akan ke-Aku-an diri seseorang adalah bergantung pada pengenalan akan Tuhannya, man 'arafa rabbahu fa qad 'arafa nafsahu.

Pengenalah terhadap Tuhan haruslah di dahulukan sebelum mengenal diri sendiri, benarlah apa yang di katakan orang bahwa, siapa yang telah melupakan Tuhan berarti ia telah melupakan dirinya sendiri.

Seseorang yang telah melupakan Tuhan berarti ia telah melupakan diri sendiri. Seorang darwish dengan mengenakan jubah hitam memasuki zawiyah imam Junaid, dia di tanya, ada apa dengan pakaian berkabungnya itu? Dia menjawab, Tuhannya telah mati, lalu ia di usir berkali-kali.

Rupanya, ketika berkata seperti itu, darwish dalam keadaan melupakan Tuhan dan dirinya sendiri, karena kebodohannya, maka pantaslah ia mengenakan jubah hitamnya.

- Al-Quran berkata, fadzkuruni adzkurkum wasykuru li wa la takfurun. Bila Tuhan di ingat sebagai manifestasi bagi segala sesuatu yang maujud, berarti seolah-olah Dia di tiadakan, sebab, kufr (kafir) berarti meniadakan dan menganggap ma siwa Allah sebagai pelaku, padahal semua yang ada adalah lahir dari pancaran gerak-Nya.

Selasa, 14 April 2009

Untuk Nabi tercinta

Kepada hadhrat nabi tercinta, nabi yang terpilih. Kami haturkan shalawat dan salam atas-mu wahai nabi yang mulia, rasul yang agung, yang berjiwa lembut dan penyayang terhadap sesama.

Wahai sayyid kami, wahai nabi kami, wahai kekasih kami, wahai pelipur duka kami. wahai rasulullah, wahai nabi Allah, wahai kekasih Allah, wahai penghias keindahan di kerajaan Tuhan, wahai cahaya singgasana Tuhan, wahai manusia terbaik pilihan Tuhan, wahai syafaat bagi mereka yang berdosa, wahai nabi pembawa rahmat bagi semesta alam.

Sungguh, Tuhan telah berfirman dalam kedudukan-mu yang agung "dan jika mereka yang telah mendzhalimi diri, datang bersimpuh pada-mu, beristighfar pada Tuhan, dan rasul memohonkan ampun bagi mereka, niscaya mereka akan menemui Tuhan maha penerima taubat lagi penyayang.

Wahai pemimpin kami, Muhammad Ibn Abdullah Ibn Abdul-Muthallib Ibn Hasyim, wahai sayyidina Yasin, wahai sayyidina Thaha, wahai sayyidina Munir, wahai sayyidina Basyir, wahai sayyidina Muqaddam penghulu para rasul. Inilah kami wahai junjungan kami, wahai rasulullah, kami bersimpuh, berlari kepada-mu dari dosa-dosa meminta syafaat dan perlindungan dari murka Tuhan, wahai pemberi syafaat bagi manusia, wahai pengurai segala tabir kelam, wahai penerang kegelapan, singkirkan kami dari neraka, wahai nabi yang penyayang.

Wahai penghulu kami, kami datang berziarah pada-mu, kami menetap di pintu-mu yang agung, kami mengharap syafaat dari-mu, jangan tolak kami dari haribaan-mu yang menyebabkan kami menjadi hina dan merugi, kami berharap syafaat dari kemuliaan-mu.

Wahai rasulullah junjungan kami, kami meminta syafaat pada-mu, memintakan keutamaan bagi-mu pada Tuhan, memintakan derajat yang tinggi, tempat yang mulia, Haudh yang tercipta, syafaat yang agung di hari penyaksian.

Wahai manusia terbaik yang pernah ada, jiwa kami kan menjadi tebusan untuk pusara yang kini engkau beristirah, di sana ada kelembutan, di sana ada keindahan, di sana ada kemuliaan. Engkaulah kekasih Tuhan, engkaulah pemberi syafaat, engkaulah yang di harap pertolongan-nya bagi kaki yang tergelincir.

Kami bersaksi, engkau adalah pesuruh Tuhan, sungguh, engkau telah menyampaikan risalah dengan sebenarnya, telah menunaikan amanah, menjadi penasehat bagi segenap manusia, engkaulah penyingkap tabir gelap, penyinar pekat kehidupan, engkau telah bersungguh-sungguh di jalan Allah, telah beribadah sebenar-benarnya pada Tuhan hingga ajal menjemput. Kami ucapkan Jazakallah, semoga Tuhan membalas jasa-jasa-mu dengan sebaik-baiknya.

Wahai nabi pilihan, kami meminta pertolongan pada-mu pada hari kebingungan yang besar, hari yang tiada lagi bermanfaat lagi harta maupun putera, kecuali mereka yang datang dengan hati yang selamat hati yang jernih. Syafa'ati kami wahai junjungan kami rasulullah. Salam atas-mu wahai pemimpin para rasul,

kami bersaksi, tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.

Senin, 13 April 2009

Pipit-ku kini telah menikah


"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Tuhan, adalah di ciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tentram di sampingnya. Dan di jadikan-Nya kasih sayang di antaramu. Sesungguhnya, pada yang demikian itu, ada tanda-tanda bagi yang mau berfikir. (Qs. Ar-ruum : 21)

Menikah adalah sunnahku, barang siapa yang tidak suka sunnahku, dia bukan golonganku (Al-Hadits)

Maha suci Allah, Tuhan yang telah menciptakan mahluknya berpasang-pasangan.
Ya Allah, jika engkau memperkenankan:

Hendi Sunjaya, SE, S.Kom (Hendi), Assalam Computer

dengan

Idah Fitriyah binti Bahruddin (Pipit), Panembahan-Plered-Cirebon

untuk mengikuti sunnah rasul-Mu membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan memberi keturunan yang salih/salihah, yang mau berbakti pada orang tuanya dan berguna bagi kehidupan.

Akad Nikah:

Hari Jum'at, 10 April 2009 pukul 08.00 WIB di masjid As-salam


SUSUNAN ACARA:



MC oleh: bapak Mas'ud Banudhi (kepala desa Panembahan)

1). Pembukaan.

2). Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh: ustadz Abd Wahid.

3). Sambutan-sambutan:

1). Pihak mempelai laki-laki.
2). Pihak mempelai wanita oleh: Bapak H Kusdiyanto.

4). Tawassul oleh: ustadz H Zainuddin Naim.

5). Khotbah Nikah oleh: ustadz Syamsuddin.

6). Akad Nikah oleh: ustadz Fatur Rafael.

7). Penutup/doa oleh: ustadz Fatur Rafael.

Turut mengundang:
- Ir. Nedi Hendri Junaidi, MM. (Assalam CV.)
- Ustadz Fathur Rahman/Fatur Rafael (Juara Nasional Hifdzhul Quran)
- Ustadazah Siti Zaitun, S.Ag. (Nyi Atun)
- Segenap Family

RESEPSI PERNIKAHAN:

Hari: Sabtu malam minggu
Tanggal: 11 - 12 April 2009
Waktu: Pukul 10.00 WIB s/d selesai
Tempat: Jl. Widuri No. 20 RT. 06 RW. 01 Kapling Megu Cilik Kec. Weru Kab. Cirebon
Kel. Bpk H. Warsina
Ibu Hj. Mastonah

Kel. Bpk. Bahruddin/Kyai Batu (Alm)
Ibu Fathonah

Hendi & Pipit

Komentar-komentar saya di situs JIL bag 1

Untuk kenangan perjalanan bathin, perjalanan pemikiran dan perjalanan dalam menyikapi pergolakan pemahaman agama, sengaja saya copy paste semua komentar saya di situs JIL, sampai tiba waktunya untuk saya berhenti mengomentari apapun yang ada di dunia ini yang semuanya adalah nisbi, relatif dan semu. kata Ibnu 'Arabi; Al-Wujudu kulluhu khayalun fi al-khayal, semua keadaan, seluruhnya adalah khayal di dalam khayal.

Komentar untuk tulisan Syafi'i Ma'arif yang berjudul argumen pluralisme agama. Komentar Rafael; Hanya para pemuka agama yg berjiwa bersih dan memiliki niat baiklah yg akan mampu dan mau melakukan dialog antar agama yg berma’na, dialog yg bebas dari segala bentuk prasangka, kebencian dan dendam kesumat. Selain itu, mereka juga tentu akan mampu menunjukkan kesatuan batin agama-agama maupun perbedaan formalnya. Para pemuka agama yg berjiwa bersih di harapkan terus melakukan dialog demi terciptanya iklim spiritual yg sehat bagi kehidupan keberagamaan umat manusia masa kini, mereka juga di harapkan mampu memberi kontribusi lebih banyak bagi kesetimbangan dan harmonisasi kehidupan keberagamaan masyarakat manusia yg begitu lama terkungkung dalam simpul-simpul kelam kesalah fahaman dan kebencian, akibatnya, masing-masing merasa telah terpisah jauh, seolah-olah tiada lagi kesempatan bagi masing-masing untuk saling bahu membahu dalam mewujudkan kehidupan yg lebih baik, damai dan harmonis, khususnya di bumi Palestine dan Israel, yg telah memendam bara kebencian tiada berujung.

Pada hakikatnya, Islam telah bertemu, bergaul dan berinteraksi dg tradisi Yahudi dan Nasrani lebih dr 14 abad lamanya. Islam sendiri sebetulnya adalah agama yg datang terahir untuk meneguhkan kembali tradisi Abrahamiya yg sebelumnya terjelma di dalam Yahudi dan Nasrani. Syariah sebagai perintah Tuhan, dalam banyak hal serupa dg kitab Talmud, meski dr segi penyusunannya syariah tidak menyadur dr kitab Talmud. Yesus Al-Masih, juga sebenarnya turut memberikan peranan penting dalam Islam, meski memiliki konsep yg berbeda dg pandangan Nasrani terhadapnya.

Hanya manusia yg telah mencapai puncak gunung tak terbataslah yg akan mampu menjadi pendaki sejati, ia tak kan goyah oleh jalan yg berbeda yg di tempuh kawan perjalanannya, sebab hanya jalan yg di tempuhnyalah yg terasa berma’na bagi hidupnya.
#20. Dikirim oleh Fatur rafael pada 21/03 03:16 PM

Komntar atas artikel Abd Moqsith Gazali berjudul; kapan Muhammad SAW lahir. Komentar Rafael; Tidak begitu penting kapan, dimana, dan hari apa Nabi Muhammad SAW di dzahirkan ke muka bumi ini. Sebab, tidak ada satupun sejarah masa lampau yg steril dari perselisihan ahli sejarah dalam hal ketepatan waktunya. Jika masa Nabi Muhammad, yg merupakan masa yg paling dekat dg kita di banding dg Nabi-Nabi lainnya saja belum terungkap kepastiannya sampai hari ini, apatah lagi dg Nabi-Nabi sebelum beliau. Biarlah itu semua tetap menjadi misteri gelap sejarah, yg manusia tidak perlu mempertikaikannya sampai mengeraskan urat leher dan menggemeretakkan gigi.

Sejarah hidup para Nabi memang akan selalu menarik untuk di perbincangkan sampai kapanpun, di sebabkan nilai-nilai luhur yg di bawa mereka bagi perbaikan hidup umat manusia. Kita tidak bisa membayangkan, betapa amannya dunia ini dari segala tindak kriminal, jika seluruh manusia mau mencontoh ketegasan ala Musa AS, betapa damai dunia ini jika seluruh manusia mau mencontoh kasih tulus Yesus Al-Masih, dan, betapa pertikaian adalah sesuatu yg tidak perlu ada, jika semua manusia mau meneladani moral Muhammad yg begitu toleran terhadap segala perbedaan. Sayangnya, karakter dunia yg begitu carut wa marut, yang di tingkahi pula dg nyanyian setan, tidak selalu membawa manusia pada jalan mulus yg di inginkan oleh para Nabi itu. Jadi, tetaplah dendam kesumat, kriminalitas, pertikaian, saling hujat, peperangan, saling membunuh dan blo blo blo akan tetap mewarnai perjalanan dunia ini sampai kapanpun.

Saya pribadi merasa beruntung, masih bisa menghirup udara segar ajaran para Nabi itu. walaupun sedikit, di jiwa saya masih terselip ketegasan ala Musa, di dada saya masih tersimpan kasih tulus Yesus Al-Masih, dan di hati serta fikiran saya masih terpatri toleransi ala Muhammad SAW.
#8. Dikirim oleh Fatur rafael pada 11/03 08:35 PM

Luthfi Syaukani dengan tulisan berjudul; Dua Amina.
Komentar Rafael; Apa yg di lakukan Amina Wadud sebetulnya bukanlah sesuatu yg baru dalam kasus wanita menjadi imam shalat, namun hanya skalanya saja yg mungkin berbeda. Jika Amina menjadi imam secara umum dalam shalat jum’at, dahulu pada zaman Nabi ada seorang wanita bernama Ummu Waraqah yg juga pernah menjadi imam shalat bagi keluarganya yg diantara ma’mumnya adalah laki-laki dewasa.

Mayoritas fuqaha, termasuk imam madzhab yg empat, hanya membolehkan laki-laki yg sudah baligh untuk menjadi imam shalat secara umum, sedangkan wanita hanya di perkenankan untuk menjadi imam shalat bagi wanita-wanita lainnya, tetapi tidak bagi laki-laki, walaupun keluarganya sendiri. Namun demikian, ada juga sebagian fuqaha yg membolehkan wanita menjadi imam shalat bagi laki-laki.

Mereka yg tidak membolehkan wanita menjadi imam shalat berpedoman dgn hadits Nabi yg di rawikan oleh Ibn Majah, “Janganlah seorang wanita menjadi imam bagi laki-laki”, namun, beberapa pakar hadits mendhaifkan hadits ini yg berakibat pada tidak bolehnya hadits ini di pakai sebagai sandaran hukum. Ada juga beberapa hadits yg menjadi sandaran bagi mereka tp hadits-hadits tersebut tidak menyentuh substansi tentang kepemimpinan wanita dalam shalat.

Imam Nawawi dalam bukunya Al-Majmu’, mengutip perkataan Qadhi Abu Thayyib dan Al-Abdari, bahwa beberapa fuqaha madzhab Syafi’i seperti Abu Tsur, Al-Muzanni, juga Ath-Thabari membolehkan wanita menjadi imam shalat bagi laki-laki dgn bersandar pada hadits yg di riwayatkan oleh Abu Daud yg bersumber dari Ummu Waraqah, bahwa Nabi kerap berkunjung kerumahnya, jika waktu shalat tiba, Nabi menunjuk muadzin baginya dan kemudian Nabi menyuruh Ummu Waraqah untuk menjadi imam bagi keluarganya. Keterangan yg mirip dgn ini bisa juga di lihat dalam buku Bidayah Al-Mujtahidnya Ibn Rusyd atau Subul As-Salamnya Ash-Shan’ani.

Pada pendapat saya, boleh saja seorang wanita menjadi imam shalat dalam keluarganya jika suaminya sedang tidak ada, atau suaminya sama sekali tidak bisa menjadi imam shalat. Atau bisa juga menjadi imam shalat secara umum di suatu daerah jika di daerah tersebut tidak ada satupun laki-laki yg mampu menjadi imam shalat. Atau bisa juga menjadi imam shalat kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun jika memang mayoritas fuqaha kontemporer menyetujuinya dan memberi toleransi pada kasus seperti ini. Yg terpenting, apa yg di lakukan Amina Wadud jangan dulu dianggap sesat, Amina hanya menerapkan sesuatu yg dahulunya memang pernah ada. Tuduhan sesat adalah kalimat yg sangat berat dan sebetulnya hanya Tuhan yg tau tentang siapa yg sesat. Wallahu a’lam bis-shawab, wa’ilmuhu atam.
#5. Dikirim oleh Fatur rafael pada 11/03 06:13 PM

Goenawan Muhammad dalam tulisan berjudul Mono.
Komentar Rafael; Identifikasi diri terhadap ma’na kata-kata Rasul “Aku tidak tahu” merupakan simbolisasi bagi sebuah keniscayaan umum manusia yang penuh dengan kelemahan dan ketidak tahuan. Semakin jauh manusia melanglang di ufuk pengetahuan, semakin banyak pula ketidak tahuan yang di rasa pada dirinya. Manusia memang tidak di haruskan untuk mengetahui segala sesuatu, bahkan karakter dunia yang di ciptakan begitu penuh misteri, banyak meninggalkan sesuatu yang manusia tidak tahu dan tidak akan pernah tahu untuk selama-lamanya. Tetaplah legenda bangsa Maya sebagai misteri, tetaplah Madain Shalih sebagai Misteri, tetaplah pilar-pilar Iram sebagai misteri dan ahirnya; tetaplah pula Tuhan sebagai misteri untuk selama-lamanya.

Jika Om GM menyukai ketidak tahuan Rasul tentang kapan kebangkitan Musa dan atau ada pengeculian Tuhan terhadapnya. Saya lebih suka pada kritikan Tuhan terhadap Musa ketika dia berdiri di tengah kaumnya dan mendakwakan diri sebagai yang terpandai di dunia. Arogansi Musa langsung mendapat teguran Tuhan bahwa di belahan dunia lain masih ada yang lebih alim dan lebih shalih dari pada Musa. Tuhan menitahkan Musa untuk belajar padanya (Al-Hidhr). Setelah melalui perjalanan panjang, Musa berhasil menemui dan belajar pada Al-Hidhr. Namun, maha suci Tuhan, ternyata Musa gagal menjadi murid yang baik bagi Al-Hidhr. Al-Hidhr memulangkan musa kembali pada kaumnya dalam keadaan kebingungan.
#6. Dikirim oleh Fatur rafael pada 03/03 03:25 PM

Abd Moqsith Gazali dalam; MUI dan pengharaman rokok.
Komentar Rafael; Perdebatan di sekitar hukum merokok adalah merupakan sejarah panjang di kalangan ahli agama (Islam), dan itu saya kira akan tetap berlangsung sampai kapanpun juga. Rokok dan hukumnya termasuk diantara sesuatu yg memang berada dalam lingkaran “Tuhan dan hal-hal yg tidak akan pernah selesai”.

Saya termasuk di antara orang yg tidak menyepakati apapun fatwa MUI, walaupun demikian sebagai orang yg berfikir bebas dan toleran saya tetap menghormati fatwa2 MUI itu yg merupakan bagian dari keragaman corak berfikir dalam lingkungan Islam.

Teman-teman, izinkan saya bercerita, mudah2an cerita ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi semua. Saya pernah konsultasi dengan seorang dokter spesialis “penyakit dalam” perihal masalah rokok ini. Saya bertanya padanya; anda kan seorang dokter, kenapa dari tadi saya lihat anda tidak berhenti merokok, bukankah itu tidak baik untuk kesehatan dan menurut dokter yg lain merokok bisa menyebabkan hancurnya paru2 dan berbagai penyakit lainnya, bukankah sesuatu yg membahayakan tubuh di haramkan agama? Dokter tersebut menjawab; O tidak, asal dari penyakit itu adalah sesuatu yang tidak bisa di deteksi oleh apapun maupun siapapun, bahkan oleh dokter yg paling expert sekalipun. Kata dia, penyakit itu datang langsung dr Tuhan, saya sudah banyak mendiagnosa pasien yg paru2nya hancur padahal dia sama sekali tidak merokok, sebaliknya saya juga banyak memeriksa pasien yg paru2nya bersih padahal pasien itu adalah pecandu rokok kelas berat, termasuk saya sendiri (dokter) adalah perokok kelas berat tp paru2 sy fine2 aja. Dokter itu menyambung lagi, secara teori medis orang yang terkena sinar matahari secara langsung dalam keadaan yg terus menerus akan terkena penyakit kangker kulit tp faktanya petani2 kita semua tetap segar bugar, belum pernah sekalipun saya mendengar atau melihat ada petani yg terkena kangker kulit, padahal mereka tiap hari terkena panas matahari secara langsung, bukankah jika merokok di haramkan bertani juga harusnya di haramkan? Saya dengan dokter itu terus terlibat dialog sambil dokter itu sesekali menyodorkan batang2 rokoknya pada saya, walaupun saya tidak begitu menyukai rokok tp demi menghormatinya saya menerimanya dan menyalakannya.

Tidak ada kesimpulan apapun yg ada dalam benak saya ketika saya keluar dari ruang dokter itu, cuma beberapa waktu kemudian saya jadi ingat tentang kaidah usul yg berbunyi “al-ashl fil-asy-ya’ al-ibahah”, Asal segala sesuatu adalah mubah kecuali terhadap sesuatu yg memang telah di hukumi haram secara mutlak, qath’i dan jelas oleh Qur’an maupun Hadits. Jadi karena tidak ada dalil yang pasti dalam Al-Quran maupun Hadits tentang hukum rokok ini saya lebih baik mengatakan kalau hukum rokok adalah mubah saja. Saya menganggap MUI lg becanda dengan fatwa haramnya itu, sebagai bentuk escapisme psikologis MUI dr segala terpaan badai kritik yg selama ini menghantam mereka.

Saya yang memang tidak begitu suka merokok tadinya berniat untuk berhenti sama sekali dari aktivitas merokok itu, tapi berhubung MUI mengharamakannya saya jadi mengurungkan niat untuk berhenti. Saya cuma ingin meyakinkan diri bahwa apa yg di fatwakan MUI itu bukanlah kebenaran yg tidak ada keraguan di dalamnya bahkan sebaliknya bisa jadi apa yg MUI fatwakan adalah merupakan kesalahan yg tidak ada keraguan padanya. Salam MUI!!
#16. Dikirim oleh Fatur rafael pada 27/02 10:07 AM

Novriantoni Kahar dalam, Petuah Roy untuk Obama.
Rafael; Tidak di pecah belah Iranpun sebetulnya pemimpin-pemimpin Arab dari dulu memang tidak bisa bersatu. Nampaknya watak ‘ashobiah kesukuan yg dari dulu mewarnai segala sejarah peperangan di antara kabilah-kabilah Arab tidak hilang hingga masa kini ketika zaman semakin beranjak modern. Sebetulnya apa yang di lakukan Mahmud Ahmadi Nejad dengan segala provokasinya adalah semata-mata agar para pemimpin Arab sadar diri dan bersatu padu dalam rangka menghentikan segala sepak terjang israel yg semakin lama kian tidak bisa terkendali.
#1. Dikirim oleh Fatur rafael pada 24/01 02:27 AM

Abd Moqsith dalam, Meuju perdamaian abadi Israel-Palestina.
Rafael; Ada hadits Nabi yg berbunyi Idza dzallatil-’arob dzallal-islaam, apabila bangsa arab menjadi bangsa yg hina maka Islampun akan hina pula, mafhum mukholafah dr hadits tersebut adalah Idza ‘azzatil-’arob ‘azzal-Islaam, apabila negeri arab berjaya maka Islampun akan jaya. Jika kt mencermati lebih jauh maka kt harus merevisi ulang apakah betul bahwa hadits tersebut adalah hadits sahih sebab hadits tersebut bertentangan dg fakta nyata bahwa negara-negara Arab adalah negara pengecut yg tidak bisa membela arab Palestine sebagai kawannya sendiri bahkan yg lebih parah ketika Liga arab mengadakan pertemuan untuk membahas masalah Palestine mereka bukannya mencari solusi yg paling cepat dan tepat agar Palestine segera keluar dr tekanan israel justru mereka saling menghujat satu sama lain di tambah lagi dengan adanya pernyataan panas dari Mahmud Ahmadi Nejad yg mengatakan bahwa bangsa arab turut terlibat dalam pembantaian warga Palestine oleh tentara israel. Nampaknya perdamaian abadi di timur tengah hanyalah harapan semu jika negara-negara Arab tidak mau bersatu padu untuk menghentikan segala rencana israel yg cenderung destruktif.
#11. Dikirim oleh Fatur rafael pada 23/01 05:56 PM

Abd Moqsith dalam, Lia Aminuddin dan problem penghapusan agama.
Rafael; Lia aminuddin sebetulnya cuma setingkat dengan dukun perempuan yg ada di kampung saya, seorang perempuan yg tdak mengerti apapun tentang masalah agama tapi jika ada yg memasuki tubuhnya dia jadi terlihat begitu pandai. Menurut pengakuannya kadang yg masuk adalah arwah wali songo, kadang tuan Abdulqadir jilani, kadang Muhammad SAW, kadang Jibril as si roh kudus itu bahkan yg lebih fantastis adalah kadang Tuhan yg memasuki dirinya. Dia bisa berbicara dg suara, dialek dan bahasa yg berbeda, bisa menerangkan tafsir quran seluas2nya dan macam2 keanehan lagi. Begitu pula yg terjadi dg Lia edenudin, menurut salah seorang mantan pengikutnya Lia sebetulnya tidak mengerti apa2 masalah agama tp jika dirinya sedang extase dan kemasukan arwah, entah itu mengaku jibril atau siapa, Lia mendadak jadi mengerti banyak hal dan bisa menafsiri Alquran. jadi Saya lebih suka menganggap Lia hanya sebagai dukun yg tersesat jalan yg semakin lama semakin tersesat dan perlu segera di selamatkan.

Terlalu besar jika membandingkan apa yg di lakukan Lia adalah seperti apa yg telah di lakukan yesus terhadap agama yahudi, dan apa yg telah di lakukan Muhammad SAW terhadap agama kristian. sebab apa yg telah di lakukan ke 2 orang itu telah berhasil merubah sebuah peradaban ke arah yg lebih baik sementara apa yg telah di lakukan Lia hanya menambah keruh suasana Indonesia saja di tengah kekeruhan yg begitu panjang mewarnai negeri ini.
#9. Dikirim oleh Fatur rafael pada 23/12 05:52 PM

Bersambung...

Selasa, 31 Maret 2009

Ra nggenah

Aku berdosa dan Tuhanku tersenyum

Aku bertaubat dan Tuhanku tertawa

Pada zhahir aku selalu patuh dengannya, pada batin aku selalu menentangnya

Tuhan selalu mendekatiku, namun aku selalu lari darinya

lalu aku terjerembab dan Tuhanpun menangkapku menarikku

padahal Tuhan tiada membutuhkanku, namun Ia peduli padaku

aku menganggapnya egois, padahal Tuhan altruis

aku menganggapnya masa bodoh, padahal Tuhan selalu sibuk

Tuhan menyapa aku dengan firmannya yang tiada bisu, namun telingaku senantiasa menuli

Tuhan hendak menutup nerakanya namun aku selalu mencari kuncinya

Tuhan mencintai aku namun aku sering pacaran dengan iblis

Tuhan cemburu padaku namun aku berperilaku dayus

Tuhan ada di mana-mana namun aku selalu kehilangannya

Tuhaaaan.......Dimana?

Minggu, 22 Maret 2009

Catatan kecil untuk pemimpin Indonesia

Alkisah, pada suatu hari, ketika Umar bin Al-Khath-thab di lantik menjadi khalifah mengganti khalifah sebelumnya yang telah mangkat, Abu Bakar Ash-shiddiq. Ketika Umar sedang lantang memaparkan visi dan misi pemerintahannya, tiba-tiba seorang pemuda berdiri sambil menggenggam erat pedang di tangannya, pemuda tersebut berkata tidak kalah lantang dengan perkataan Umar. Pemuda tersebut berkata; wahai khalifah, jika dalam kepemimpinanmu saya lihat ada perilaku anda yang bengkok dan bertentangan dengan jalan yang lurus, maka saya tidak akan segan untuk meluruskan anda dengan pedangku ini, mendengar perkataan pemuda itu, Umar tidak sedikitpun memperlihatkan kemarahan di wajahnya. Umar malah tersenyum dan memuji ketegasan pemuda tersebut yang konsisten terhadap kebenaran sekalipun berhadapan dengan penguasa negara yang memiliki pengawal dan pasukan yang banyak.

Pertanyaannya, adakah di negeri ini pemimpin yang memiliki watak seperti Umar? Sekalipun Umar adalah seorang yang di kenal kasar dan beringas, namun ia tidak sungkan untuk tunduk di bawah telapak kebenaran.

Amat berbeda jauh dengan kebanyakan pemimpin di negeri pancasila ini, negeri yang katanya berada di bawah simbol Ke-Tuhanan yang maha esa, yang katanya rakyatnya di pimpin dengan cara hikmat dan kebijaksanaan, yang katanya keadilan sosial merupakan cita-cita luhurnya. Betapa banyak di sini pemimpin yang sangat anti terhadap kritik, meskipun kritik yang di lontarkan adalah kritik yang bersifat konstruktif, kritik sering di salah pahami sebagai cacian, penghinaan, pelecehan atau bahkan dianggap sebagai pencemaran terhadap nama baik.

Pada masa lalu, ketika negeri yang carut marut ini di pimpin oleh orang yang bernama Soeharto, yang senyumnya senantiasa mengembang namun berjiwa bengis dan biadab. Tidak boleh seorangpun melontarkan kritik padanya kalau tidak ingin hidupnya di rampas, di culik, di buang atau di hilangkan sama sekali jejaknya, dahulu, Indonesia adalah ibarat sangkar raksasa yang tidak boleh bagi siapapun untuk mengepakkan sayapnya, rakyat menjadi laksana burung yang lumpuh, selalu di cekam rasa takut dan merasa bersalah jika berhadapan dengan pemimpin. Setiap lebaran tiba di adakanlah open house di tempat para pejabat, rakyat ber-sowan memohon maaf atas kesalahan yang tidak di lakukannya, sebuah fakta terbalik yang seharusnya tidak di adakan. Sesungguhnya siapa yang telah menerpurukkan negeri ini ke jurang krisis yang tiada ahir ini? Sesungguhnya siapa yang telah menghancurkan tatanan demokrasi yang katanya kepemimpinan tertinggi ada di tangan rakyat? Sesungguhnya siapa yang telah merusak lingkungan, sehingga bencana demi bencana terus menerpa negeri ini? Sesungguhnya, siapa yang gemar sekali melakukan korupsi tanpa peduli rakyat begitu menderita karenanya? Siapa yang serakah sehingga kekayaan negara seolah-olah hanya berada di kantongnya?

Mana itu keadilan sosial? Mana itu ke-Tuhanan yang maha esa? Mana itu kemanusiaan yang adil dan beradab? Mana itu kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat dalam kebijaksanaan? Mana itu persatuan Indonesia? Omong kosong! Kemunafikan akan tetaplah sebagai kemunafikan sekalipun sentuhannya halus, belaiannya lembut dan sekalipun suara pembawanya berirama syahdu.

Sabtu, 21 Maret 2009

Pemilu, pesta penuh kemunafikan

Kurang dari 20 hari lagi, negeri tercinta Indonesia akan menghadapi sebuah pesta besar; PEMILIHAN UMUM! Ia adalah hajat lima tahunan negeri ini, guna mencari pemimpin baru, yang di harapkan mampu membawa Indonesia keluar dari krisis multi dimensional yang telah mengungkung Indonesia lebih dari satu dekade.

Ada semacam peristiwa yang sama persis yang seolah sudah menjadi hukum alam, pada setiap menjelang pemilu, orang-orang yang sudah duduk di jabatan pemerintahan dan ingin memperpanjang kedudukannya karena betapa ni'matnya menjadi pejabat, atau orang yang sudah lama ingin menjadi pejabat tapi belum ada kesempatan karena selalu tersingkir dari persaingan, atau orang yang benar-benar baru berkecimpung di dunia politik dan ingin juga ikut meni'mati kedudukan, mereka sibuk mempromosikan dirinya di hadapan rakyat agar rakyat memilihnya, dengan seabreg janji perubahan, pengentasan kemiskinan, pendidikan murah, terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih luas, dan segala janji-janji lainnya yang sejatinya semuanya mengambang tinggi diatas awan. Setahu saya, belum ada satupun janji para pejabat pada saat kampanye yang sanggup untuk di tepati ketika ia betul-betul telah menjadi pejabat. Entah barangkali karena kesibukan yang menjadikannya lupa, atau belum menemukan solusi yang tepat untuk ternunaikannya janji-janji itu atau karena memang hati pejabat itu begitu pekat tertutup debu kemunafikan sehingga janji-janji yang dulu pernah di ucapkan menguap bersama buruknya perilaku mereka.

Negeri yang di juluki "Laksana zamrud di lintasan khatulistiwa" ini, sebetulnya adalah negeri yang sungguh-sungguh malang, betapa tidak, dengan sumber daya alam yang begitu kaya dan subur, memiliki penduduk di atas dua ratus juta dan pintar-pintar tapi tidak ada satupun yang mampu mengelola segala sumber daya yang ada demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Apa yang menghalangi para pejabat untuk memakmurkan rakyat, jika bukan karena ambisi besar mereka untuk mereguk keni'matan pribadi dari negeri ini untuk selama-lamanya sampai sepuluh bahkan jika mungkin sampai turunan mereka yang terahir hidup di dunia? Sehingga lupa akan janji-janjinya ketika kampanye, lupa bahwa penderitaan telah mencekik banyak rakyat negeri ini, lupa bahwa persatuan adalah simbol dari kemerdekaan negeri ini. Bagaimana persatuan akan tetap terjalin jika yang satu bergelimang dalam tumpukan keni'matan sementara yang lain terjerembab dalam kubangan derita yang terus menerus? Bagaimana bisa bersatu jika yang ini ingin keadilan sementara yang lain terus cuek melakukan korupsi, kolusi dan perbuatan jijik lainnya? Apanya yang salah jika sebagian rakyat lebih memilih golput daripada memilih pemimpin yang terus menerus menebar kebohongan? BERBOHONG adalah tercela dalam pandangan agama apapun, dan bukankah Islam amat mengHARAMKAN kebohongan? Kenapa MUI tidak mengharamkan para pejabat yang biasa berbohong untuk ikut pemilihan lagi, daripada mengancam masyarakat yang sadar akan kebohongan mayoritas pejabat publik dengan haramnya golput?

Langit Indonesia beberapa hari ke depan akan terus di penuhi omong kosong tanpa ma'na, penuh KEMUNAFIKAN. Jiwaku muak, benci dan jijik melihat tingkah polah mereka. Maha suci Tuhan, yang ternyata tidak hanya menciptakan yang baik-baik saja, Tuhan juga menciptakan mereka-mereka yang berperilaku buruk dan sama sekali tidak bermanfaat bagi kehidupan rakyat banyak.

Wahai rakyat Indonesia, pengalaman seharusnya telah banyak mengajarkan pada kalian tentang betapa jelas kemunafikan yang di perlihatkan para pemimpin kita terdahulu, jika ingin memilih, pilihlah pemimpin yang berjiwa bersih dan mau mencintai rakyat sepenuh hati, pemimpin yang selalu memberi simpati yang mendalam terhadap segala derita dan duka rakyatnya. jika tidak, mari kita tinggalkan seluruh pemimpin yang ada di negeri ini, untuk kita seret dan kita tuntut di suatu hari kelak di hadapan pengadilan Tuhan yang maha adil.

Hidup dan maha suci Tuhan yang telah menghalalkan GOLPUT!